Jadi Penemu Kopi Biji Salak Resign Kerja di Bank

Profil Pengusaha Eko Yulianto 



Anak muda satu ini sudah kenal salak semenjak dulu. Pasalnya salak merupakan hasil komditas wilayahnya. Dia hasilnya sukses tetapi bukan sebab buah salak. Eko Yulianto sukses justru sebab kopi biji salak. Pemuda 27 tahun ini bermula dari sering membaca literatur wacana biji kopi.

Sejak kuliah, Eko sudah gemar menjajakan salak asal daerahnya, yang mana jikalau dibeli buah saja cuma laku Rp.500 per- kilo. Dia mulai berpikir bagaimana merubah salak menjadi aneka olahan. Eko lantas mengajak empat orang teman, berjulukan kelompok Cah Bagus. Mulailah mengolah salak menjadi anaka produk masakan andalan.

Namun seiring berjalan kelompok tersebut bubar. Seiring waktu hasrat Eko akan salak masih kuat. Juga didukung menyerupai penulis ceritakan diatas "keprihatinan". Prihatin sebab petani salak menjual salaknya murah meriah. Butuh inovasi berbeda biar buah salak tidak cuma tergeletak di Wonosobo.

Pemuda kelahiran 15 Juli 1987 ini kemudian membuat kerupuk salak. Iseng sambil membuka- buka aneka literatur wacana kopi, lahirlah kopi biji salak. Ia ingat komoditi 80% desanya yaitu salak. Sambil dijadikan kerupuk bijinya juga diolah kembali jadi kopi.

Inovasi unik


Diantara mencari olahan biji salak terbaik. Dia sibuk bekerja menjadi pegawai bank. Sementara sahabat yang lainnya ada yang jadi pegawai percetakan, berwirausaha sewa tenda, pegawai koperasi. "...ada juga yang masih kuliah," tutur dia.

Tidak mau berhenti ditengah jalan. Ia terus membuatkan eksperimen berdasarkan pengalaman. Dari jadi kerupuk salak kemudian diolah menjadi biji kopi. "Hasil kreasi limbah biji salak jadi kopi, aneka kerajinan, bolu, stik, kerupuk, bahkan dodol," imbuhnya. Beruntung semenjak kuliah Eko ini gemar membaca buku di perpustakaan.

Begitu usahanya terlihat berkembang: Eko memutuskan keluar dari pekerjaanya di Bank. Padahal pekerjaan tersebut sudah berjalan 3,5 tahun. Memang tidak mudah bagi Eko hingga bisa menemukan kopi biji salak. Dia begitu menemukan memilih kembali ke desanya.

Disanalah hasil eksperimennya dijalankan. Disana salak begitu banyak, ia mulai aktif mengajak masyarakat membantu usahanya. Tidak sia- sia masyarakat menyambut kesuksesan Eko. Jadilah Eko menaikan derajat desa melalui aneka olahan salak, termasuk kopi biji salak.

Dimulai di tahun 2012, kopi biji salak dibuat sedemikian rupa, hasilnya debu menyerupai kopi jikalau diseduh akan larut. Tekstur diolah sedemikian rupa menyerupai kopi. Bahkan nih baunya tercium aroma khas seolah kopi. Dia memang sudah bosan menjadi pegawai.

"...bosan cuma duduk- duduk doang," terang Eko wacana menjadi pegawai.

Awal percobaan tentu gagal. Rasa kopi biji salak tidak enak. Namun berkat kesabaran serta percobaan tidak berhenti rasanya lain.

Sejak seruputan pertama kopi sudah kayak Arabika. Rasanya pahit tetapi bercampur asam. Inilah yang kita sebut kopi biji salak, Dibawah bendera urusan ekonomi Kie Bae mencoba merambah pasar Indonesia. Dari rasanya enggak mungkin ada yang mau minum, sekarang omzet bisnisnya mencapai Rp.5- 6 juta per- bulan.

Eko berbisnis dari daging hingga biji salak. Tahun pertama bisa meraup omzet Rp.47 juta per- tahun. Di tahun 2014 bersyukur bisa mencapai Rp.82 juta per- tahun. Berbekal jaringan saat menjadi pegawai bank, ditambah pasar online yang menjanjikan. Eko pun giat memasarkan ke toko oleh- oleh Wonosobo.

Aneka percobaan dilakukan untuk memasak biji. Komentar taster pertama ya kurang sedap di lidah. Satu bulan penuh percobaan dilakukan. Semua diulang dari menjemur, menyangrai, dan menumbuk. Pengaturan waktu menjadi alasan perbedaan mencolok. Ini pula kunci sukses urusan ekonomi Eko hingga menjadi sekarang.

Akhirnya ia menemukan berapa jam lamanya dijemur. Berapa lama disangrai hingga hasilnya layak buat kita minum. Dia bahkan sudah memilik mesin giling sendiri, pengering sendiri, dan mesin sangrai sendiri. Total aset pabrik kecil- kecilannya sudah mencapai Rp.60 juta.

Dia memberdayakan 20 ibu- ibu kampungnya. Juga memberdayakan pemudanya lewat gerakan berjulukan Gardu Beriman. Tujuan dari gerakan tersebut buat memperindah kampung. Usaha dijalankan juga tidak monoton. Dia menemukan cara membuat bros kulit salak, permen salak, dan sudah masuk pasar Bali.

Sebagai pengusaha muda, Eko menawarkan wejangan, "Jadi pengusaha itu yang penting yakin dan paling penting harus ada ridho dari orang tua, itu wajib."
Read More

Bermimpi Mewarisi Penginapan Kecil Eksotis

Profil Pengusaha Lei Andre


  
Bermimpi besar itulah Lei Andre Hofman. Tidak banyak diketahui dari sosok cantik belia ini. Hanya saja ia merupakan sosok pengusaha muda. Andre menurut entrepreneur.com.ph, berumur 19 tahun, mewarisi satu perjuangan penginapan kecil nan- elok di sebuah kota kecil.

Sebuah penginapan sekaligus butik, merupakan sebuah warisana perjuangan ditempat strategis, sebuah kota yang kecil terkenal akan sentra olah raga surving. Sekitar utara Kota Dingalan, Filipina, "Jika kau naik kapal, itu akan membutuhkan beberapa jam untuk hingga di Baler (tempatnya)," singkat Andre.

Butuh waktu alasannya yaitu kota itu diputari gunung. Namanya Fil- Dane Inn terkenal bahkan saat kau mengetik namanya di Google. Merupakan warisan kedua orang tuanya didirikan semenjak 1990-an. Merupakan tempat pemberhentian sehari. Merupakan tempat menginap semalam backpacker, atau bertraveling sekeluarga.

Untuk menjalankan bisnis, Andre bekerja sendiri bersama satu krew saat hari biasanya. Kalau musimnya liburan maka ia akan sangat kerepotan, dan bahkan akan mengajak keluarganya bekerja.

Bisnis lokal


Andre tau urusan ekonomi tempat wisata butuh sentuhan lokal. Bayangkan mempekerjakan orang bukan orang asli di daerah. Apakah mereka mengetahui segala perihal keindahan tempat itu. Inilah kenapa ia selalu memilih untuk mengajak pekerja asli daerah. Semua karenanya kan kembali ke kota itu sendiri sebuah acara sosial.



Dia menyebabkan modal nilai kearifan lokal. Semua didapatkan dari pelatihan internasional dan tinggal bersama di tempat multi- kulturan. Bagi anak muda 19 tahun merupakan pencapaian luar biasa. Cewek cantik yang berdarah campuran Filipinan- Denmark, ini yaitu mahasiswa administrasi Enderun Collage.

Dia bekerja dulu menjadi internship di Kota Denmark. Tempat kelahirannya ini menjadi awal baginya sadar bahwa Filipina memiliki nilai. Dulu ia pernah tinggal di Iran, China, Spanyol, bahkan Saudi Arabia, lalu ia tinggal di Filipina menetap saat umurnya 16 tahun.

Kembali ke Filipina, ia sudah mengantungi pelajaran informal, bagaimana menghadapai beragam etnis dan kulutran. Tetapi jikalau berbicara perihal uang duduk perkara lain.

Di Denmark persamaan kedudukan mencolok. "Itu hal perihal Danish. Kami menyebutnya Jante Law," ia menjelaskan. Di Filipina adanya hirarki kedudukan dalam berbisnis. Perusahaan pastilah tidak akan memberi fasilitas buat karyawan biasa ngopi sama General Manager.

"...dan hanya untuk makan malam dengan mereka, dan diduk disana, dan minum bersama?"

Mulailah ia memperlakukan pekerja sebagai keluarga. Dia bahkan menutup penginapan cuma buat makan bersama mereka.

Dia menyebutkan juga orang Filipina butuh batasan. Nilai profesionalisme butuh garis lurus antara berlaku budpekerti dengan terlalu nyaman bersama pendatang. Meski begitu ia tetap melaksanakan pendekatan budpekerti asli Filipina, dengan beberapa sentuhan.

Praktiknya kawasan penginapan miliknya masih perawan. Kaprikornus ia mengajak pengunjung berkeliling sendiri. Ia juga menciptakan perasaan ibarat di rumah sendiri. Makanan dapat disiapkan sendiri di dapur. Kalau bicara koneksi Wi- Fi sudah sudah bagus, tetapi prasarana tempat gym gres akan disediakan mendatang.

Untuk aliran listrik berterima kasih dengan panel surya. Beruntung tempatnya benar- benar banyak sinar matahari panas.

Pengusaha muda


Mengambil alih urusan ekonomi keluarga tiga tahun lalu yaitu sulit. Bagi pengusaha muda satu ini tidak ada kata jadi. Dia bahkan tidak tau marketing bisnisnya. Butuh waktu buat menerima perhatian dunia. Yah sekarang ia waktu itu pribadi menstabilkan pendapatan penginapan.

"Satu pengunjung dalam semalam bagus alasannya yaitu permulaan," ujarnya. Maka targetnya lima tahun kedepan yaitu 70% hingga 80%.

Mimpi Andre mengubah kota kecilnya menjadi terbaca di peta. Merupakan tempat nyaman buat mereka yang mau melepaskan rutinitas di kota besar. "Tetapi saya tidak mau merubahnya menjadi tempat hiburan malam," tandasnya.

Jangkauan seorang Andre bahkan mencapai sepuluh tahun kedepan. Dia mengajak pengusaha mudah buat mengikuti petanya. Ia mengajak anak muda buat tetap mencar ilmu atau mengikuti karir. Berbisnis dibidang ini memang latar belakang keluarganya, dan ia sangat peduli akan hal tersebut.

Dia semenjak dulu memang sudah berwirausaha. Dari perjuangan produk fasion saat masa sekolah menengah, lalu ia berbisnis produk kecantikan pas kuliah. Tetapi ia kini mengerjakan urusan ekonomi keluarga. Yang ia lihat akan memiliki prospek panjang. Dia melihat urusan ekonomi tersebut dengan kecintaan akan tempat asalnya.

"Semua pengunjung yaitu raja dan ratu... kau mau melayani mereka untuk kepuasan sendiri dan kepuasan mereka," tutup Andre.
Read More

Dihina Juri Pengusaha ini Malah Kaprikornus Lebih Kaya

Profil Pengusaha Shaun Pulfrey 



Di tahun 2007, juri- juri program reality show pengusaha, Dragon's Den menyebut produknya aneh. Tidak akan laku dijual. Peter Jones menyebutnya "otak rambut". James Caan menyebutnya membuang waktu. Duncan Bannantyne menyebut itu mau membuatnya melepas rambut. Dan lagi, Deborah Meaden menyebutnya "sisir kuda".

Sebuah produk berjulukan Tangle Teezer. Produk sisir rambut mutakhir untuk rambut kusut mu. Bagaimana sih kita mampu menata rambut kita cepat. Tanpa lagi takut membuat rasa sakit layaknya dijambak. Apalagi bila kita akan menyisir rambut anak kita, tentu tidak mau ada rambut yang rontok tertarik.

Diawal mempresentasikan produk sudah ditolak. Bahkan oleh Deborah Meaden, seorang wanita yang tentu membutuhkan produk kecantikan ini. Cuma membuktikan didepan juri pribadi dikomentari buruk. Pria yang berjulukan Shaun Pulfrey ini dikatai bahwa produk kecantikannya tidak akan menjual.

Tidak mau mengalah oleh hinaan tersebut. Coba bayangkan diri kau dihina di depan program televisi live. Ia segera membenahi diri dan semakin ambisius. Dia memperbaiki produknya. Dan hasilnya, nilai produknya kini sudah bernilai 200 juta Pound, nilainya lebih tinggi dibanding kekayaan Deborah Meaden yang 40 juta.

Bisnis masa depan


Mungkin bila melihat produknya kasat mata. Di tahun 2007 maka pantas bila Shaun menerima hinaan. Tapi wangsit dibalik produk Tangle Teezer bernilai masa depan. Orang yang dulu haruslah berhati- hati menyisir anak, semoga tidak menjambak, membuat sakit, membuat rambut bercabang, dan sebagainya.

Kini, berkat Tangle Teezer semuanya akan aman terkendali. Meski memiliki nilai masa depan, tidak pernah terpikir oleh juri Dragon's Den. Karena sejujurnya apa dipikirkan Shaun bukanlah hal baru. Juga bukan salah juri sebab dikala memprentasikan produknya, Shaun gagal membuat mereka tertarik.

Tetapi masa lalu tinggal lah masa lalu. Shaun telah meninggalkan presentasi kacaunnya. Bayangkan dikala juri bertanya dari 350 orang mencoba, Shaun mengaku 20 orang menyampaikan timbal balik jujur. Ditambah dikala menyampaikan demo -kepala patung terlihat rusak rambutnya lengket- ditambah produknya rusak ditengah jalan.

"Saya tidak kecewa tidak menerima uang (modal). Karena saya mampu mendapatkannya dari bank," ia menjawab.

Bagi Shaun, ia hanya ingin mengatakan bahwa produknya benar, merupakan produk masa depan apapun bentuk prototipenya. Dan ia kecewa sebab juri tidak melihat apa dibalik Tangle Teezer. Hingga sebuah perusahaan menjualkan produknya hingga beraset 200 juta Pound.

Bisnis dari hinaan


Mungkin sebab Shaun mengomentari rambut Deborah. Kala itu, Shaun mengomentari rambutnya diwarnai -padahal itu tidak, tetapi natural. Alhasil ia mungkin kesal dan mengatakan produknya "sampah". Padahal mungkin saja wanita pengusaha satu ini tertarik berinvestasi ke urusan ekonomi Shaun.

Shaun awalnya ialah bekerja sebagai hair- stylist. Lebih tepatnya ia andal dalam hal mewarnai rambut pada 1978. Berjalanannya waktu ia bekerja untuk Pierre Alexandre,  Tony&Guy, Nicky Clarke, dan Richard Ward salons. Tahun 2002, ia meluncurkan buku, berjudul Saya Mau Menjadi Pirang.

Opsesinya wacana rambut dimulai semenjak 2003. Dia melaksanakan serangkaian penelitian wacana sisir. Tujuannya ialah menciptakan alat penata rambut profesional. Bertahap ia membiyai untuk pengembangan produk sederhananya dulu.

Dia lalu masuk program berani menjadi pengusaha Dragon's Den. Dia menunjukkan saham 15% atau senilai uang 80.000 Pound. Ketika banyak juri menghina justru keajaiban terjadi. Banyak orang penasaran dan masuk ke website Tangle Teezer. Alhasil situs tersebut crash sebab terlalu banyak pengunjung datang.

Sebuah viral tersendiri, pembelian naik jadi 1.500 buah seketika itu. Masuk tahun 2008, perusahaan yang berjulukan Boots, yang mulai menyetok produk tersebut. Tahun 2009 keuangan perusahaan kecilnya mulai membuktikan kemajuan. Brand Tangle Teezer mulai menghasilkan keuntungan dan memasuki pasar global.

Bisnis Tangle Teezer dalam setahun menghasilkan nilai balik 23,4 juta Pound. Banyak selebriti menjadi fans produknya mulai Victoria Beckham dan Cara Delevinge.

Sembilan tahun kemudian semenjak program Dragon's Den 2007. Dia telah mengekspor hingga 60 negara. Dibantu perusahaan retail Boots nama produknya naik pamor. Kemudian, nama perusahaan besar menyerupai Exponent, Inflexion, dan Bridgepoint membantu penjualan lebih banyak, dimana nilai asetnya jadi 200 juta Pound.

Uniknya ia merupakan pemegang saham tunggal, atau mampu dibilang, ia menerima untung 100% dari kerja kerasnya.
Read More

Orang Sukses Sukolilo Kaya Berkat Kaleng Bekas Rokok

Profil Pengusaha Himawan Suripto


 
Mantan pemilik counter hp ini tidak pernah menyangka. Pasalnya sesuatu terlihat sepele malah menjadi satu urusan ekonomi menguntungkan. Bayangkan Bapak Himawan Suripto kaya gara- gara kaleng bekas rokok. Pria asal Klampis Ngasem ini bahkan bisa mengantungi omzet puluhan juta.

Pengusaha asli Sukolilo menyulap kaleng bekas rokok menjadi moge. Alias motor gede, miniatur detail yang beliau buat kemudian dipasarkan melalui sosial media.

Berawal dari rasa ingin menyenangkan cucu. Ia pengen menyebarkan mainan buat cucunya. Namun cucunya kurang suka. Butuh waktu cukup lama buat beliau menerima bentuk sekarang. Butuh trial and error hingga Suripto bisa membuat moge. Beruntung "ejekan" tetangga Suripto dengarkan baik- baik dan diperbaiki.

Bisnis UKM


"Kritik tetangga, teman, dan orang sekitar, saya mulai mencontoh bentuk roda...," kenangnya. Yang awalnya Suripto tidak pernah tau bentuk moge sesungguhnya.

Dia menggandakan bentuk roda, tangkinya, dan stang persis. Suripto memanfaatkan kabel antena tv bekas menjadi rangka. Dibentuk, dililitkan, dirangkai pakai kaleng hingga seakan-akan moge (motor gede). Pemasangan disusul guntingan tangki, stang, sedel, knalpot, dipasang menyusul.

Kesulitan terbesar ialah membentuk tangki. Karena materi kaleng rokok susah ditekuk. Kadang- kadang ia malah bikin penyok. Untuk menyiasati dibikinlah agak lonjong dibanding aslinya. Kalau dicermati benar satu hal ini kurang ibarat motor gede asli, namun tidak menghentikan minat konsumen kok.

Dalam sebulan beliau mengaku bisa menjual 25 unit. Harga termurahnya dijual Rp.200 ribu alasannya ialah sudah masuk barang seni. Tidak berhenti berjualan sendiri, beliau diangkat menjadi suplier sebuah toko aksesoris lokal yang berkonsep franchise di Jalan Sulawesi, Surabaya.

Bayangkan menjadi suplier harga miniaturnya jadi Rp.475 ribu, bahkan Rp.550 ribu tanpa tawar. Maka ia sengatlah bersyukur atas usahanya sekarang. Walau tidak punya karyawan, Suripto selalu bisa tamat mengerjakan target produksi.

Ia membutuhkan 10 kaleng buat satu moge. Harga perkaleng Rp.200 diambil dari para pedagang kaki lima. Dalam dua hari jadilah satu moge. Paling malah ialah moge dengan tingkat kedetailan tinggi. Dia jual Rp.550 ribu atau setara satu gram emas.


Meski sudah sukses Suripto masih bertekat. Apalagi kalau bukan membesarkan usahanya. Disisi lain jadi pembuka lapangan pekerjaan gres di daerah. Bantuan pelatihan pemasaran oleh pemerintah tempat begitu beliau syukuri. "Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemasaran," paparnya.

Pemerintah Kota memberikak yang terbaik kepada UKM lokal. Berkat pemberian pemesanan meningkat. Akan tetapi kendala lain muncul soal sumber daya manusia. Suripto keteteran merekrut karyawan yang berkualitas. Ia menjelaskan banyak pekerja kapok saat mencoba membuat kerajinan.

Terdengar lucu, tetapi betulan, menurut Suripto kebanyakan kapok alasannya ialah jari terluka kena seng kaleng bekas. Dari itulah Suripto selalu turun tangan membantu karyawannya. Ia akan sangat senang bila ada orang mau belajar. "Akan saya ajari hingga mahir," sambutnya.

Padahal pesanan membludak bahkan dari asing. Pesanan terpaksa ditolak alasannya ialah beliau tidak sanggup. "Ya mau gimana lagi, orangnya terbatas," tutup Suripto.
Read More

Carline Darjanto Cotton Ink Bagaimana Go Internasional

Profil Pengusaha Carline Darjanto 


 
Konsep urusan ekonomi fashion masa kini yaitu nyaman dipakai, berkualitas, dan cocok buat semua. Artinya bahwa desainer harus membuat fashion lebih praktikal. Ria Sarwono dan sahabatnya, Carline Darjanto, memilih pakaian murah praktikal tetapi berkualitas. Secara teori berarti pakaian mereka akan nyaman dipakai.

Keduanya sudah mengenal semenjak SMP. Dua sobat ini memiliki pandangan sama perihal pilihan dress, accessorizes, pants, dll. Pandangan tersebut lantas tertuang dalam brand Cotton Ink. Itu loh salah satu brand yang masuk daftar pengusaha muda Forbes Indonesia.

Ria dan Carline sama- sama berkursus di London Collage of Fashion. Kursus singkat yang disusul dengan peluncuran Cotton Ink pada November 2008 akhir. Carline sendiri selepas SMP, masuk SMA, kemudian masuk jurusan desainer, Lasalle Collage of Fashion, Jakarta. Ketemu kembali dengan Ria, keduanya lalu berbisnis.

Momen urusan ekonomi mereka dimulai saat menerima satu kesempatan. Waktu itu keduanya mendapat satu kesempatan langka dengan Presiden Obama. Mereka membuat kaus sablon berwajah Obama tahun 2008. Dari sekedar kaus bersablon, lantas mereka merambah ready to wear, dari legging, shawl, serta aksesoris.

Produk shawl atau syal menjadi andalan. Ketika memulai produk mereka satu ini paling dicari. Untuk satu produk syal mereka menggunakan materi langka. Bahan berjulukan tubular yang materi kaus lingkaranya tanpa jahitan. Memang belum banyak penggunannya dan inilah momentum dibuka Cotton Ink.

Bisnis fasion


Produk berjulukan tabular shawl ini memang terkenal. Kreatifitas mereka menembus batasan. Alhasil dapat dipadu padankan dengan pakaian apapun. Desain multifungsi memang jadi andalan. Inilah yang penulis sebut sebagai pakaian praktikal. Cotton Ink sudah memiliki kelebihan dibanding produk fashion lain.

Carline menambahkan pelanggan mereka suka simple. Meskipun begitu harus memiliki detail di atas kain. Cotton Ink menggunakan katun dalam negeri. Harga jangkauan shawl produk mereka yakni Rp.69.000 dan Rp.349.000 buat jaket luaran dan outwear lainnya. Keuntungan sudah 80% dari omzet dicapai mereka loh.

Pemasaran fokus online dan offline. Cotton Ink sudah bekerja sama dengan The Good Dept, Pacific Place di Jakarta, ESTplus di Bandung, Widely Project, Happy-go-Lucky, dan di Surabaya ada butik ORE. Cotton Ink juga melayani pembeli absurd menyerupai Singapura, Malaysia, Australia, dan Eropa.

Pemasaran memakai banyak sekali media, mulai di banyak sekali sosial media, Facebook, Twitter, Instagram, dan Pinterest. Kemudian juga melalui media blog Tumblr dan website toko cottonink-shop.com

Carline menyebut sukses mereka berkat ciri khas. Membedakan urusan ekonomi mereka dengan urusan ekonomi fashion asli Indonesia lain. Cotton Ink punya desain sendiri. Hal paling menantang menjadi pengusaha fasion: Bahwa orang selalu menuntut hal terbaru soal fasion. Mereka butuh terus menyebarkan urusan ekonomi mereka kelak.

"Kami dituntut selalu memiliki wangsit baru," jelasnya. Meski begitu produk karya lama mereka masih dapat diterima baik. Kekhawatiran mereka terbayar melalui kualitas materi unggulan. Tidak ada desain baju gres setiap hari. Mereka cukup fokus memperluas pasar ke masyarakat lebih luas.

Diusia muda nama mereka memang menggema. Banyak sudah penghargaan diraih, mulai macam Most Favorite Brand di Brightshop Market, The Most Innovative Brand di Cleo Fashion Award (atau Jakarta Fashion Week), Best Brand Local oleh Free Magazine, serta merek loka terfavorit Style Magazine pada 2010.

"Industri fasion penuh tantangan. Kami harus mampu kreatif di segala hal," Carline menambahkan. Caranya sukses ya fokus solusi duduk perkara bukan masalahnya.

Dinobatkan sebagai salah satu 30 Under 30 Asia oleh Forbes. CEO sekaligus Creative Director Cotton Ink ini mengaku tidak bereaksi berlebihan. Wanita 28 tahun ini memandang justru inilah tolak ukur bagi mereka masuk ke pasar global Asia.

Dia cuku kaget saat menerima email dari Forbes. Ternyata tidak mudah loh, beliau harus ditanyai dahulu sebalum kesannya menerima balasan masuk atau tidak. Cotton Ink membanggakan alasannya yaitu 100% hasil karya Indonesia. Dia berharap kawan- kawan pengusaha muda retail dan desain tetap semangat ya.
Read More

Apa Itu Email, Sejarah, Fungsi, dan Cara Bikin Email

Apa itu Email? 

Mungkin masih ada pengguna internet yang belum memahaminya. Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia berarti Surat Elektronik. Email hanya bisa dikirim ke orang lain yang juga punya alamat email jika ada koneksi internet, perangkat komputer atau mobile yang terhubung ke internet.

Apa Fungis Fungsi Email?

Banyak pengguna internet yang menganggap email hanya untuk mengirim surat. Pada kenyataannya email bisa juga sebagai alamat resmi seseorang di dunia maya. Dengan menggunakan email, kita juga bisa mendaftar di berbagai situs, misalnya Facebook, Twitter, YouTube, dan lain sebagainya.

Pada perkembangannya email juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Diantaranya adalah untuk mengirim file, foto, video, chat, dan keperluan lainnya.

Sejarah Email


Pada jaman dulu penggunaan email masih sangat sederhana, yaitu hanya mengirimkan surat dari satu komputer ke komputer lain. Pengiriman email jaman dulu hanya bisa dilakukan pada satu jaringan komputer dalam rangkaian LAN ( Local Area Network ).

Sekitar tahun 1971, Seorang programmer Amerika, Raymond Tomlinson mulai menggunakan simbol @ sebagai pemisah antara user id dan domain. Mulai sejak itu, nama_user@nama_komputer menjadi standart penggunaan Email. Kemudian John Vital menemukan sebuah software untuk pengaturan Email pada tahun 1975, beberapa tahun kemudian, Email menjadi populer dan telah memenuhi lalu lintas Internet.

Eudora adalah salah satu program email pertama yang dapat digunakan secara komersial pada saat itu, dikembangkan Steve Dorner pada tahun 1988. Kemudian pada tahun 1991, bersamaan dengan penemuan WWW ( World Wide Web ) oleh Tim Berners-Lee, Email mulai tersedia luas dan dapat diakses secara gratis dengan tampilan antas muka yang lebih ramah. Beberapa penyedia layanan email gratis adalah Yahoo, Hotmail dan Gmail.

Bagaimana Cara Membuat Email?

Ada banyak sekali layanan email gratis, dan yang paling sering digunakan adalah Gmail.com, Yahoo Mail, dan Hotmail. Berikut ini adalah tutorial singkat cara membuat email di Gmail.com:

1. Buka situs Gmail.com


2.  Klik tombol Buat Akun, Anda akan diarahkan ke halaman isian form untuk membuat email

3. Langkah berikutnya adalah mengisi formulir hingga selesai. Kolom Alamat Emai Anda Saat Ini bisa dikosongkan saja.

Lalu centang pada kotak persyaratan layanan dan kebijakan privasi. Klik langkah berikutnya. Anda akan diarahkan untuk mengatur halaman Google+. Ikuti saja langkah-langkah yang diminta.






Setelah selesai, klik Langkah berikutnya. Selanjutnya Anda akan dibawa ke halaman selamat datang. Klik Lanjutkan ke Gmail, maka Anda telah memiliki alamat Email di Gmail.

Perlu diperhatikan, dengan membuat Akun Google maka Anda otomatis memiliki akses akun ke berbagai jaringan Google seperti Gmail, Blogger, Youtube, Google+ dan lainnya.

Read More

Mau Bisnis Online Apakah Harus Paham SEO?

Ada yang cukup menarik di dunia bisnis online Indonesia saat ini. Sangat banyak pebisnis online yang dulunya adalah pemula, ternyata sekarang sudah berhasil dan punya bisnis online yang menguntungkan. Jenis bisnis online nya pun bermacam-macam, mulai dari jualan produk secara online, jualan jasa, dan lain sebagainya.



Dulu, ada banyak anggapan di kalangan pengusaha online bahwa para pebisnis online itu harus paham SEO (search engine optimization). Seringkali kita menghabiskan banyak waktu untuk mengoptimasi sebuah halaman website hanya agar tampil di halaman utama Google.

Unik memang, bahkan ada istilah pakar SEO dan master seo di kalangan para pengusaha online, Anda bisa membacanya di beberapa artikel online, termasuk di blog Maxmanroe.com. Topik tentang SEO ini selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan internet marketer. Seolah-olah hanya SEO lah yang bisa memberikan trafik dan penjualan.

Bisnis Online tak Hanya Tentang SEO

Bahkan kalau menurut saya, SEO itu bukanlah yang terbaik di bisnis online. Alasannya, sumber trafik terbesar memang dari Search Engine Google, tapi porsi trafik terbesar itu diambil oleh website yang beriklan di Google.

Perhatikan saja kalau Anda mengetikkan kata kunci di Google, pasti website yang teratas adalah iklan Google. Kalau boleh jujur, banyak praktisi SEO yang terlalu asik mengerjakan campaign mereka tanpa memperdulikan result jangka panjang. Dan seringkali yang jadi korban adalah website klien mereka.

Menurut saya pribadi, untuk kata kunci tertentu trafik terbaik itu masih dipegang oleh iklan di Google Adwords atau Facebook Ads. Tapi untuk topik lainnya mungkin masih bagus menggunakan SEO, asal caranya benar.

SEO Penting Tapi Bukan Segalanya

Saya percaya bahwa SEO itu adalah salah satu strategi internet marketing yang sangat ampuh. Tapi cara ini bukan segalanya, dan bukan satu-satunya untuk mendapatkan trafik.

Kalau kita bicara bisnis jangka panjang, tentu harus mempertimbangkan penerapan SEO ke situs kita. Pastikan juga bahwa kita melakukan SEO dengan cara yang benar dan etis, hindari jasa SEO yang menerapkan cara-cara aneh dan menjebak karena bisa merusak ranking website kita di Google.

Sebagai internet marketer, kita tidak harus paham SEO. Beda aliran, pasti beda cara pemasaran. Tapi saya pribadi sangat menyarankan para pebisnis online untuk setidaknya memahami sedikit mengenai SEO.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.
Read More

7 Peluang Usaha di Desa yang Menjanjikan

Artikel Peluang Usaha |
7 Peluang Usaha di Desa yang Menjanjikan - Beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi keponakan saya di Surabaya. Seperti biasa suasana khas Surabaya yang panas dan macet. Tetapi kondisi ini sepertinya masih mendingan dibandingkan dengan kondisi di jabotabek. Semua orang tumpah ruah , berebut rezeki di kota besar terutama di sentra ibukota Jakarta. Di sepanjang perjalanan saya berpikir , kenapa kebanyakan orang berpikir rezeki itu datangnya dari kota?. Saya jadi teringat tiga tahun lalu pengalaman saya dengan perjuangan toko online. Saat itu kelima karyawan saya keluar dengan alasan akan bekerja di Surabaya. Mereka mengangap gaji di tempat saya lebih kecil dibanding perusahaan di Surabaya. Padahal sebenernya standar gaji yang saya berikan ke karyawan sudah di atas UMR di kawasan saya. Secara nominal mungkin kalah , tetapi sebetulnya secara nilai , gaji yang saya berikan lebih besar dibandingkan gaji yang diberikan oleh perusahaan di Surabaya kepada mantan karyawan. Kaprikornus curhat gini , baiklah kembali ke laptop.

Tujuan saya menulis ini yaitu , biar kita tercerahkan oleh mindset yang selama ini kurang tepat. Mindset yang menganggap bahwa untuk mendapat rezeki yang besar , kita harus pergi ke kota. Akibatnya banyak cowok pemuda produktif yang sebetulnya mempunyai potensi rupawan , enggan tinggal di desa dan memilih mencari rezekinya di kota-kota besar. Tulisan saya ini bukan hanya sekedar teori , tetapi berdasarkan pengalaman saya pribadi yang mencicipi nikmatnya hidup di desa dengan memanfaatkan segala potensi yang ada.


Setelah menyelesaikan study S1 di Bogor , saya pribadi kembali ke kawasan asal saya. Melihat banyak sekali macam potensi besar yang bisa dijadikan urusan ekonomi menguntungkan , alhasil saya memutuskan untuk menetap di kampung dan membesarkan urusan ekonomi saya.

Tips Menemukan Peluang Usaha di Desa Yang Menjanjikan

Sebenarnya membuatkan perjuangan di desa , lebih mudah dan peluang menjadi besarnya lebih gampang dibandingkan di kota besar. Hanya perlu sedikit kreativitas dan kerja cerdas biar urusan ekonomi anda di desa bisa menjadi sumber rezeki yang melimpah. Berikut ini yaitu tips menemukan peluang perjuangan di desa yang menjanjikan :
1. Gali potensi di kawasan  anda. Seringkali kita tidak menyadari potensi yang ada di kawasan kita sendiri. baik itu potensi alam , wisata , masakan , budaya , atau potensi sosial. sebagai teladan : Jika di kawasan kita terdapat tempat wisata yang unik , kita bisa membuka perjuangan tour travel. Jika kawasan kita mempunyai makanan khas kawasan yang ciamik , bisa dengan membuka perjuangan masakan makanan khas. 
2. Temukan potensi diri dan lihat sekitar. Setiap orang pasti punya potensi masing-masing. kecenderungan pada hal tertentu. Bisa sesuai background pendidikan kita , keteramilan khusus , bakat alami , atau bahkan hobbi kita. Contoh : Punya hobby dan keterampilan bongkar pasang automotif - bisa membuka perjuangan bengkel. Punya keterampilan di bidang internet marketer - bisa membuka toko online , google adsense , affiliate marketer dan lain-lain.
3. Gabungkan potensi kawasan dan potensi diri. Peluang perjuangan yang menjanjikan yaitu yang merupakan gabungan keduanya yaitu yang merupakan potensi kawasan dan juga potensi diri. Kalaupun tidak ada , tidak  masalah , yang terpenting yaitu segera menentukan perjuangan apa yang akan kau tekuni.
4. Action. Kalau sudah menemukan perjuangan yang pas , ya tinggal action.Percuma kalau cuma dipikir dan direncanakan. Saat kita action , maka kita akan banyak belajar. Fokuslah pada tujuan dan terus bergerak.

Peluang Usaha di Desa Yang Menjanjikan

Berikut ini akan saya jelaskan tujuh jenis peluang usaha di desa yang menjanjikan. Peluang - peluang perjuangan ini beberapa yaitu perjuangan yang sedang jalani , pernah saya jalani , dan pernah saya analisis peluangnya tetapi belum sempat saya jalani.

1. Usaha Kuliner.
" Selama insan belum bisa berfotosintesis , maka perjuangan masakan akan tetap eksis". Begitulah saya menggambarkan begitu besarnya peluang urusan ekonomi makanan ini. Semua orang butuh makan , dan sehari tiga kali tidak pernah bosan. Jika kau keahlian memasak , dan di daerahmu ada makanan khas , maka ini peluang perjuangan yang sangat menjanjikan. Kunci pertama di perjuangan ini yaitu bisa menyajikan makanan yang lezat , maka sudah pasti tempatmu akan kebanjiran konsumen setiap harinya.


Bisnis masakan ini banyak sekali jenisnya , ada berupa warung makan , gorangan , kudapan manis , angkringan , dan sejenisnya. Sesuaikan dengan daerahmu masing-masing. Karena sukses perjuangan makanan di kawasan A belum tentu berhasil bila diterapkan di saerah B. Selengkapnya perihal peluang perjuangan masakan ada di sini : Peluang perjuangan makanan dengan modal kecil.

2. Peluang Usaha Internet Marketer.
Kemajuan teknologi dan isu yang begitu cepat membuat semua insan di dunia ini terhubung satu sam lain dengan internet. Segala macam fasilitas yang ditawarkan internet mau tidak mau memaksa insan untuk menikmatinya. Gaya hidup insan berubah menyesuaikan zaman teknologi digital. Begitu juga dengan gaya urusan ekonomi di masa kini semua serba digital. Di dunia urusan ekonomi , di kenal istilah internet marketing , yaitu sebuah skill pemasaran menggunakan media internet.


Internet marketing merupakan ilmu wajib yang harus kau kuasai bila ingin terjun di urusan ekonomi online. Mengusai internet marketing bisa menjadi modal yang sangat berharga di periode digital ibarat ketika ini. Jika kau sudah menguasai internet marketing , kau akan dengan mudah menjual apapun produk atau jasa.

Saya sendiri merupakan salah satu yang menekuni internet marketing ini. Saya berguru mulai dari nol hingga bisa ibarat ketika ini. Alhamdulillah dengan keterampilan internet marketing ini , banyak hal yang bisa saya lakukan. Saya mmepunyai perjuangan toko online , Google Adsense , dan lembaga kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris. Salah satu keunggulan peluang perjuangan internet marketing yaitu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak peduli kau berada di desa , di kampung , atau di pelosok kawasan , asal ada jaringan internet , kau bisa membuka perjuangan dengan keterampilan internet marketing.

Ada banyak jenis peluang perjuangan yang bisa kau kerjakan ketika menguasai skil internet marketing , tidak hanya urusan ekonomi online , tetapi juga bisa membuatkan urusan ekonomi offline yang dionlinekan di internet. Berikut ini yaitu beberapa peluang perjuangan yang bisa kau kembangkan :
- Peluang perjuangan toko online , selengkapnya ada di : Peluang perjuangan toko online.
- Peluang perjuangan Youtube Adsense , selengkapnya klik di sini.
- Peluang perjuangan PPOB Gratis , potensi puluhan juta rupiah , selengkapnya ada di sini.
- Peluang perjuangan jasa pendidikan , selangkapnya ada di sini : Peluang perjuangan jasa pendidikan.
- Peluang perjuangan Android penghasilan dolar , selengkapnya klik di sini.

3. Peluang Usaha Kursus.
Belajarlah hingga ke negeri cina. Kira-kira ibarat itulah pepatah menggambarkan perihal begitu pentingnya mencari ilmu. Mencari ilmu bisa dilakukan dimana saja salah satunya di sekolah. Pemerintah mendorong masyarakat biar meningkatkan pendidikan dengan aktivitas wajib berguru 9 tahun.Hal ini merupakan peluang perjuangan di bidang jasa pendidikan.


Selain pendidikan di sekolah , ada juga pendidikan yang dilakukan di luar sekolah yang bisa menjadi peluang usaha. Contohnya yaitu kursus dan bimbingan belajar. Salah satu perjuangan yang saya tekuni ketika ini yaitu perjuangan kursus bahasa inggris di Kampung Inggris. Siapa yang tak kenal Pare dengan Kampung Inggris nya?. Kampung Inggris merupakan suatu kawasan di Pare , kabupaten kediri dimana terdapat ratusan lembaga kursus bahasa inggris yang telah berhasil mencetak ribuan orang terampil berbahasa Inggris. Tuntutan zaman ketika ini memaksa kita untuk menguasai bahasa internasional biar lebihmudah bersaing. Potensi ini menjadi peluang perjuangan yang sangat menjanjikan.

Selain kursus , bisa juga dengan membuka bimbingan belajar. Prospek perjuangan bimbingan berguru akan semakin berkilau ke depannya , selama masih banyak orangtua yang sibuk dengan pekerjaannya tetapi menginginkan anak-anaknya berprestasi di sekolah. Orang renta tidak punya waktu untuk mendampingi anak-anaknya berguru sehingga mempercayakan kepada lembaga bimbingan berguru untuk memperlihatkan jam berguru suplemen untuk anaknya.

4. Peluang Usaha Ternak Hewan
Peluang perjuangan ternak hewan merupakan peluang perjuangan yang sangat menjanjikan di desa. Peluang perjuangan ini juga beragam jenis hewan yang diternakkan ibarat sapi , kambing , ayam , angsa , lele , mujair , dan lain-lain. Peluang perjuangan ini sangat cocok dilakukan hanya di desa alasannya lahan kosong yang masih banyak serta kondisi perumahan yang tidak padat ibarat di kota.


Usaha ternak hewan ini termasuk perjuangan yang sederhana bila kau menguasai ilmunya. saran saya , belajarlah pribadi dari orang yang sudah sukses di jenis perjuangan ternak hewan ini. Bisa dengan cara magang di tempat usahanya , mempelajari semua cara budidayanya , pakannya , hingga cara memasarkannya. Dengan cara ibarat itu , anda akan mengurangi risiko kegagalan akhir proses trial dan eror.

Salah satu sobat saya yang sukses di ternak hewan yaitu Adam Maulida. Beliau sukses dengan menekuni ternak cacing. Mungkin bagi sebagian orang menganggap remeh dengan urusan ekonomi ini. Tetapi Adam Maulida telah menunjukan bahwa dengan tekad yang berpengaruh dan fokus dengan bisnisnya , bisa membuat Adam kini menjadi seorang jutawan. Informasi selengkapnya perihal Adam Sang Jutawan dari ternak cacing , klik di sini.

5. Peluang Usaha Agribisnis
Usaha apalagi yang paling mudah dilakukan di pedesaan kalau bukan di bidang pertanian? Yup betul sekali , pertanian ini akan terus ada selama insan masih membutuhkan makanan. Karena sumber makanan yang ada di dunia berasal dari pertanian. Tidak selamanya petani itu susah , tergantung ilmu kita dalam bertani , profesionalisme kerja , dan mindset yang memposisikan pertanian sebagai sebuah urusan ekonomi bukan hanya sekedar bercocok tanam.


Peluang perjuangan agribisnis ini banyak sekali jenisnya ibarat : budidaya sayuran , budidaya sayur-sayuran , budidaya jamur , budidaya makanan pokok , rempah-rempah , dan lain sebagainya. Sudah banyak pengusaha di bidang agribisnis yang berhasil dan menjadi milyarder. Salah satunya yaitu Pak Gun Sutopo. Pak Gun yaitu sosok sederhana yang berhasil sukses di bidang budidaya buah naga dan agrowisata buah naga. Profil lengkap urusan ekonomi buah naga dia , bisa di simak di goresan pena : Kisah petani milyarder Gun Soetopo.

6. Peluang Usaha Konveksi.
Selama insan masih berpakaian , maka perjuangan konveksi akan tetap berkilau. Pakaian yaitu kebutuhan pokok insan selain pangan dan papan. Artinya jasa pembuatan baju dan pakaian akan selalu dibutuhkan dimanapun anda berada termasuk di desa. Bahkan kalau kita kreatif sedikit , perjuangan konveksi di desa akan tumbuh dengan cepat alasannya minimnya tentangan yang ada.


Sekali lagi , biar anda sukses di urusan ekonomi ini , diharapkan ilmu yang sempurna dari seseorang yang telah sukses dengan urusan ekonomi konveksi. Saya sendiri pernah mempunyai perjuangan konveksi dan pakaian. Secara lengkap saya tulis rangkumannya di sini : Tips memulai urusan ekonomi pakaian dengan modal kecil.

7. Peluang Usaha Toko Kebutuhan Sehari - hari.
Seringkali kondisi geografis pedesaan yang jauh dari pasar , membuat masyarakat mengalami kesulitan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi kita membuka perjuangan toko kelontong. Dengan niat membantu warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari , sekaligus menjadi sarana berbisnis.


Usaha jenis ini cukup sederhana yang diharapkan yaitu ketelitian dan ketelatenan. Yang tidak kalah penting yaitu menerima suplier barang dengan harga kompetitif serta menguasai ilmu urusan ekonomi ritel perihal stok produk , administrasi keuangan ritel , dan pemasaran.

Demikian tadi ketujuh peluang perjuangan di desa yang menjanjikan. Siapa bilang tinggal di desa tidak bisa mendapat rezeki yang melimpah? Asal ada niat , tekun , kreatif , dan profesional , maka kita akan mencicipi manisnya hidup di desa. Semoga goresan pena ini bisa memperlihatkan pandangan gres bagi anda yang sudah bosan hidup di kota dengan segala hiruk pikuk yang ada , dan juga bagi kalian yang berencana hidup menetap dan membangun desa. Semangat berbisnis dan berkarya.


Read More