Pembatik Tulis Purbalingga Belajar Secara Otodidak

Profil Pengusaha Yoga Prabowo 


 
Nama Yoga Prabowo harum menjadi pembatik tulis termuda. Ternyata dirunut, perjalanan hidupnya panjang loh, mulai dari menjadi pegawai pabrik kayu di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, pada 2006. Dia lantas tak melanjutkan bekerja alasannya yaitu perusahaan krisis dan memilih keluar.

Menurut dongeng bahwa pabrik labil. Alhasil pegawai diliburkan tanpa keterangan. Pegawai termasuk Yoga juga lebih sering tidak digaji. Yoga keluar dari pabrik kayu di tahun 2007. Pemuda kelahiran 17 Mei 1984 ini lantas bekerja hingga ke Bali.

Usut- punya usut disana dia bekerja sebagai penajag outlet. Dan ketika terjadi kejadian bom bali, makalah hilang sudah pekerjaan Yoga kembali. Dia lantas pulang tetapi mampir di Yogyakarta. Sambil bekerja pada sebuah perusahaan pembuatan batik; Yoga sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tinggi seni di Kota Yogya.

Disanalah, di Yogyakarta, cowok asli Purbalingga meniatkan berguru batik. Motif ditekuninya yaitu motif khas Purbalingga. Meski berhasil berguru "mbatik" motif Purbalingga secara otodidak, Yoga nyatanya malah jadi kebingungan bagaimana menjual.

Terkoneksi jaringan


"Saat itu saya galau bagaimana mempromosikannya, maka saya hubungi sobat saya di Semarang untuk titip batik Purbalingga," tuturnya. Nah, disanalah hanya dalam seminggu saja, Batik Purbalinggan karya Yoga mendapatkan pesanan dari Disperindag Semarang.

Lalu munculah Batik Tirtamas, dimana pesanan pertama datang dari kalangan dinas, khususnya Yoga lantas menjelaskan dari Desperindag Provinsi Jawa Tengah. Mereka pemasannya yaitu Indra Hanafi dan Mukti Sarjono (Desperindag Tekstil) dan dari Staff Kementrian Perindustrian & Perdagangan, Tobing berminat.

Bahkan Tobing menyebut perjuangan dilakukan Yoga sangat hebat. Kalau saja ini dijual ke luar negeri maka akan laku keras. Akan tetapi Yoga sadar betul perjuangan batik tulisnya masih dalam proses berkembang; dia belum sanggup persyaratan berkas kwitansi dan lain- lain.

Perjalanan batik Purbalingga buatan Yoga unik. Ketika Pemprov Jawa Tengah membeli batik di Semarang, lalu mengadakan pertemuan dengan Pemkab Purbalingga, nama Yoga Prabowo terkenal seketika.

"...saat kunjungan kerja Pemprov menggunakan batik buatan saya yang dibelinya di Semarang lalu dia meminta oleh- oleh batik yang coraknya ibarat Batik yang dipakainya dikala itu," terang Yoga.

Nah, ketika itu, Yoga menunjukkan satu kodi Batik Tirtamas, yang lantas tersisa cuma empat sisanya malah dibeli oleh Bupati Prubalingga Bpk. Triyono. Lantas serta merta dia bertanya kepada Pemkab kenapa ada pengusaha ibarat dia tidak ada yang sadar. Justru pemerintah Provinsi lebih tau ketimbang Pemkab sendiri.

Semenjak kejadian tersebut semua kepala dinas dikumpulkan. Mereka kemudian diminta membantu Yoga semoga mampu membuatkan batik Purbalingga.

Koneksi internet


Kelebihan Yoga ialah dia pembatik tulis. Dia bekerja lewat rasa serta estetika lebih kuat. Menjadi jutawan muda berkat batik Purbalingga. Warna alami menunjukkan efek terbaik serta terlihat elegan, eksotis, dan juga mewah. Batiknya diminati oleh kolektor batik tulis banyak sekali kota di Indonesia.

Ia menyebut ada kulit kayu, daging kayu, bunga serta dedaunan. Oleh alasannya yaitu itulah dia memilih Yogyakarta menjadi basis usaha. Menurutnya batik Yogya banyak memanfaatkan alam jadi cocok. Untuk penjualan juga melalui sosial media, website atau blog, jadilah batik kian laris manis.

Dia menjual antara Rp.300 ribu hingga Rp.3 juta. Awal mengenal internet sendiri berawal dari akun pribadi yang kemudian berkembang. Dari sekedar mengisi waktu luang, sembari itulah dia berjualan batik buatan dia sendiri. Pelanggan tetap batik Tirtamas sendiri datang dari luar Jawa. Melalui sosmed saja menyumbang 40% penjualan.

"...lumayan besar," ujar Alumni Angkatan 96', Jurusan Pariwisata dan Perhotelan di Akademi Pariwisata Yogyakarta.

Yoga juga bersyukur berkat adanya jasa paket terintegrasi teknologi. Penggunaan jasa pengiriman sudah jadi kebutuhan bagi bisnisnya. Para pelanggan pun menuntut pengiriman cepat khusus ke luar Jawa. Tidak sedikit ajakan datang dari tempat pedalaman ibarat di Kalimantan; ia menggunakan jasa kargo yaitu JNE.

Menurutnya infrastruktur di tempat sekarang ini sudah lebih baik. Pengiriman dapat diandalkan, sementara ia dengan santainya memajang hasil karyanya di internet. Meskipun sukses berkat sosial media, ternyata ada juga sisi negatifnya, yakni derma akan desain miliknya.

Ini dirasakan betul olehnya. Ekslusipan motif batiknya menjadi kritis. Siapa saja, bahkan bukan pembeli, mampu saja mengakses hasil karyanya. Tidak mampu dipungkiri karyanya dijiplak dan diproduksi masal. Pernah sih ia berpikir mematenkan motif, hanya mematenkan berarti mengeluarkan biaya tidak sedikit.

"Karena mematenkan satu biayanya hingga Rp.2 jutaan," terang Yoga, yang kini sudah berkeluarga dan sudah punya anak dua.

Hingga Yoga sekarang lebih selektif hal mendapatkan pesanan. Ia melihat sendiri mereka yang mengunjungi akun media umum miliknya. Dia menunjukkan kontak BB atau nomor telepon buat mereka yang beritikad baik. Ia menyebutkan bila pembeli serius akan pribadi mengontak. "Dari situ gres saya tampilkan batik- batik saya."
Read More

Wanita Berbisnis Properti Hj. Harfana Alwi

Profil Pengusaha Harfana Alwi 



Meski tidak mendirikan perusahaan dari awal. Harfana Alwi, masih sempat mencicipi usaha mereka.: Kakek dan ayah Anha -begitu biasanya ia dipanggil- memang sosok visioner. Hingga mimpi mereka bisa terbawa merasuk ke diri Anha. Sejak sang kakek sudah memiliki mimpi menjadi wirausahawan.

Ayah Anha lantas melanjutkan mimpi tersebut. Berbisnis properti menjadi harapan ayahnya, H. Muhammad Alwi, seorang dokter gigi yang hidup berkecukupan. Ayahnya menyisihkan uang sedikit- demi sedikit. Lalu ia menempatkan uang tersebut dalam tabungan.

Berbekal uang tabungan saja tidak cukup. Lantas kakek Anha yang hanya petani menunjukkan modal lagi. Ia menjual tanah biar putranya menjadi pengusaha. Berkat itulah, pada 1985, ia mendirikan perusahaan bidang properti berjulukan PT. Harfana Halim Indah. Ayah bertekat besar lengan berkuasa biar menjadi pengusaha properti ternama.

Dalam perjalanan berbisnis banyak kendala. Termasuk kendala permodalan, maka M. Alwi membernikan diri meminjam ke Bank. Uang nekat tersebut lantas digunakan dengan penuh kepercayaan diri. Akhirnya ia mencapai apa visi mereka berwirausaha.

Hidup Anha telah melihat perjalanan penjang mereka. Maka gadis kelahiran 26 September 1990 asal Bone, Sulawesi Selatan ini, serta merta terjun berbisnis properti lewat usaha ini. Anak pertama dari tiga bersaudara terlahir di keluarga penuh jiwa kewirausahaan.

Ia masih melihat banyak potensi dapat digali lebih. Sebagai anak muda tentu darah mudanya mengalir, juga daya pandang jauh melalui aneka inovasi.

Berbisnis bersama


Dia ikut nimbrung dalam perjalanan. Tetapi bukan tanpa ketidak tahuan. Sejak kecil ia sudah menerima pengetahuan semenjak kecil. Kini, Anha sendiri masih berstatus mahasiswi Kedokteran Universitas Hassanudin. Lainnya, ia juga memegang tugas sebagai Direktur Utama di perusahaan.

Pengetahuan akan wirausaha modern membawa kemajuan. Ia memiliki taktik sendiri dalam hal bagaimana meningkatkan loyalitas. Sentuhan dalam sistem organisasi yang tidak didapat dari ayahnya. Strategi dalam hal pengembangan properti yakni meneropong lebih dalam.

Maksudnya adalah ia mencari tempat dengan sedikit pesaing. Disana ia juga melihat jumlah keramaian, jadi ia membidik tempat strategis, mengembangkan, dan memanfaatkan mobilitas. Anha termasuk memperhatikan soal susukan kendaraan umum. Lingkungan yang nyaman, maka ia tinggal menggaet investor masuk kesana.

Fokus gadis bergelar Hajah ini ekpansi ke tempat Sulawesi Selatan, juga tempat Bombana dan Palopo. Proyek dikerjakan PT. Harfana Halim Indah, diantara lain BTN Harfana Halim Indah Permai, BTN Alam Indah Permai, Bomana Indah Permai, Perumnas Tibojong Indah Permai dan Palopo Harfana Indah Permai.

Anha memang membidik tempat Sulawesi, bahkan ke Sulawesi lain menyerupai Sulawesi Tenggara dan Tengah. Menjadi pengusaha tidak berarti harus memiliki pendidikan ekonomi. Sosok ayah dan Harfana Alwi bisa membuktikan siapapun bisa menjadi pengusaha.

Berprilaku bijak dalam menjalankan urusan ekonomi keluarga penting. Ingatlah selalu visi orang renta dikala memulai membangun urusan ekonomi tersebut. Waktu masuk keluarkan segenap pengetahuan kau disana. Ayah Anha menjadi sosok penutan sebab bisa menularkan kewirausahaan. Jadilah sosok yang selalu memilik passion biar menular.
Read More

Biografi Pengusaha Rachmat Gobel Sosok Direktur Panasonic Gobel Group

Profil Lengkap Rachmat GobelNama Lengkap : Rahmat Gobel
Agama : Islam
Profesi : Pengusaha
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Senin, 3 September 1962
Alamat : Jalan Prof Supomo SH No 55 A, Tebet Barat, Jakarta 12810
Zodiac : Virgo
Warga Negara : Indonesia

PENDIDIKAN

  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)
  • On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).
  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

KARIR

Jabatan dalam perusahaan :
  • 1994 – sekarang : Direktur Utama, PT. Gobel International (holding company Kelompok Usaha Gobel).
  • 2002 – sekarang : Komisaris, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (d/h PT. National Gobel),
  • 1993 – 2002 : Wakil Direktur Utama, PT. National Gobel,
  • 1991 – 1993 : Direktur Perencanaan, PT. National Gobel,
  • 1989 – 1991 : Assisten Direktur Utama, PT. National Gobel.
  • 2004 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Indonesia(d/h PT. National Panasonic Gobel),
  • 1993 - 2004 : Direktur Utama, PT. National Panasonic Gobel,
  • 1992 – 1993 : Wakil Direktur Utama, PT. National Panasonic Gobel.
  • 1998 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Energy Indonesia (d/h PT. Matsushita Gobel Battery Industry),
  • 1994 - 1998 : Direktur, PT. Matsushita Gobel Battery Industry.
  • 1994 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Eco Solutions Manufacturing Indonesia(d/h PT Matsushita Gobel Electric Works Manufacturing).
  • 1994 - sekarang : Komisaris Utama, PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia(d/h PT Matsushita Denko Gobel).
  • 1995 - sekarang : Komisaris Utama, PT Panasonic Healthcare Indonesia (d/h PT Matsushita Kotobuki Electronic Industries Indonesia).
  • 2000 - sekarang : Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing,
  • 1999 - 2000 : Wakil Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing.
  • 2002 - sekarang : Wakil Komisaris Utama, PT Parker Metal Treatment Indonesia.
  • 2013 – sekarang : Komisaris Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara,
  • 2006 – 2013 : Direktur Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara.
  • 2004 - sekarang : Komisaris, PT. Smart, Tbk.
  • 2008 - sekarang : Komisaris, PT. Indosat, Tbk. (Agustus 2008, ditunjuk Qatar Telecomm (Qtel) sebagai mitra strategis, sekaligus mewakili kepentingan Qtel dalam jajaran Komisaris PT. Indosat, Tbk.).
  • 2014 – sekarang : Komisaris Utama, PT Visi Media Asia, Tbk.
Jabatan dalam organisasi :
  • 2014 - sekarang : Menteri Perdagangan Kabinet Kerja
  • 2013 - sekarang : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Infrastruktur
  • 2012 - 2015 : METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) sebagai Ketua Umum
  • 2012 – sekarang : Anggota,mewakili dunia perjuangan di Majelis Wali Amanat (Board of Trustees) Millenium Challenge Account Indonesia (MWA MCA-Indonesia)
  • 2011 – 2013 : DPN APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) sebagai Ketua
  • 2010 – sekarang : Anggota Komite Inovasi Nasional
  • 2010 – sekarang : FGABEL (Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Telematika & Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 2010 – 2013 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat
  • 2010 : 6th ECO PRODUCT INTERNATIONAL FAIR /2010 – Jakarta sebagai Ketua Panitia Penyelenggara
  • 2009 – sekarang : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Dewan Penasehat
  • 2008 – 2010 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum Koord. Bid. Industri, Riset & Teknologi
  • 2008 – 2010 : Kadin Indonesia Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia – Jepang (IJEC) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2004 – 2008 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum Koord. Bid. Industri, Teknologi & Kelautan
  • 2004 – 2008 : Kadin Indonesia Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia – Jepang (IJEC) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2003 – 2009 : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 2002 – 2004 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Ketua Koord. Bid. Industri, Logam, Mesin, Kimia & Elektronika
  • 1999 – 2001 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Ketua Kompartemen Elektronika
  • 1998 - 2003 : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 1997/1998 : Anggota Tim HLNS (Hutang Luar Negeri Swasta )/Tim Radius
Jabatan dalam sosial kemasyarakatan :
  • 2011 – sekarang : PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang) sebagai Ketua Umum
  • 2009 – sekarang : PMI (Palang Merah Indonesia) sebagai Ketua, Koord. Bid. Penggalangan Dana
  • 2007 – 2011 : PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang) sebagai Ketua Umum
  • 2006 – sekarang : PPIJ(Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Jepang) sebagai Ketua Umum
Jabatan dalam olah raga :
  • 2011 : 26th SEA Games/2011 - Jakarta & Palembang sebagai Ketua Harian Panitia Pelaksana
  • 2010 – sekarang : PB FORKI (Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia/the Indonesian Karate-do Sport Federation) sebagai Anggota Dewan Penasehat (Council of Advisory)
  • 2010 – sekarang : PB. PERPANI (Persatuan Panahan Indonesia/the Indonesian Archery Sport Association) sebagai Anggota Dewan Penasehat (Council of Advisory)
  • 2008 : 1st Asian Beach Games/2008 - Bali sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana
  • 2007 – 2011 : KOI (Komite Olimpiade Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum
  • 2004 - 2008 : PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa/the International Pencak Silat Federation) sebagai Ketua Harian
  • 2003 - 2007 : PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia/the Indonesian Pencak Silat Sport Association) sebagai Ketua Harian
  • 1999 – 2003 : PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia/the Indonesian Pencak Silat Sport Association) sebagai Bendahara Umum
Jabatan dalam dunia pendidikan :
  • 2007 - 2012 : MWA – UI (Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia) sebagai Anggota
  • 2007 - sekarang : YMS (Yayasan Melati Sakura) sebagai Ketua Umum
  • 2004 – sekarang : YMG (Yayasan Matsushita Gobel) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2002 – 2007 : MWA – UI (Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia) sebagai Anggota

PENGHARGAAN

  • "Anugerah Dharma Cipta Karsa", sebagai tokoh promosi warisan budaya dan ekonomi kreatif, atas karsa atau tindakannya yang telah mendorong terbentuknya ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2014),
  • "ANTARA Achievement Award", sebagai tokoh penting atas terbinanya korelasi baik Republik Indonesia-Jepang. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2013),
  • "Tokoh Standardisasi Indonesia", atas prestasi dan kontribusi dalam pengembangan standar nasional di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional (BSN) (2013).
  • "Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry", atas prestasi dan kontribusi faktual dalam memasyaratkan acara hemat energi, serta pemanfaatan energi gres dan terbarukan. Majalah urusan ekonomi dan ekonomi WARTA EKONOMI, Jakarta (2012}.
  • "The Jewel of Muslim World Award", atas kerja keras dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam. Majalah urusan ekonomi dan investasi OIC Today Magazine, Organisasi Kerjasama Islam/Organization of Islamic Cooperation, Kuala Lumpur 2012.
  • "Anugerah Olah-raga Indonesia", atas kepedulian terhadap pengembangan olah-raga nasional. Tabloid olah-raga BOLA, Kompas-Gramedia Group, Jakarta (2012).
  • "Man of the Year- Seputar Indonesia Award", atas prestasi dan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan 26th SEA Games/2011- Jakarta & Palembang. RCTI – Rajawali Citra Televisi Indonesia, Jakarta (2012).
  • "Asian Productivity Organization Regional Award", atas kontribusi dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor industri di Indonesia, serta peranan yang signifikan sebagai pemimpin sektor swasta dalam memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui produktivitas hijau dan mendorong terjalinnya kemitraan strategis di Asia – Pasific. Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Japan (2011).
  • "ANTARA Award" , atas kontribusinya sebagai nara sumber yang mudah diakses untuk pemberitaan yang seimbang perihal acara perekonomian nasional. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2010).
  • "Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur", atas konsistensi dalam mendarmabaktikan pikiran dan tenaga pada bidang teknologi manufaktur, yang berimplikasi pada peningkatan perekonomian, kesehjateraan, martabat dan kemandirian bangsa. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) (2009).
  • "BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) - Competency Award", atas tugas yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (2009).
  • "Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, atas tugas aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan Koperasi dan UKM." Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI (1997).
Demikian Biografi Rachmat Gobel "Direktur Panasonic Gobel Group" di Indonesia. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mengetahui pengusaha sukses yang ada di indonesia.
Read More

Marketing Sederhana Paling Ampuh Jualan Camilan

Profil Pengusaha Sukses Farida



Menjadi karyawan sewasta tidak menjamin hidup. Itulah kiranya dirasakan seorang wanita berjulukan Farida, warga Medan, kelahiran 17 Maret 1978 yang memilih wirausaha. Dulu beliau pernah bekerja sebagai pegawai di sebuah hotel. Lantas ia memilih mengundurkan diri dan mulai berjualan aneka cemilan.

Usaha bermodal Rp.120 ribu, ya, pengusaha berhijab ini memang terlihat modal nekat. Tetapi beliau sadar akan kemampuannya mengolah masakan. Maka semenjak 2011 dimulailah perjalanan Farida berbisnis cemilan. Soal memasak bersyukur beliau sempat bekerja di dapur meski pekerjaan utamanya di purchasing.

Alasan utama keluar dari pekerjaan hotel alasannya pendapatan tidak tetap. Jam kerja juga sangat menguras tenaga hingga hingga larut malam. "Kok sepertinya begini- begini saja ya, lama- lama makin jenuh," kenang Farida.

Berhenti bekerja di hotel, beliau pribadi tancap gas memulai usaha. Meski minim modal tetap itu dikerjakan ia penuh semangat. Anak ketiga dari empat bersaudara membobol uang tabungan seadanya. Usaha pertama ia cuma membuat dua jenis camilan, yaitu kudapan manis bawang original dan jagung. 

Selesai beliau pribadi menjajakan pribadi dari pintu ke pintu. Pertama menjual, Farida menjelaskan beliau jual di daerah Lapangan Merdeka. "Alhamdulillah, waktu itu saya menerima hasil Rp.290.000," kenang beliau lagi. Dia menyebutkan untung beliau dapat hingga dua kali lipat! Waktu itu pribadi uang diputar kembali jadi modal.

Sukses tidak cuma dibeli tetapi mendapat pesanan program tertentu. Juga merambah pesanan kantor ataupun dari instansi pemerintah.

Inovasi bisnis


Total delapan jenis cemilan lantas dikembangkan Farida. Tentu itu belum cukup, dalam perjalanannya perjuangan yang berjulukan Savira ini terus berkembang. Ada delapan kue: Kue bawang ubi ungu, kudapan manis bawang wortel, kudapan manis bawang kentang, kudapan manis bawang labu, kudapan manis mercu, kudapan manis ketawa, peyek teri, peyek kacang tanah, dan peyek kacang hijau.

Termasuk abon nangka khas buatan Farida. Harga bervariasi dari Rp.45 ribu hingga Rp.75.000 per- kg. Ia menjelaskan awalnya melihat produk orang lain. Namun, beliau tidak menjiplak malah memperbaikinya lewat gaya olahan sendiri.

"Alhamdulillah, lama- lama produk saya bisa diterima di pasaran," ujarnya. Mungkin alasannya latar pendidikan SMK membuatnya selalu inovatif dan berani.

Usaha dijalankan Farida tidak mulus. Faktanya ada masa jatuh berdiri termasuk dikala memasarkan. Coba kau bayangkan beliau membawa bungkusan cemilan banyak, dan beliau harus berjalan kaki dan tak jarang beliau malah diusir keamanan. Hal tesebut tidak membuat Farida patah semangat loh.

Kegigihan ditunjukan olehnya tanpa memiliki toko sendiri. Semakin banyak olahan camilah ditunjukan Savira menggugah selera. Total produksi perhari mencapai 1kg hingga 3kg, naik hingga 400 hingga 450kg per- bulan atau 100kg per- hari. Untuk kemasan lebih baik hingga lebih berwarna menarik perhatian.

Pemasaran sudah mencapai pasar retail. Sudah masuk ke supermarket, minimarket, plaza, dan kedai kue. Ia bersemangat alasannya didukung Dinas Koperasi Provinsi, Disnaker Medan, Diskop Deliserdang, Cikal USU, pernah membantunya soal permodalan. Kini, Farida sudah memiliki toko sendiri, seperi cita- citanya awal.

Ia masih menjual door-to-door. Dan perputaran uang disebutnya sangat cepat dibanding menunggu pembeli datang. Resiko barang sisa pun lebih minimal dibanding cuma nongkrong di toko. Ditemui oleh pewarta MedanBisnis, tokonya Jl. Citarum VII, Medan Krio Kab. Deli Serdang, ia tampak bersemangat menata camilan.

Ia mengisahkan pernah sekali salah sasaran. Pernah nyasar masuk ke Dinas Koperasi, eh, ia malah diajak buat mengikuti pekan raya di PRSU. Terus cara marketing sederhana tersebut dilakukan mulai kantor, pasar, ataupun sarana publik. "Enaknya promosi pribadi sama orang," tuturnya.

Terus berbisnis


Banyak feedback didapatkan dikala berjualan keliling. Farida tanpa sungkan mengajak bicara pembeli. Dia menanyakan selera mereka serta apa kekurangan dalam produknya. Bertemu konsumen banyak masukan ia terima. Inovasi pun mengikuti selera pasar namun tetap mengedepankan inovasi.

Dirintis 6 tahun silam, usahanya telah beromzet Rp.10 juta per- bulan. Margin untung Farida mengaku bisa mencapai 30% hingga 40%. Susahnya berjualan door- to- door yakni dikala beliau disangka pedagang asongan. Dicemooh calon pembeli menyerupai pedagang asongan sudah menjadi makanan sehari- hari.

Tetap beliau tidak mau merubah gaya berjualannya. Agar pelanggan percaya tidak lupa dibawa taster, supaya para pelanggan pribadi mencoba di tempat. Kalau sudah tau rasanya maka orang tidak lagi akan mencemooh Farida lagi. "Enak jualannya kayak kacang goreng. Tapi, capek pasti," paparnya.

Kalau ada program besar keagamaan usahanya meledak. Seperti 2013, ia menyebut angka produksinya sudah naik hingga 300kg camilan dalam dua minggu. Meski sudah laris manis, Farida kekeh tidak menaikan harga jualan aneka camilan Savira.

Sukses aneka camilan, Savira mulai melirik olahan abon, tidak sekedar abon tetapi abon nangka. Untuk satu hal ini tidak membutuhkan modal yang besar. Ia menyebut Rp.140 ribu sudah menghasilkan abon nangka.

Ia mewujudkan visinya menciptakan abon berbahan nabati. Waktu itu Farida kepikiran nangka juga alasannya tidak sengaja. Awalnya beliau berencana memakai jantung pisang. Ketika beliau mencari, eh, malah beliau ketemu nangka. Mencari malah menemukan nangka lagi. Begitu seterusnya itu hingga menyerupai jadi tanda dari langit.

Keinginan membuat abon nabati alasannya dirasa belum ada. Farida lantas mencari tau lagi supaya meyakinkan. Ia menemukan di internet bahwa gres di Pula Jawa ada abon nangka. Kenapa tidak membuat berbahan buah atau sayuran inilah inspirasi bisnisnya.

Agar beda dari abon nangka Jawa, maka Farida menambahkan ikan teri khas Medan. Itu dipelajari Farida secara otodidak melalui serangkaian percobaan. Baru satu pekan diluncurkan, respon masyarakat ternyata sangat baik. Cara membuatnya mudah menyerupai abon biasa, "dikeringkan, dan ditumis kering dan kemudian digoreng.

Dalam seminggu semenjak peluncuran, yang sebelumnya produksi 4kg materi baku naik 5kg. Harga jualpun beliau patok seharga Rp.12.000. Untuk marketing masih sama yaitu jemput bola atau door- to- door. Dia optimis apalagi menjelang demam isu lebaran. "Karena bisa dimakan sama lontong," tuturnya.
Read More

4 Pelajaran Marketing dari Marketing Jenius DJ Khaled

Artikel Bisnis Pelajaran Marketing



Snapchat lagi ngetrend terutama bagi marketer membangun brand. Pelajar marketing berikut ini merupakan pelajaran dari selebriti DJ Khaled -seorang produser recording Amerika, host radio, DJ, dan label recod. Ia memilih menggunakan Snapchat semoga lebih bersahabat dengan fans, membangun brand, serta mengambarkan jati diri.

Ia mengambarkan bagaimana merubah contoh pikir haters. Bagaimana menggaet penggemar gres lewat segala ia soroti di apalikasi ini.

Tentu ada pelajar dapat diambil. Dia yakni marketer bagaimana membangun brand. Sebuah pelajaran yang diulik oleh Chirag Kulkarni, Co- Founder dan CEO Insightfully, melalui Inc.com. Ada empat hal mampu kau pelajari dari cara marketing DJ Khaled. Bagaimana ia membangun brand besar lewat aplikasi Snapchat.

1. Kuasai satu media

Pernah kah kau bertanya entrepreneur, murid, ataupun cukup umur siapa orang paling mereka favoritkan ikuti di Snapchat?

Maka DJ Khaled mendominasi hal tersebut. Dia menggaet segala kalangan lewat Snapchat, bahkan segala akan entrepreneurship. Jika kau melihat sosial media lainnya, kau tidak akan melihat selengkap Snapchat DJ Khaled.

Faktanya bahwa banyak sobat mengajak ia semoga bangkit dan segera menulis hal gres untuk wangsit setiap hari.

2. Jaga pesannya konsisten

Hal kesalahan dari seorang marketer lewat sosial media yakni merubah pesannya kesehari- hari.

Ketika orang berpikir ihwal DJ Khaled maka pesanan topiknya yakni soal "we the best" ataupun soal hal- hal bekerjasama dengan Hip- Hop yang ia produseri. Apakah mungkin ia akan merubah pembicaraan jadi musik lainnya? Mungkin tetapi ia tidak melakukannya, orang tidak akan tahu brand apa yang diangkatnya.

Seperti kau harus memarketing diri kau maka bicaralah satu bahasa, konsisten. Janganlah coba berbicara ihwal sosial media sekarang dan billboard selanjutnya. Tetaplah konsisten, macam DJ Khaled.

3. Menjaga kata kunci atribut dan sinyal spesifik akan brand

Ketika Chirag pertama kali mendengar ihwal DJ Khaled, mengikuti Snapchat -nya, maka ia menyadari hal banyak kata- kata memiliki kata kunci bertautan kuat, menyerupai "Kunci kehidupan", "Terberkahi", dan "Ayo kita lihat apa untuk makan pagi."

4. Tunjukan sisi bersama-sama kamu

Menunjukan diri kau bersama-sama yakni karakeristik yang orang tidak banyak tunjukan. Utamanya menyerupai apa sih kehidupan entrepreneur, sekaligus selebriti, rapper, penghibur kesehariannya. 

DJ Khaled selalu aktif memposting sarapan dengan putih telur, sosis, dan air putih, ditambah status yang lingkaran utuh, kau akan melihat ia bekerja keras untuk menulis yang memotivasi kita lebih bekerja keras. Paling baik dari seorang DJ Khaled ialah ia tidak lupa berkomunikasi dengan fansnya.
Read More

Biografi Pengusaha Wahyu Aditya Yang Hobi Menggambar

Profil Lengkap Wahyu AdityaNama Lengkap : Wahyu Aditya
Profesi : Seniman
Agama : Islam
Tempat Lahir : Malang
Tanggal Lahir : Selasa, 4 Maret 1980
Zodiac : Pisces
Warga Negara : Indonesia

PENDIDIKAN

  • KvB Institute of Technology , Sydney Australia
  • SMA Negeri 3 Malang

KARIR

  • Comic Artist Freelancer, Sydney, 1998-1999 
  • Creative Director, Adikarna Visual Propaganda, Malang, 1999-2000
  • Creative Designer & Animator, Trans TV, Jakarta, 2000-2002
  • Founder, Director, Creative Director, DemiKamu Creativeworks, Jakarta, 2002-2004
  • Founder, Principal, Creative Director, Hello;Motion Inc., Jakarta, semenjak 2004
  • Foreign Affair, AINAKI/ Indonesia Animation Industry Association, semenjak 2004
  • Wakil Presiden, ASIFA/ Animation Association, Indonesia Branch, semenjak 2004
  • Pembicara Seminar, semenjak 2002

PENGHARGAAN

  • Lulusan Terbaik, KvB Institute of Tech, Major Interactive Multimedia, 2000
  • Animasi Terbaik, Indonesia's Comic & Animation Festival, 2000
  • Animasi Terbaik, Indonesia's Independent Video & Film Festival, 2000
  • Best Video Clip of The Month, Video Music Indonesia, 2002
  • People Choice Award, Video Music Indonesia, 2002
  • Best Short Movie, Jakarta International Film Festival, 2004
  • Finalist Short Shorts Film Festival, Tokyo, Jepang, 2004
  • Finalist Asiana Film Festival, Korea Selatan, 2005
  • Pemenang 8 Awards in Indonesia Animation Festival, 2005
  • Best Concept for Future Film, Jakarta International Film Festival & Hubert Bals Foundation, 2005
  • Best 3, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Indonesia, 2006
  • Scholarship, Animation & Cinema Industry by AOTS, Jepang, 2006
  • Special Achievement Award, FAN / National Animation Festival, 2007
  • Finalis British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Design Category, Indonesia, 2007
  • Pemenang British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Film Category, Indonesia, 2007
  • World Winner of British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Film Category, 2007
  • Australian Alumni Award, Finalist Creativity & Design Award, 2008
Demikian biografi Wahyu Aditya orang sukses Indonesia dengan keahlian seni yang dimilikiya. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mempelajari dongeng perjalanan Wahyu Aditya.
Read More

Gaya Lukis Inai di Instagram Keke Carelsz

Profil Pengusaha Ikke Faulisa Carelsz 



Punya cita- cita membuka perjuangan rias pengantin sendiri. Alumni FKIP Jurusan Tata Rias, UNIMED ini, tidak mudah berputus asa. Namanya Ikke Faulisa Carelsz fokus di jasa lukis inai dan rias pengantin. Sudah lebih dari lima tahun perjalanan karirnya. Sedikit banyak sosial media menawarkan efek sendiri dalam perjuangan ini.

Untuk awalan ia mengumpulkan modal. Agar usahanya terus membesar, wanita yang bersahabat disapa Keke ini menawarkan jasa rias pengantian langsung. Jemput bola Keke meraih sebanyak mungkin pelanggan. Tidak lupa ia menyasar pasaran anak muda -merias untuk program wisuda.

"Saya menjalani perjuangan lukis inai dan make- up pengantin," paparnya kepada Medan Bisnis. Tidak mau cuma segitu rencana kedepan yaitu perjuangan bridal house sendiri.

Soal sosial media, cara marketing Keke meliputi blog, Facebook dan Instagram @keke_carelsz, yang mana itu cukup mendorong usahanya. Pelanggan disuguhi foto- foto hasil karya lukis inainya. Maka mereka dapat menghubungi Keke pribadi di sosmed.

Bisnis ini ternyata berjalan dalam ketidak sengajaan. Ia bercerita asal mula berbisnis rias pengantin. Khusus buat inai ia memang suka sebab film India. Berkat itulah ia jadi sering menggambar inai. Ia bermula dari menggambar iseng di kertas.

Keahlian makin terasah dikala masuk dingklik kuliah. Seorang dosen mau mengajari Keke cara membuat inai. Ini terjadi pas semester empat kuliah. Segala sesuatu perihal lukis inai bersama-sama sudah dipelajari. Tapi ia belum bisa mengaplikasikan ke kulit. Lalu Keke nekat mencoba lukis inai melalui kulitnya sendiri.

Nah, lama- kelamaan, Keke bisa membuka perjuangan lukis Inai sendiri. Modal urusan ekonomi lukis inai sekitaran Rp.100 ribu. Dibayar pertama kali juga seharga Rp.100 ribu. Uang modal tersebut bukan dari kantungnya sendiri. Tetapi diberi oleh pelanggan buat membeli materi ke sejumlah pasar di Medan.

Perlengkapan lain dibeli setelah usahanya berjalan. Dia menggunakan uangnya sendiri. Asik berbisnis sempat membuat Keke memilih cuti kuliah loh. Agar lebih ahli, dipelajarinya tutorial melukis inai dari situs Youtube. Meski tidak punya daerah perjuangan sendiri, Keke sudah bekerja sama dengan dua perias pengantin kenamaan Medan.

Di tamat pekan, Keke mengantungi pemasukan Rp.3 juta per- bulan. Itu cuma melukis inai saja. Untuk rias pengantin ataupun make- up, Keke menghasilkan juga Rp.3 juta per- bulan lain. Sayang sejak tidak lagi membeli materi di Medan, tatapi membeli di Poso, usahanya jadi lebih mahal. Tetapi kualitas materi inai lebih bagus.

Soal omzet rutinnya yaitu antara Rp.5 juta hingga Rp.6 juta. Uang digunakan sebagai kebutuhan sehari- hari juga perputaran modal, termasuk menabung.
Read More

Keripik Pisang Kharisma Buzamar Optimisme Petani Pisang

Profil Pengusaha Buzamar


 
Sering kali panen pisang di Lampung terlalu banyak. Bahkan saking banyaknya hingga harga anjlok. Alhasil ia sebagai seorang petani menelan pill pahit. Harga pisang menurun drastis sampai- hingga pisang seolah jadi limbah. Walau harga murah malah sepi pembeli memborong pisang.

Dia, Buzamar, lantas memiliki wangsit membuat perjuangan hilirisasi, maksudnya supaya mendongkrak harga pisang. Dia juga mengakali minat konsumen akan buah tropis ini. Pilihan untuk berbisnis pisang olahan memang tidak salah. Buzamar lantas merubah pisang menjadi keripik ketika harga pisang murah.

Sekarang ia bisa memproduksi hingga 240kg setiap minggu. Ketika kau berkunjung di daerah produksi miliknya, maka bacin harum semerbak menghampiri.

Bisnis pintar


Sebagai petani pisang Buzamar sendiri pusing. Tujuh keliling ia memikirkan panen pisang melimpah, tetapi pembeli tidak meningkat. Bahkan cenderung sepi membuat pisang terbuang. Warga asli Desa Sungairambi Utara, Kec. Pariaman Utara ini, melihat harga pisang jatuh anjlok.

Tahun 2006, ia memutuskan untuk merevolusi hidupnya, tidak dapat dibiarkan terus menerus harga pisang hasil panen anjlok. Uang Rp.150 ribu digunakan untuk mengolah empat tandan pisang jadi keripik. Lalu ia mengemasnya dalam plastik kecil dan menjualnya.

Untuk mempermudah penjualan dijualah kecil- kecil. Ia membungkus pisang kecil dijual Rp.500 -an. Yang lantas ia titipkan ke warung- warung. Awal berbisnis respon pembeli biasa saja. Hasilnya keripik buatannya banyak tak laku. Meski begitu suami wanita berjulukan Marniati ini, tidak mau mengalah seketika.

Pria 48 tahun ini memilih memperbaiki keripik pisangnya. Mulai bentuk keripik, rasa, hingga kemasan lantas diperbaiki olehnya.

Mengkoreksi urusan ekonomi memang benar adanya. Kesalahan itu diperbaiki hingga mendongkrak penjualan. Makin lama nama keripik pisanya menerima daerah di hati. Usaha berjulukan Kharisma Flora tersebut tidak lagi tidak laku. Perlahan kemasan diadaptasi ke arah lebih modern supaya menarik hati.

Keripik pisang Kharisma dijual seharga Rp.8000 per- bungkus isi 250gram. Produksi lalu melonjak menjadi 6kg per- ahad dan seterusnya. Pemasaran meluas hingga ke Medan bahkan ke Jakarta. Rasa keripik juga dibuat sagala macam menyerupai rasa cokelat, manis, dan keju.

Ia menaikan taraf hidup keluarga petani pisang asal Lampung. Dari bisa membeli sepeda motor hingga menguliahkan anak hingga ke Jakarta. Namun sayangnya, perjuangan Buzamar makin terkendala materi bakunya yaitu pisang raja jantan.

Pasalnya banyak petani mengikuti jejak Buzamar. Adapula petani yang sudah menjual pisangnya meski ketika itu belum panen. Maka jadilah ia tidak menerima buah pisang cukup. Bahkan supaya sukses, pengusaha- pengusaha yang menggandakan langkah Buzamar ini membeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran.

Itu alasannya yaitu petani masih gampang terpengaruhi bujuk rayuan. Terutama pembelinya bukan orang asal Sumbar. Dia yang asli Sumbar malah tidak kebagian. Dulu pisang jadi limbah maka berkat Buzamar, pisang menjadi satu komoditas mahal untuk olahan keripik pisang.
Read More