Pemilik PornHub Sejarah Situs Porno Dunia

Profil Pengusaha Dibalik Situs Porno 



Sudah pernah mendengar MindGeek. Tidak, bagaimana kalau kau mendengar nama PornHub. Yap inilah perusahaan dibalik situs porno populer tersebut. MindGeek sendiri memiliki PornHub. Sayangnya, mereka tidak memiliki dua situs porno nomor 1 dan 2 di dunia. Apalagi kalau bukan kau tau lah XVideo dan juga XHamster.

Sejarah porno gratis


Kita tidak akan membahas mengenai isinya. Kita akan membahas sedikit terntang sejarang pornografi situs ibarat YouTube. Berawal dari YouTube waktu itu, pada tahun 2005, muncul lah inspirasi membuat satu situs yang ibarat tetapi berisi konten dewasa.

Dimulai kurang lebihnya, pada demam isu panas 2006, muncul tiga situs porno sejenis: PornoTube, RedTube, dan YouPorn. Tetapi mereka bukanlah milik MindGeek. Mereka datang entah dari mana tetapi PornHub berbeda. Menurut isu PornHub didirikan pemilik MindGeek -sekaligus pemilik studio film Brezzer.

Munculnya YouPorn (terutama) membuat gaduh studio film porno mapan. Konten yang diupload gratis telah hingga membuat pemilik Brezzer gerah. 

Bisnis situs porno gratisan ini menjual iklan dan terbukti menghasilkan jutaan dollar. Kegerahan studio ingin menjatuhkan situs porno terutama situs YouPorn. Termasuk Ouissam Youssef pemilik studio porno pertama berbasis internet ini. Disaat bersamaan Vivid menuntut YouPorn ke pengadilan dan Youssef memilih peluang lain.

Disaat bersamaan ia berteriak perihal anti- pembajakan. Disisi lain, bersama rekannya lain sesama pendiri Brazzer, Matt Keezer, mereka mendaftarkan atas nama domain PornHub untuk $2.750. Mereka diam- membisu mencoba berbisnis di urusan ekonomi situs porno gratis. Sementara Youssef duduk kalem menuntut anti- pembajakan.

PornHub bangkit dibelakang perusahaan InterHub, dibelakang sekali Brezzer. Bahkan kalau bisa dibilang ia, Ouissam, tidak memegang PornHub eksklusif bahkan Brazzer seolah anti kepada itu. Menelisik lebih jauh berdirinya Brazzer empat tahun kebelakang. Nama mereka tidak setenar Vivid Entertainment sang Rajanya Bokep.

Mereka merupakan mahir teknologi asal Montreal. Mereka hobi berdiskusi cukup umur di bar. Youssef dan juga Stephane Manos yang memulai pornografi. Ide urusan ekonomi tersebut kemudian mengajak Kazzer, yang sama- sama alumni Concordia University. Untuk awalan, mereka bersama saudaranya Youssef membuat urusan ekonomi TGP dan MGP.

Isitilah ini dipakai buat situs gambar porno. Yang kemudian mereka beri nama antara lain Jugg World, Ass Listing, KeezMovie, dan XXXRated Chicks. Mereka lantas memilih fokus ke wanita cukup umur buka lagi soal dada besar.

"Mereka terkajut, wow, pasar dada besar sangat besar," ujar Feras Antoon, CEO perusahaan sekarang. Lalu mereka menyadari pasaran wanita cukup umur lebih menggairahkan. Maka dari itulah mereka mulai terkenal akan konten porno wanita cukup umur aka MILF.

Mereka menghasilkan banyak uang. Hasilnya kelihatan sangat mudah membuat urusan ekonomi perusahaan tumbuh. Antoon bahkan menyebut mereka tumbuh super pesat. Mereka lantas membuat banyak sekali situs afiliasi porno dari Jugg Cash dan tentunya studio porno sendiri Brazzers.

Mereka merubah pornografi selamanya. Untuk memperkuat urusan ekonomi berbayar mereka Brazzers. Youssef serta sobat bahkan menyewa produser dari Los Angles, dan Las Vegas. Brazzers dikenal sangat prefeksionis dalam hal pembuatan konten dewasa. Mereka juga dikenal yang memperkenalkan implan payudara kesini.

"Mereka tidak pernah berpikir akan tumbuh sangat besar," ujar Antoon, yang dikenal sebagai pendiri tetapi dibalik ia masih ada lagi. Siapa sangka akan sukses. Mereka lantas meluncurkan aneka situs lain ibarat hal JugFuckers, DoctorAdventures, RacksAndBlacks dan lainnya. Sebagai suplemen maka Brazzer punya satu saudara.

Situs berbayar lainnya muncul, Mofos, fokus kepada wanita yang mau melaksanakan kekerabatan seks ekstrim. Ia menyebutkan mereka pekerja keras. Mulai dari tidur di kantor, bekerja di simpulan pekan, kemudian kesannya bisa beli rumah di pinggiran kota Montreal. Mereka semakin membesar butuh banyak lagi tenaga biar kuat.

Bisnis keluarga


Butuh lebih banyak tenaga orang. Mereka tidak perlu jauh mencari pengikut setia. Cukup keluarga, teman, tetangga, sobat sekolah -para loyalis yang dapat mencar ilmu seiring waktu. Sebut saja Antoon yang ternyata kakak ipar Manos.

Setiap tahun perusahaan tumbuh dua kali lipat. Dari 80 orang pegawai di 2007, 150 di 2008, dan 250 orang di 2009, bahkan menurut Wikipedia jumlahnya sekarang 1.000+. Youssef pemimpin dikenal sebagai sosok visioner berbisnis apapun. Manos seorang penjual dan motivator. Keezar ahlinya dalam hal search- engine optimization.

"Dia masternya," tutur Antoon. Contoh bukti kehebatan mereka dalam hal SEO terlihat nyata. Untuk kata kunci sex dan porno mereka jagoan. Meski tidak nomor satu, dalam situs Google, mereka bisa bertahan hingga puluhan tahun posisi 2 atau 3.

Mereka berbisnis menghasilkan banwitch paling tinggi. Bahkan melebihi Twitter, Facebook, atau Amazon. Lucunya meski berbisnis dengan nama MindGeek. Mereka menyebutkan sebagai pioner masa depan dalam hal pengunjung. Mereka sama sekali tidak menjelaskan darimana datangnya pengunjung sebegitu banyaknya.

MindGeek menyebut diri sebagai perusahaan periklanan maupun SEO. MindGeek ialah provider porno global. Atau secara kasarnya mereka raja bokep internet. Bahkan disebutkan mereka memonopoli komditi porno. Bahkan mereka bisa menempatkan industri studio porno dalam kontrol konten mereka tidak lain.

Mereka melaksanakan pembajakan tetapi "dilegalkan". Bahkan sudah menjadi tabu buat membahas MindGeek sebagai monopoli konten porno. Seolah akan ada problem kalau kau membahas mereka. Mulai dari situs lain selain PornHub, mereka sudah mempunyai RedTube, YouPorn, yang menghasilkan iklan miliaran dollar.

Kembali ke Desember 2007, ketika Vivid menuntut PornoTube. Rumor perihal kepemilikan Brazzers akan situs PornHube berkembang. "Kedok" mereka tidak lagi serahasia kau bayangkan. Tetapi masih tabu kalau membahas mereka disini. Ketika mengkoneksikan nama domain dan nama perusahaan tercantum munculah.

Kecurigaan bahwa Brazzer merupakan bab dari aneka tube tersebut. Dengan percaya diri mereka tidak mau mendapatkan itu. "Itu akan 100 persen bertolak belakang dengan inti urusan ekonomi utama kami (studio porno.red)," tuturnya.

Mereka telah berhasil mengurangi pengunjung situs porno berbayar lain hingga 50%. Disisi lain, mereka juga menjaga serta membuat aneka akuisisi urusan ekonomi sejenis. Bisnis lendir mulai dari gratisan dan berbayar dimiliki oleh MindGeek menjadi monopoli. Banyak perusahaan studio porno mencicipi betul adanya monopoli ini.

Tidak mau kalah, bahkan Brazzers memanjakan kita lewat situs porno gratisan lain. Sebut saja nama Tube8, ExtremeTube, menambah kekacauan. "Kami menyebut mereka kesatria keyboard," ujar Antoon.

Bisnis porno terbesar


Mereka memiliki banyak situs porno dan delapannya masuk 10 besar (bersaing ketatnya dengan Xhamster dan Xvideo). Meski perusahaan menunjukkan layanan pelaporan. Dimana studio porno bisa melaporkan pengupload yang mengupload film ilegal, faktanya tidak semua perusahaan memiliki waktu buat mensortir itu.

Bayangkan dalam sehari upload video porno bisa menembus jutaan. Efeknya penjualan DVD porno telah turun 50%, produksi film turun 75%, puncaknya pada 2008 dimana pembajakan besar- besarnya terjadi oleh situs tube ataupun torrent, dan tambah banyaknya porno buatan sendiri atau porno sendiri.

Efeknya banyak artis porno menjadi prostitut. Mereka nyambi menjadi panggilan sementara produksi film jadi terhenti tidak tumbuh.

Jatuhnya studio porno membuat MindGeek menjadi produser. Mereka membeli banyak studio dengan harga miring contohnya DigitalPlayground di 2012. Bersama nama besar Hustler, Vivid, maka nama MindGeek menjadi pemain juga di porno tradisional. Tetapi tidak sehat buat ekosistem urusan ekonomi porno itu sendiri jadinya.

Bayangkan produser membuat film buat diupload gratis. Meski dari perusahaan sama tapi sakitnya tuh disini. Produser mengeluh ini layaknya jebakan vampir saling menghisap darah. Produser nanti diupah kecil dibajak sementara MindGeek menghasilkan besar. Pemain bokep tidak mempunya pilihan lain kecuali bekerja untuk MindGeek.

Masa lalu MindGeek sendiri penuh intrik layaknya cara urusan ekonomi mereka. Dulu, di 2009, perusahaan masih dibawah Manos dan Youssef, dan Secret Service (polisi Amerika.red) menangkap akun bank MindGeek sneilai $6,4. Akibatnya asetnya dijual ke investor asal Jerman, Fabian Thylam, dimana namanya menjadi Manwin.

Kemudian di April 2011, Manwin mendapatkan utangan diam-diam dari Wall Street Colbeck Capital, senilai $362. Dengan berbiaya hutang perusahaan mulai ekspansi besar- besaran dengan akusisi situs tube lain. Mereka juga mulai memproduseri film porno mandiri. Thylman menafaatkan bebas pajaknya Belgium atas Jerman.

Ia mendapatkan banyak keuntungan untuk memutar modal. Akhir 2013, ia membawa kembali nama Ferras Antoon dan David Tassilio, pemain lama yang kini bekerja di pusatnya Montreal. Apakah MindGeek dapat dihentikan? Hampir mustahil, kecuali menyangkut porno anak, dan mereka sadar akan tidak masuk kesana.

"Itu bisa menyeret semua pamain industri porno kalau terjadi (MindGeek jatuh)," tutur blogger Lux Alptraum.
Read More

Dendeng Ikan Rinuak Minang Bermodal Seratus Ribu

Profil Pengusaha  Fatma Dewi




Usaha murah dengan modal cuma seratus ribu. Inilah dongeng Fatma Dewi menyulap selembaran Rp.100 ribu jadi jutaan rupiah. Sukses Dewi berkat masakan dendeng buatan rumah. Ia menyebutkan belakang layar sukses ialah kepercayaan konsumen akan produknya. Modal cuma ratusan ribu tidak dilema asal berkualitas mewah.

Rahasia sukses berupa prinsip sederhana. Kepercayaan yang dijaganya hingga sekarang dikenal masyarakat luas. Untung uang dirasanya datang alasannya ialah ia membangun kepercayaan konsumen. "Biarlah rugi, asalkan kepercayaan orang bisa terjaga," terperinci Dewi.

Wanita berjilbab asal Lubuk Basung, Sumatra Barat, memang suka ikan rinuak. Ikan khas Minang ini suka diolah menjadi aneka masakan. Maka Dewi tinggal merubah selera asal menjadi memasyarakat, dan mudah dicerna. Lantas Dendeng Rinuak lahir ditangan wanita ini berkat kreatifitas.

Memang masakan gres alasannya ialah beliau lah penggerak makanan ini. Ikan rinuak memang sudah dikenal menyerupai halnya ikan teri. Ikan berukuran kecil, biasanya diolah digoreng menjadi balado ataupun pepes, tetapi gres untuk didendeng.

Semua dimulai tahun 2004 silam saat datang ke Maninjau. Ia menemuukan kembali rinuak semasa kecil. Ini bukanlah barang gres baginya alasannya ialah semenjak kecil. Sejak kecil beliau hobi mengkonsumsi rinuak alasannya ialah ia berumah bersahabat danau. Sekarang setelah dewasa, Dewi menemukan potensi tersendiri, sebuah ilham urusan ekonomi di benaknya.

Diogrengnya ikan ke esokan harinya ditambah beberapa bumbu. Kemudian dipipihkan layaknya dendeng daging. Dari spontanitas itulah terlahir masakan unik dan ilham bisnis. Memang, ternyata rasanya gurih, enak, tidak kalah sama yang berbahan daging.

"Sebelumnya belum ada," ia imbuhkan.

Orang pasti menduga dendeng cuma daging. Tetapi dengan ikan ditumbuk kecil, dihancurkan, lantas diolah sedemikian dan dijadikan lembaran tipis jadilah dendeng. Inilah cikal bakal Dendeng Rinuak.

Ibu pembuat kudapan manis ini lantas banting stir berbisnis rinuak. Dendeng Rinuak dianggapnya memiliki cita rasa. Juga potensi menjadi bisnis. Sebelum dipasarkan luas, maka Dewi mencoba menjajakan ke teman- teman. Dia mengaku tidak sedikit jawaban yang terkesan mengejek.

Dia tetap move on. Anggapnya alasannya ialah belum terbiasa saja. Memang sebagian orang belum pernah dengar perihal ikan didendeng. Banyak orang menanggapi dendeng Dewi, "...itu makanana apaan." Seketika saat Dewi mengatakan ini dendeng ikan. Pikiran mereka sudah berkonotasi pastilah rasanya tidak enak.

Untuk dilema ini diberinya taster merasakan langsung. Dewi sendiri awalnya memang ragu. Namun beliau selalu meyakinkan dirinya bahwa beliau menunjukkan terbaik.

Keyakinan tersebut menunjukkan efek positif. Pujian terlontar saat mereka merasakan Dendeng Rinuak. Pada ujungnya banyak pesanan berdatangan kepada Dewi. Usaha tersebut lantas dibawa ke ranah yang lebih serius. Dia membawa ke toko- toko Padang dengan kemasan modern lebih menarik hati.

Bisnis serius


Mampu menggaet pembeli membeli Dendeng Rinuak. Tugas seorang Dewi bukanlah berhenti. Agar lebih bisa meyakinkan pembeli diharapkan bukti. Oleh alasannya ialah itu ia mulai mengurus syarat administrasinya. Mulai dari PIRT atau pangan industri rumah tangga, ataupun lebel halal. Prosesnya diakui memakan waktu yang lama.

Tetapi bagi Dewi proses tersebut diatas dibutuhkan. Sembar menunggu, ia terus mengadakan pembenahan termasuk dalam hal kemasan. Kemasan 1 ons dihargai Rp.15.000, 1/4 kg dan 1,2 kg seharga kelipatan dari angka lima belas ribu. Kini produknya sudah tersedia di aneka toko oleh- oleh khas Padang dan Bukittinggi.

Baru- gres ini, menurut berita Detik.com, penjualan Dendeng Rinuak sudah merambat menjalar hingga ke Pekanbaru, Riau, dibantu beberapa rekan menjadi agen. "Tadinya antar barang sendiri naik kendaraan umum. Sekarang sudah pakain kendaraan sendiri," Dewi mengenang.

Dewi menyulap ruma menjadi pabrik dendeng. Dibantu dua pegawai, perjuangan rumahan ini telah memproduksi hingga 15kg Dendeng Rinuak dalam sehari. Penjualan sudah menembus angka Rp.12 juta denga laba bersih sekitar Rp.5 juta.

Media promosi masih cenderung tradisional. Ia memanfaatkan marketing verbal ke mulut. Kedepannya tidak bisa dipungkiri ia menginginkan media sosial. Keinginan menjadi Dendeng Rinuak menjadi ikon oleh- oleh memang besar. Ia ingin masakannya menjadi oleh- oleh khas Tanah Minang.

Aneka masakan lain juga sudah dikembangkan. Mulai masakan aneka dendeng, peyek, teri goreng, serta abon. Produk abon sendiri masih difokusi sebagai andalan nanti. Tantangan urusan ekonomi diakuinya mulai sifat ikan yang musiman. Jika cuaca buruk cuma panen dua kali dalam setahun, risikonya produksi menurun sejalan itu.

Harga menjadi naik hingga Rp.30.000. Sebagai catatan rinuak tidak bisa bertahan lama. Jika membeli maka sehari tersebut harus pribadi dimasak. "Paling lama satu hari harus disimpan." Pelatihan pegawai juga penting semoga rasa tetap terjaga.
Read More

Sewa Mobil Lamborghini Jakarta Bandung Karena Hutang

Profil Pengusaha Aldi Febian Mahabian 



Punya hutang alasannya yakni memilih menjadi pengusaha. Itu sudah menjadi resiko dan dirasakan sendiri Aldi Febian Mahabian. Tetapi sekali pengusaha bangun akan sukses melebihi sebelumnya. Kisahnya bermula dari urusan ekonomi masakan gagal. Kegagalan tersebut membuat Aldi berhenti kuliah buat membayar hutang.

Melunasi hutang alasannya yakni salah perhitungan. Ia menceritakan dirinya nekat berhutang kepada teman. Senilai bunga 5% per- bulan. Dengan penuh percaya diri, Aldi berbisnis masakan yang dianggapnya mudah. Akan tetapi aneka urusan ekonomi masakan dalam waktu enam bulan tersebut gagal total.

Aldi berjualan aneka masakan dalam enam bulanan. "...hanya bertahan enam bulan. Bangkrut," kisahnya. Pria drop out Universitas Telkom ini, kejepit oleh keadaan dan membawa inspirasi urusan ekonomi baru. Untuk bertahan hidup sementara ia bekerja serabutan sopir kendaraan beroda empat sewaan semenjak 2011.

Bisnis sewa


Anak muda ini mulai bergeriliya membuatkan usahanya. Usaha menyopiri kendaraan beroda empat sewaan melalui banyak sekali situs jejaring sosial internet. Target ingin dicapai Aldi yakni mereka disekitaran usahanya di Bandung. "Tidak pakai modal. Hanya lewat Twitter. Jasa sewa driver yang good looking," utasnya.

Ide urusan ekonomi diatas lantara mendengar cerita. Keluhan seorang masyarakat dikala menyewa kendaraan beroda empat sewaan. Dari keluhan wacana layanan, keadaan mobil, termasuk penampilan si sopir. Penekanan impian masyarakat ia tangkap ialah kurang komunikasi dan sopir berdandan kurang rapi.

Agar lebih mendongkrak, Aldi menekankan dirinya menjadi pakar akan Kota Bandung. Sebagai salah satu destinasi wisata memperlihatkan layanan berkeliling kota. Wawasan sebagai anak muda membantu banyak soal menjadi sopir sewaan tersebut. Pilihan urusan ekonomi ini tepat, berkembang dari satu orang, sekarang menjadi jasa rental.

Penyewaan kendaraan beroda empat gaul warga Bandung. Ia mengajak sahabat yang punya mobil. Sistem bagi hasil diterapkan ia dengan seadilnya. Jumlah sopir bertambah lewat memberdayakan mahasiswa. Klien perjuangan Aldi semakin luas saja semakin berkembang.

Pria asli Cirebon ini bermula dari bisnsi tur keliling kota. Semakin lama usahanya berkembang melayani tur jarak jauh. Fokus urusan ekonomi sewa kendaraan beroda empat Aldi juga menyebar ke banyak sekali program unik. Mulai mengantarkan ke program pernikahan, wisudaan, ataupun mempromosikan perusahaan. Atau juga butuh sahabat ngobrol siap ia layani.

Ataupun meningkatkan daya jual bersosial. Lantaran sopir dipekerjakan Aldi benar- benar spesial. Bahkan layak deh dibawa mahasiswi buat mendampingi wisuda mereka. Tidak mau tanggung, Aldi telah siap dalam berekspansi. Termasuk me tur keliling premium bermobil kece Toyota Lamborghini atau Alphard, siap.

Layanan kelas atas ini biasanya diminta perusahaan. Banyak alasan orang memesan layanan kelas atas Aldi, mulai dari aktivitas promosi ataupun juga program pernikahan. Target ekspansi pun sudah digadangnya yakni di Bali dan Jakarta. Selain itu, ajakan dari Malaysia dan Singapura telah rutin lewat email, meminta layanan tour guide.

Banyak pesanan berkat internet termasuk dari Malaysia. "Jadi, akan ada dua anak perjuangan kami tahun depan," imbuhnya. Kini beliau telah memiliki delapan pengemudi dan masih memikirkan ekspansi. Sebagai pionir dirinya cukup percaya diri belum ada pesaing berarti. Namun persaingan ketatat mendatang tidak dapat dipungkiri lagi.
Read More

Maenan Burung Lovebird Eri Tidak Lagi Manajer

Profil Pengusaha Eri Purwanto 


 
Tren burung lovebird berdampak kepada hidup seseorang. Seorang pria berjulukan Eri Purwanto tidak lagi menjabat manajer. Memang cukup booming terutama di Semarang. Burung jenis paruh bengkok yang punya warna menewarn. Harga memang terbilang relatif terjangkau tetapi mudah dijual.

Di Semarang sudah banyak orang mencoba menangkar. Tidak banyak bisa bertahan lama. Butuh lebih dari sekedar hobi burung untuk melakukan. Salah satunya yang bertaha, ya siapa lagi, kalau bukan Eri yang sempat ditentang sang istri.

Selain bertahan juga bisa membuatkan kualitas. Padahal awalnya ia memulai dengan tempat yang sederhana. Suara kekehan burung lovebird terdengar cetar saat kau berkunjung ke rumahnya. Rumah Eri ada di perumahan Dempel Baru, Kec. Pedurungan, Semarang, sudah penuh dengan lovebird rapih dalam kandang.

Semua tersusun rapih di teras rumah menyambut para tamu. Lalu dipojokan rumah ada sangkar khsusus besar buat penangkaran. Pria berkumis tipis ini memang tidak menyangka alhasil menakjubkan. Padahal ia sendiri abnormal dengan dunia perburungan, apalagi lovebird. Hanya manajer perusahaan di sebuah perusahaan asing.

Namun menemukan potensi besar dibalik burung lovebird. Alkisah ia mendapatka inspirasi dari anak buahnya sendiri semasa menjadi pegawai. Ia heran kenapa anak buahnya tidak suka lembur. Setiap kali ditawari buat lembur malah gak mau. "Ternyata, dirumahnya punya peliharaan tiga pasang lovebird," tuturnya.

Dan sekali panen menghasilkan anakan. Sang anak buah menghasilkan 5- 6 tulur, dan bisa dihargai mencapai Rp.750 ribu hingga Rp.1 jutaan. Waktu itu lovebird belum sebooming sekarang masih jarang penangkar.

Akhir 2008 ia memutuskan buat menjajal potensi urusan ekonomi ini. Peruntungan buat menangkar burung lovebird buat dijadikan ladang bisnis. Bahkan Eri nekat keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Sempat mendapat saingan dari sang istri, Siti Eka Winarni, tetapi ia tetap ngotot percaya diri bisa taklukan lovebird.

Gigih meyakinkan istri bahwa lovebird cukup menghidupi mereka. Dorongan harus sukseslah membuat Eri membeli sepasang lovebird lutino. Harga beli waktu itu sepasang sudah mencapai Rp.12 juta. Beruntung ia menerima perlindungan istri sekarang. "Kemudian beranak, anaknya saya jual, saya belikan indukan lagi."

Bisnis berkembang


Ayah empat anak ini mengaku sudah memiliki lebih dari 30 pasang indukan. Dimana jenisnya sudah banyak mulai lutino, batman, violet, albino, palamas, hingga blorok. Pasangan indukan tersebut menghasilkan anak hingga 20 anakan sekali panen.

Tempat pun sudah tidak mencukupi. Burung segitu banyaknya di rumah Eri masih kurang. Masih ada lagi, ia menempatkan mereka di rumah sang mertua. Penghasilkan diakui hingga tiga kali lipat dibanding waktu ia bekerja dulu. Ia sendiri enggan menyebut berapa besaran uangnya.

Eri cukup menggunakan sangkar kecil buat beternak. Usaha beternak lovebird nya dimulai dengan ukuran sangkar 40x60. Soal perjodohan diharapkan sangkar khusus alasannya yakni sistemnya koloni. Maksudnya tidak bisa cuma satu- satu tetapi biarkan si burung sendiri memilih.

Untuk pemasaran sudah hingga luar Semarang, menyerupai Bekasi bahkan hingga ke Kalimantan. "Kalau di Kalimantan harga palamas masih tinggi," ungkap Eri.

Agar urusan ekonomi tetap berjalan kualitas tetap nomor satu. Meski urusan ekonomi penangkaran, setiap burung merupakan satu keturunan juaran berkualitas tinggi. Tidak salah kalau alhasil menuruni tabiat induknya. Harga menjadi relatif stabil. Karena lovebird booming, berarti harga jadi murah, makanya tidak bisa sembarangan.

"Saya hanya maen di trah khusus kekekan alasannya yakni harganya masih mahal," utasnya.

Berkat kegigihan dan rasa percaya diri membuatnya dikenal. Pria yang menerima julukan master lovebird asal Semarang. Namun usaha tidak semudah kami tuliskan disini. Utamanya menghadapi dilema yang ia sebut 3 M. "Tiga M, yaitu maling, mati, mabur (terbang)," Eri menerangkan.

Sebagai orang sukses berbisnis lovebird. Ia sering menjadi acuan buat memulai. Terutamanya di sekitaran Semarang dan beberapa kawasan sekitar. Menjadi acuan bagaimana menghasilkan lovebird juara. Menurut Eri semuanya biasa mulai makanan, sangkar bersih, serta memakai vitamin biasa.
Read More

Guru Menanam Jamur Tiram Asal Pekalongan

Profil Pengusaha Sukses Kasnawi 



Dia pernah bekerja menjadi pegawai perjuangan jamur. Sebuah perjuangan kecil- kecilan yang dilakukan tetangganya sebelah rumah. Lama kelamaan Kasnawi mulai jago soal merawat jamur tiram ini. Ujung- ujungnya pria asal Pekalongan, warga Dukuh Nolo, Desa Kalirejo, Kec. Talun, Kab. Pekalongan ini, memilih membuka perjuangan sejenis.

Kasnawai mengaku ternyata tidak semudah dibayangkan saat bekerja. Walau sudah pengalaman berbisnis itu ternyata susah butuh keseriusan. Tidak sedikit kegagalan dilalui ia hingga menempati posisi sekarang. Ia telah dikenal sebagai salah satu pengusaha jamur ternama.

Keuletan dan pantang mengalah menjadi andalan pria 24 tahun ini. Berlanjut perjuangan budidaya jamur di rumah sendiri berkembang. Dimulai semenjak tahun 2013, munurutnya diharapkan modal sekitaran Rp.3 jutaan. Awalan berusaha sudah termasuk menyediakan rak bambu. Untuk membangun ruangan seluas 2m x 5m di samping rumah.

Rak bambu tersebut digunakan untuk menempatkan baglog. Untuk awalan, ia menjelaskan, kau siapkan baglog siap panen. Tinggal pelajari lebih dalam bagaimana memanen bibit sendiri. Lama- lama Kasnawai jadi lihai dalam hal membuat kawasan menanam sendiri. "Pernah 700 baglog gagal semua. Sebab salah membuat media."

Sebenarnya mudah membuat media tanam sendiri. Namun diharapkan takaran tepat. Itulah kenapa diawal, ia sering mengalami kegagalan padahal materi bakunya mudah. Dia sendiri sekarang mahir membuat sendiri itu baglog.

Bisnis jamur


Ketika akan menanam bibit, ingat buat mencuci tangan pakai alkohol atau spirtus. "...begitu juga stiknya," ia menjelaskan caranya. Lokasi harus kau pastikan steril. Untuk bibit ia beli dari Purwokerto seharga Rp.9 ribu per- botolnya dan memakai 60 baglog. 

Perhatikan saat warna putih pada baglog. Jika putih bersih maka berhasil atau jamur tumbuh sehat. Spora akan turun dalam tempo 40 hari selepas ditanam. Kemudian kau menaruhnya ke ruang budidaya. Nanti ditunggu saja seminggu maka akan berbuah. "...dan seminggu kemudian siap dipanen," tutur dia.

Panen rata- rata mencapai 10kg. Tidak pasti 10kg loh. Biasanya antara 9- 12 kg juga bisa. Dia sendiri dapat dukungan dari istrinya, Rohyati, wanit 30 tahun yang telaten membantu memanen. Dia menyebutkan jumlah segitu masih kecil bahkan dibanding murid Kasnawi.

Perkilogram disebutkan dihargai Rp.9.000- Rp.10.000. Dalam sebulannya mereka mengantungi untung bisa mencapai Rp.2 juta- Rp.3 juta. Kasnawi bersyukur dan tidak jumowo (tinggi hati). Bersyukur balasannya cukup buat menyekolahkan dan ngasih makan anak- istri.

Untuk kendala tidak ada kendalah berarti terangnya. Hanya jikalau ekspresi dominan kemarau, ia harus rajin menyirami air ke tanah semoga tetap lembab. Kalau sudah masuk ekspresi dominan penghujan sih tidak perlu. Soal perawatan cukup dilakukan empat bulan sekali. Tujuannya mengganti baglog yang tidak produktif lagi. Diganti gres buat ia tanami lagi.

"...kami ganti 800 baglog setiap 4 bulan," paparnya. Kalau baglognya sudah tidak terpakai dapat dijadikan materi pupuk organik.

Masalah lainnya ialah pemasaran jamur. Awal sekali ia harus memasarkan sendiri. Kini, sudah banyak yang jadi pengepul. Orang dulu taunya semua jamur beracun. Kini orang sudah tau tidak semua. Dan beberapa jamur dapat dikonsumsi.

Mereka bersyukur bisa berkembang ibarat sekarang. Namun duduk perkara modal menjadi kendala keduanya berekspansi. Kalau mau menambahkan modal, Kasnawi siap bekerja keras lebih tetapi tidak modal dari bank. Alasan masih takut menjadi kendala dirinya mencoba bank. Pemkab sendiri pernah coba bantu tetapi kurang.

"Beberapa kali sudah ditawari bank, tapi saya tidak berani. Pemkab pernah bantu, tapi hanya alat untuk ngepres baglog. Tapi jikalau dana belum pernah," tutupnya.


Seperti penulis ceritakan diatas, Kasnawi punya murid, tidak cuma satu tetapi banyak berkat sosial media. Ia senang membuatkan kesuksesan. Tidak cuma berbisnis sendirian. Kasnawi rajin menyapa orang melalui Facebook miliknya. Para pembudidaya asal Doro, Petungpkriyono, dan Kandangserang berguru jamur dari Kasnawi disana.

Muri- muridnya lah yang bersama membuatkan akun. Akun Facebook berisi bagaiman kiat berbudidaya jamur. Tidak terbatas kalangan biasa, anak sekolahan juga, bahkan Sekolah Dasar pun aktif mencari tau budidaya jamur. Mereka calon pengusaha muda yang ingin memulai berbisnis budidaya jamur tiram.

"Siapa saja mau berguru saya terbuka," ia jelas.

Dua tahun sudah ia menjalani urusan ekonomi jamur. Soal pembuatan media tanam maka ia ahlinya. Bahan membuat baglog ia ajarkan kepada murid- muridnya: Serutan kayu hingga 3 kuintal, bekatul 15kg, kapur 2kg, dan pupuk TS 1kg. Itu dapat menjadi 800 baglog.

Namun tidak semudah itu membuat baglog sendiri pribadi sukses. Ia kan pernah bercerita dulu gagal 700 baglog. Pernah gagal lagi nih gagal hingga 400 baglog. Hingga bisa membuat hingga 2.500 baglog berhasil dan panen setiap hari. Memang sterilnya media termasuk proses menanamnya mempengaruhi.
Read More

Biografi Lo Kheng Hong Pemain Saham Terhebat Indonesia

Kisah Sukses Orang Miskin Maen Saham



Anak miskin maen saham. Jika dirunut kisah seorang Lo Kheng Hong tidak akan percaya. Bahkan jikapun kau bertemu sosoknya tidak berbeda orang biasa. Siapa sangka anak miskin itu kini memiliki aset Rp.2.5 trililun dari maen saham. Kisah Lo memang panjang sebab investasi saham memang butuh kesabaran.

Dia bukanlah pencari untung. Lo duduk kalem di taman erat rumah dibawah teduhan pohon kamboja dan pohon mangga. Pekerjaan beliau tidak mengantor, tetapi asik membaca 4 koran sekaligus, memeriksa laporan perusahaan dan data statistik pasar saham, tidak sibuk kan?

Kerjanya cukup 3 hal yang disebutnya RTI: Read, Thinking, dan Investing. Berkat kejeliaanya beliau bisa menghasilkan uang tanpa bekerja. Menghasilkan jutaan dan uangnya bisa digunakan berkeliling 5 benua. Ia menyebutkan setidaknya dua kali dalam setahun ke luar negeri.

"Biasanya saya bepergian bersama istri dan belum dewasa saya. Di sana kami tinggal di hotel saja, lalu jalan-jalan. Saya orang yang bebas, tidak punya bos dan tidak punya karyawan," utasnya kepada SWA.co.id

Mulai dari nol


Keberuntungan menghinggapi mereka yang sabar. Lo merupakan sulung dari 3 bersaudara hidup sangat- sangat sederhana. Beruntung beliau bisa melanjutkan kuliah Sastra Inggri ke Universitas Jakarta, dan tentu sambil bekerja tentungnya.

Sedikit menggambarkan seberapa miskin dia. Lo bercerita keluarga mereka tinggal di tempat terpencil. Jarak rumah hingga 30km dari Kota Pontianak. Orang renta Lo bekerja sebagai pemecah kelapa. Pekerjaan yang memakan waktu mereka seharian. Dari terbit matahari hingga senja mereka bekerja menghidupi keluarga.

Ia bercerita lama- lama orang tuanya bosan. Mereka merantau ke Jakarta tidak membawa bekal apapun. Ia tidak ingat. Di Jakarta, mereka alhasil bekerja di toko, kemudian ya barulah melahirak Lo Kheng Hong. Rumah mereka sederhana sering kena banjir dan tanpa platform. Singkatnya Lo dapat lulus SMA kemudian bekerja.

Orang renta Lo tidak memiliki uang buat menguliahkan. Tidak patah semangat mirip penulis ceritakan diatas, Lo memilih bekerja. Dia bekerja sebagai tata perjuangan di Bank Swasta. Sambil bekerja dirinya menguliahkan sendiri hingga lulus. Tidak cuma kuliah sisa uang didapatkan kemudian sisihkan lagi.

Selama 17 tahun bekerja sudah disisihkan beberapa lembar. Uang tersebut Lo nekatkan masukan ke pasar saham.

Sejak 1979 beliau berkuliah malam sambil bekerja di pagi hari. Ia menjadi pegawai tata perjuangan PT. Overseas Express Bank (OEB). Dia ingat betul uang masuk kuliah Rp.50 ribu, sedangkan uang bulananan cuma Rp.10 ribu. Tahun 1989 ia mulai menjadi investor saham pertama kali. Waktu itu umurnya sudah 30 tahun tidaklah muda lagi.

Jika dibandingkan Warren Buffett, Lo bisa dibilang kalah umur, sebab Warren Buffett memulai saham semenjak umur 11 tahun. Tidak dilema sebab semenjak awal niatnya bukan menjadi dia. Bekerja puluhan tahun tetapi ia tidak pernah naik jabatan. Lantaran perusahaan tidak melaksanakan ekspansi siginifikan jadi ya tidak ada jalan.

Sebagai adegan tata perjuangan diceritakan gajinya paling kecil. "Dan, modal saya berinvestasi saham pun hanya dari gaji," imbuh Lo. Kelebihan Lo ialah beliau mau hidup hemat buat berinvestasi. Uang dipunyai sedikit ia pribadi belikan saham. Kalau orang dapat uang dikonsumsi maka beliau tabungkan cuma bentuknya saham.

Jika orang asik tengah mencicil mobil, maka Lo tengah asik mencicil perusahaan. Meski telah beraset triliun hingga sekarang beliau masih asik memakai kendaraan beroda empat berusia 10 tahun. Ia berinvestasi saham sebab kepincut atas capital gain besar. Kalau saham IPO waktu itu dijual seharga Rp.7.250, kok tidak lama sudah jadi Rp.35 ribu.

Bayangkan untungnya hingga 400%. Awal investasi saham, ia ingat menggelontorkan uang Rp.10 juta, beliau cuma dapat beberapa lot waktu itu loh. Tetapi sedikit nilai naik begitu juga nila aset Lo. Saham pertama kali Lo Kheng Hong beli ialah PT. Gajah Surya Multi Finance ketika IPO.

Waktu pertama kali memulia beliau sempat gagal. Dia bercerita bagaimana lelahnya beliau mengantri. Dia antrean panjang di Gedung BDNI Hayam Muruk. Nah ketika sudah lisiting, saham sudah ditangan, eh kok harganya malah turun drastis. Alhasil beliau harus jual semua saham dibawah harga beli waktu itu.
Dia berguru otodidak. Dia memiliki setidaknya 40 buku Warren Buffett. Yang mana bukunya sudah dibaca 4- 5 kali. Masuk tahun 1990, ia pindah ke Bank Ekonomi adegan pemasaran, diman setahun menjadi kepala cabang. Di tahun 1996 sempurna 17 tahun dirinya bekerja di perbankan. Ia memutuskan berhenti bekerja buat saham.
Keputusan gila tetapi bekerja. Alasan utama kenapa berhenti kerja sebab return berbisnis saham lebih dari pendapatan. Lumayan begitu kata Lo. Tidak memilih obligasi sebab returnya kecil. Tidak pula beliau pernah masuk ke reksa dana. Alasannya sebab uang dikendalikan orang lain. Bagaimana kalau orangnya tidak jujur dan sebagainya.

Manajer investasi tidak jujur sudah banyak. Ia menekankan bahwa maen saham justru lebih unggul. Dia tidak pula bermain emas. Alasan utama sebab emas tidak produktif. Penjelasan singkat Lo, kau membeli 1kg emas maka sepuluh tahun tetap 1kg emas. Tidak pula membeli dollar. Alasan satu ini terdengar sangat baik loh.
Menurutnya orang membeli dollar berharap krisis, berharap Indonesia mengalami keburukan, negera diharap tidak stabil, biar rupiah lemah dan untung cepat. Sedangkan saham kebalikannya orang tidak mengharap keburukan. Kamu menganalisa dan berharap kinerja perusahaan membaik sehingga menunjukkan untung.

Lo juga menyarankan kau jangan menabung di Bank. Pasalnya bunga kecil tidak menghasilkan untung. Ia sendiri menyimpan seperlunya tidak semua. Bagaimana dengan deposito? Tidak pula pilihan, ia menyebut bahwa ketika deposito ketika inflasi dengan bunga kecil sama saja miskin pelan- pelan.

Dalam sebelas tahun belakangan contohnya bursa efek tumbuh. Sejak bom Bali 2002 IHSG telah naik dari 330 jadi 5251 pada Mei 2013. Ada saham hingga naik seribu persen. Pernah beliau membeli saham dari perusahaan petrokimia seharga Rp.200, pada tahun 2008 malah turun jadi Rp.60, tidak dijual tetapi malah beli.

Dia membeli makin banyak hingga pada tahun berikutnya harga naik jadi Rp.600. "...dan saya menjualnya," ia berujar.

Investor bukan pengusaha


Dia mengakui dirinya sebagai investor. Menurut Lo, investror nafasnya harus panjang buat bermain hingga bertahun tanpa berhenti, hingga menghasilkan nilai. Seorang investor berarti berpengaruh secara modal. Maka ia menyarankan jangan memakai uang hutang atau uang sehari- hari sebagai investasi bursa saham.

Contoh konkret kenapa bukan uang sehari- hari. Lo Kheng Hong pernah dikabarkan rugi besar hingga uang tinggal 15% pada krisis 1997- 1998. Namun beliau tetap membeli saham meski posisi rugi. Dan hasilnya uang berbalik ketika ekonomi membaik. Bahkan nilai asetnya berlipat semenjak 1998 hingga tahun 2013 lampau.

Pekerjaan Lo sebagai investor ialah mencari saham "salah harga" di bursa. Ia menggunakan taktik yang sangat sederhana beli paling murah tetapi paling bagus prospeknya. Kemudian kau simpan, menunggu sabar, hingga si bursa saham sadar bahwa saham itu terlalu murah dan naik ke harga seharusnya tertulis.

Disinilah kau menerima keuntungan. Ia menjelaskan 90% investor tidak tau apa yang mereka beli. Dia melanjutkan investor kebanyakan mirip membeli kucing dalam karung.

Contoh lagi ketika Lo membeli saham PT. Multibreeder Adirama Indonesia Tbk, perusahaan ternak ayam terbesar kedua seharga Rp.250. Dia dapat 8,28% saham di pasaran atau senilai 6 juta. Total lembar saham di pasaran mencapai 75 juta. Nilai perusahaan Rp.250 kali 75 juta atau setara Rp.18,75 miliar.

Padahal kalau dihitung untungnya mencapai Rp.106 miliar. Banyak investor tidak sadar. Alhasil ketika beliau asik menyimpan dan menjual, harganya sempurna naik hingga Rp.31.500 di tahun 2011 -an. "Saya memperoleh untung 12.500%," jelasnya.

Ia pernah memiliki 850 juta lembar saham PT. Panin Financial Tbk. Dimana beliau membeli sewaktu harganya masih Rp.100. Sukses dalam 1,5 tahun harga sudah naik Rp.260 per- lembar, bahkan masih terus naik jadi Rp.300 per- lembar. Bicara perihal hasil maka properti pertama beliau ialah rumah tinggal di Green Garden.

Ini hanya dari investasi pasar saham loh. Dia membeli semenjak Januari 1994, dimana pada 1993 beliau sudah bisa menghasilkan uang cukup buat membeli rumah. Dia ingat betul ini merupakan hasil penjualan saham PT. Rig Tenders Indonesia, perusahaan pelayaran, dimana harga beli Rp.800, dan dijualnya seharga Rp.1.300 per- lembar.

Waktu itu pasar saham liquid. Dia tidak punya apa- apa. Hanya satu saham tersebut dipertahankan sebab ia memang tidak punya banyak uang. Waktu itu pasar saham tengah booming. "Saat itu saya tidak beli banyak," ia lanjutkan. Untung kejeliannya tepat. Sekarang beliau bahkan sudah punya apartemen di Pantai Mutiara dan vila di Cisarua.

Tidak ada properti disewakan. Ia menganggap dirinya ialah investor saham. Baginya membeli saham sudah cukup dibanding menyewakan apartemen.

Bekerja sambil tidur


Angka aset Lo Kheng Hong tidak pasti. Angka diatas bisa saja lebih atau kurang. Namun yang pasti dalam sebuah sesi seminar ketika ditanya: Dia mengatakan hasilnya cukup buat seumur hidup. Soal besaran aset yang beliau pegang dan aset saham. Maka beliau memiliki lebih banyak uang di bursa dibanding berupa aset nyata.

Bahkan beliau menyebut rumah, apartemen, vila, hanyalah 1% dari kekayaan. Kini beliau sendiri sudah tidak terlalu aktif mirip membeli saham IPO. Cuma membeli saham yang diperdagangkan di bursa saja. Ia lebih memilih membeli saham perusahaan kerikil bara, kan sedang banyak jatuh dan harga bisa dibeli murah meriah.

"Saat ini saya memiliki lebih dari 20 emiten, salah satunya ialah saham PT. Petrosea Tbk yang dikala ini kepemilikannya telah mencapai sekitar 9%," ujarnya.

Dia tidak pernah punya target soal saham. Menurutnya bursa saham tidak dapat diprediksi. Hari esok bagi seorang investor ialah misteri. Yang pasti beliau selalu membaca anual repot dari saham- saham miliknya. Ia akan menemukan bidang usaha, laba usaha, keuangan, pemiliknya, direkturnya dan komisarisnya.

Tidak membeli kucing dalam karung. Yang Mahakuasa memang Maha Pengampun. Tetapi bursa efek tidak mengenal kata ampun kepada orang yang tidak tau apa yang mereka beli.

Yang pasti beliau tidak cuma memiliki saham beruntung besar. Ia juga hebat dalam hal mengambil saham yang digoreng. Uniknya beliau bukanlah tipikal investor yang sepanjang hari melototi bursa efek. Lo bahkan tidaklah melengkapi diri dengan gadget ataupun aplikasi mutahir.

"Investor saham kebanyakan ikut- ikutan tidak tau apa yang dibeli," imbuhnya. Ia menyebutkan semakin cepat panik investor, pertanda ketidak tauan.

Ayah dua anak ini memilih menjadi investor jangka panjang bukan seorang trader. Obsesinya perihal saham tergambar dari bentuk kekayaan, yang ia sebut hampir seluruhnya saham. Dia punya dana cash 15% buat jaga- jaga ketika krisis. Kalau krisis uang itu akan buat dibelikan saham lagi lah.

"Saya tidak bekerja, saya tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak pula punya karyawan seorang pun, dan tidak punya bos," ujarnya bangga, cuma punya seorang sopir dan pembantu.

Sudah 22 tahun beliau bermain saham Umurnya sudah kepala lima dan masih terus berkarya. Tidak cuma jadi investor tetapi juga mengedukasi orang Indonesia buat ikutan saham. Kenapa memilih saham sebab tidak lah capek mirip sektor rill. Orang banyak tau orang rugi, jatuh miskin sebab saham, bahkan hingga bunuh diri juga.

Tetapi kebanyakan orang tidak tau ada Warren Buffett. Untung bermain saham lainnya ialah kita tidak kerja. Yang bekerja ialah mereka para direksi, eksekutif, komisari, manajer. Istilah kerennya tidur saja bisa dapat duit. Banyak waktu bebas diakui Lo dimiliki sehari- hari, tetapi bukan tanpa terus berguru loh.

Mereka pemilik saham yang dapat untung. Sementara pegawai bahkan eksekutifnya cuma dapat sisanya. Soal memilih perusahaan baik yaitu perhatikan manajemen, terus manajemen, kemudian administrasi lagi, dan barulah lain- lain. Janganlah membeli sesuatu yang kau tidak tau.

Ia menyebut sektor sepatu, garmen, dan tekstil kurang menarik. Justru pakan ayam serta kelapa sawit lebih menggiurkan. Kan banyak orang makan ayam? Selain itu dampak negatif ayam juga kecil. Ayam menjadi satu makanan pilihan ketika daging sapi mahal, juga mudah diternakan.

Kemudian beliau mengisaratkan ada empat jenis perusahaan: Perusahaan yang untung terus, perusahaan yang rugi terus, ada yang untung besar terus stagnan, adapula perusahaan tumbuh meski kecil tapi stabil. Inilah perusahaan ke empat yang Lo target cari di pasar saham. Kalau lima tahun kedepan tumbuh belakangan akan baik.

"Kalau sudah lima tahun berturut- turut tumbuh, tandanya sudah super company," imbuh Lo.

Harga Rp.200 jangan dibilang murah dibanding harga Rp.70.000, tergantung emitennya. Memang baik membeli saham yang dibawah harga itu sangat potensial kedepan. Untuk waktu lebih enak ketika ada krisis mirip Eropa, Yunani, dan Amerika.

Lo memang lebih suka bekerja di taman. Padahal beliau banyak ditawari kantor olah para milinuer Indonesia. Ia malah memilih taman rindang dengan banyak pohon. Kegiatan setiap hari terutama di pagi hari mencari info perihal emiten. Membaca surat kabar senilai 480 ribu per- bulan. Dia juga mengliping artikel penting buat pribadi.

Tidak hingga disitu, ia akan memlototi isu dari BEI, dimana beliau menerima isu past perihal perusahaan melantai di pasar saham. Minimal beliau membaca 100 pengumuman keterbukaan isu dalam halaman web BEI sebagai arsip pribadi.

Investasi susah gampang


"Buy on weakness. Be greedy when others are fearful. Be fearful when others greedy," pepatah lama Lo.

Ia mengibaratkan hidupnya ingin mirip Warren Buffett, bukan Bernard Madoff. Itulah mantan bos bursa NASDAQ yang tidak dapat mengelola uang nasabah. Menunjukan bahwa beliau cuma paham teori sjaa bukan praketknya.

Pasar saham pun bukan soal berapa uang dikeluarkan. Orang mengeluarkan uang puluhan juta buat kuliah lalu jadi pintar. Kalau bursa saham masuk ke dalam, keluar uang miliaran, keluar bukannya berakal malah jadi makin bingung. Pintar teori saja tidak cukup bagi investor. Maka bacalah laporan keuangan emiten satu per- satu.

Ia menyebut dirinya 100% fundamental. Dia selalu lihat administrasi dan pertumbuhan perusahaan. Kalau ia mengistilahkan teknikal cuma grafik semua diabaikan. Total 400 emiten di pasar banyak yang fundamental bagus, tetapi banyak orang terjebak. Orang sibuk ketika tidak sesuai perhitungan kira- kiranya satu hari.

Jangan percaya kalau iklan bilan tetap untung. Sekelas Warren Buffett saja tetap merugi ketika terjadi krisis di Amerika. Dia tipikal yang akan keep kalau benar bagus. Kalau kiranya dilepas maka beliau akan memilih ia melepas, untung hingga 300% per- bulan.

Filosofi hidup Lo Kheng Hong ialah menjadi kaya sambil tidur. Status perusahaan sahamnya beliau telah beli menjadi sobat tidur. Ketika beliau tidur maka perusahaan akan bekerja untuk dia. Menjadi kaya sambil tidur butuh kecermatan dan emiten bagus. Lo masih sempat tidur delapa jam sementara orang lain lembur kerja.
Read More

Pedagang Telur Bebek Slamet Kisah Kuli Naik Haji

Profil Pengusaha Slamet Daroini 


 
Ketika krisis moneter justru banyak orang kaya baru. Banyak pengusaha bangun dari keterpurukan dan jadi lebih besar. Adapula pengusaha yang gres merintis dikala krisis menerap. Begitu pula sosok Slamet Daroini, siapa orang mengenal namanya dulu. Kini, beliau dikenal sebagai salah satu pengusaha wangsit kita semua.

Warga Ponggok Blitar bangun dikala dalam himpitan. Krisis moneter makin membuat hidup keluarga Slamet terjepit. Bahkan mungkin hampir gepeng. Tahun 1997, iseng Slamet mulai mengangon bebek, kemudian jadi urusan ekonomi lumayan menghasilkan. Awalnya beliau cuma menyebabkan ini perjuangan sampingan penyambung hidup.

Beternak angsa dimulai dengan 178 ekor bebek. Kandang sempurna dibelakang rumah milik Slamet. Sederhana sekali memang perjuangan dijalankan beliau waktu itu. Pria yang juga berprofesi kuli angkut tebu ini sekarang sudah jadi pengusaha telur bebek.

Bisnis bebek


Kenapa memilih angsa ada taktik tersendiri. Ia ungkapkan dilema sangkar gampang. Dikategorikan yang paling murah dibanding unggas lain. Tambahan lain angsa tidak mudah terserang penyakit. Untuk bebeknya beliau menernakan angsa jantan jenis peking dan betinya dari angsa jenis lokal.

Waktu itu beliau bercerita harga telur angsa relatif murah. Ketika masuk 1998, kriris moneter melanda, dan jadi telur angsa naik drastis. Kalau sebelumnya hanya Rp.250 per- butir menjadi Rp.600 per- butir. Untunglah beliau bisa mengimbangi produktifitas bebeknya.

Semakin produktif pundi- pundi uang dihasilkan makin menjanjikan. Peluang urusan ekonomi angsa bagi Slamet masih terbuka lebar. Coba mencari keberuntungan lain, Slamet mencoba jadi pengepul telur angsa dari beberapa peternak lain di kampung halaman.

Slamet juga orangnya nekat meminjam bank. Beda dengan sahabat sesama peternak bebek. Dia nekat pinjam uang ke bank untuk meningkatkan jumlah sangkar angsa serta pakan. Pertama kali seumur hidup beliau pinjam uang hingga Rp.15 juta. Karena sudah kejadian Slamet makin bekerja keras untuk membayar hutang.

Dia harus sukses. Karena kepepet membuat beliau semakin giat kerja. Hutang yang seharusnya menjadi beban malah membawa keuntungan. Bisnis dijalankan Slamet berjalanan lancar. Bahkan Slamet dapat mengangon angsa hingga 3000 ekor bebek.

Dari nol

Jika melihat kebelakang beliau bersyukur. Walau begitu beliau sempat dianggap gila. Lantaran beliau memilih keluar dari pekerjaanya di PTPN XXI. Dia lantas membeli itik buat dibawa ke kampung halaman. Waktu bekerja dulu beliau bekerja musiman. Bekerja waktu itu dikala ada demam isu gilingan, jadi sambil menggiling beliau berusaha.

Selepas cukup mapan barulah beliau keluar total. Tahun 1999/2000 -an, beliau resmi mengundurkan diri melalui surat pengunduran diri. Tahun 1997/1998, beliau fokus beternak di kampung halaman, Kebonduren, Ponggo, Blitar, dimana banyak tetangga gagal beternak angsa maupun ayam.

Nah, beliau melihat peluang, kenapa ternak tetangga tidak dikembangkan. Ia mulai membeli angsa tetangga dengan cara berhutang bank. Lambat laun usahanya cepat berkembang berkat ketekunan. Ia mengkisahkan bagaimana tetangga menjual angsa dan ayam murah meriah, dan Slamet lah penampung utama mereka.

Berbekal hutang tersebut diambil alih angsa mereka. "Saya beli dengan uang tunai," ujar Slamet. Dia ambil hutang jangka panjang hingga 4- 5 bulan. Disela waktu sambil memutar otak bagaimana melipat gandakan. Bak pengusaha mapan beliau mengambil alih 186 ekor bebek. Kemudian ditempatkan tanah lapang belakang rumah.

Karena krisis harga mahal termasuk pakan. Dengan sekuat tenaga beliau mencoba mengakali biaya pakan. Dia cuma berharap bebeknya berkembang dan harga membaik. Bermodal ampas ketela olahan gambyong urusan ekonomi Slamet bertahan. Tidak membeli dedak atau kaspe, beliau memilih sisa gambyong sebagai makanan bebek.

Tidak mudah baginya menjalankan urusan ekonomi di kala kriris moneter. Beruntunga ketakutan Slamet perihal angsa akan mati tidak terbukti. Meski diberi makan makanan tak bergizi. Nyatanya bebek- angsa Slamet tetap bisa berkembang. "Memang enggak ada gizinya. Bebek pun menyerupai akan jatuh," kenang Slamet.

Beruntung dua bulan berselang harga telu naik. Akhirnya beliau bisa memutar uang kembali, kemudian dibeli pakan angsa lebih bergizi. Selama dua bulan tersebut beliau mencatat hasil 600- 700 butir telur. Masuk tahun 1997, harga telur mentah mencapai Rp.155 per- butir, disisi lain harga pakan dari Rp.187 turun menjadi Rp.48,5kg.

"Alhamdulillah saya bisa bayar hutang sekitar 2 bulannya," imbuhnya. Bahkan dalam 4- 5 bulan Slamet sudah bisa membayar hutang membeli angsa tetangga.

Meski gila ternyata beliau menerima bantuan keluarga. Mungkin sebab bekerja menjadi kuli tebu bersifat musiman. Dan terbukti meski sedikit menghasilkan bisa memberi makan. Hasilnya ternyata membuat istri Slamet bangga. Dia bisa menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Sudah sukses membayar hutang dan untung semakin banyak. Slamet tidak tinggi hati. Malah beliau semakin giat mencari tau perihal bebek. Fokusnya bagaimana membuatkan perjuangan ternak angsa petelur. Dia berguru sahabat serta link bisnis. Maksudnya semoga telur naik tetap dibeli banyak, dikala turun Slamet beri harga turun; tetap stabil.

Kepercayaan bagi Slamet yakni mahal. Kepercayaan akan sahabat kerja serta konsumen terus dijaga. Soal urusan ekonomi memang tidak melulu soal pendidikan. Kepercayaan menjadi andalan Slamet sukses meniti dari nol. Ia semakin aktif bahkan ikut memberi penyuluhan tingkat desa Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.

Ia menghasilkan ribuan angsa dan telur. Penjualan telur Slamet tidak lagi memakai motor. Tetapi seminggu beliau bisa mengirim telur hingga empat truk ke Jakarta dan Banjarmasin. Satu truk menurutnya berisi 90.720 butir. Berhasil membuat Slamet dikenal sebagai juragan telur bebek. Dia membuka lapangan pekerjaan buat yang lain.

Dia dibantu 12 orang pekerja. Sudah memiliki alat mixer buat membuat pakan sendiri. Maksudnya semoga bisa menekan biaya pengeluaran. Dia dapat mesin dari pemerintah setempat. Usaha angsa bersama tersebut beliau lantas beri nama Nova Bersaudara. Bahan pakan angsa campuran katul, kebi, kremis dan karak atau aking.

Pakan didapatkan dari Kabupaten Pati, Brebes, dan Mojosari. Biaya pakan perhari mencapai Rp.50 ribu. Ia menyebutkan 50 ribu buat seratus ekor, maka tinggal kalikan saja. Sehari buat 3000 ekor Nova Bersaudara membutuhkan uang Rp.1,5 juta per- hari.

Sehari beliau bisa memproduksi 1.800 telur. Tidak cukup memenuhi pesanan, Slamet akan meminta dari peternak lain. Untuk seminggu UD Nova Bersaudara bisa mengirim empat kali pengiriman ke Jakarta dan Banjarmasin. Desan tempatnya sendiri terdapat 117 peternak. Dia membeli telur Rp.1.050 per- butir dari mereka.

Berkat ketekunan omzet dicapai Slamet hingga puluhan juta. Spesifiknya UD Nova Bersaudara beromzet hingga Rp.50 juta. Dia mempekerjakan 12 pegawai berupah antara Rp.700 ribu hingga Rp.900 ribuan. Ia memiliki komposisi pakan katul dan kebi masing 400 kilogram, kremis dan karak masing 200 kilograman.


Dia dulu bekerja sendiri sekarang sudah punya pegawai. Juga memilik rekan kerja sesama peternak angsa di kampung. Pada hari ahad perjuangan Slamet akan libur. Berkat kegigihan kini namanya dikenal sebagai H. Slamet. Sosok ramah ini memang telah menjadi kebangganaan Pemkab Blitar.
Read More

Menjual Bandeng Cabut Duri Untung Muslim Semarang

Profil Pengusaha Sukses Muslim 



Tidak mudah bagi Muslim memulai usaha. Namun tekat menjadi pengusaha menghantarkan sosoknya ibarat sekarang. Dia dikenal sebagai pengusaha bandeng cabut duri. Bukan perkara mudah sekali lagi, ia pernah bekerja menjadi kuli panggul, cleaning service, menjajal jualan bakso, kemudian urusan ekonomi pengiriman paket.

Semua dilakoni Muslim guna memenuhi kebutuhan keluarga. Selain, memenuhi hasratnya menjadi pengusaha sukses, siapa sangka setelah tiga tahun barulah berasa sukses. Muslim mau bekerja apapun. Hingga ia mulai menggeluti urusan ekonomi bandeng. Inspirasi urusan ekonomi berkat ketrampilan yang ditularkan sahabat asal Rusun Kalegawe.

"Karena saya ingin belajar, saya hingga ikut juga mengantarkan pesanan (bandeng)," imbuhnya. Mulai lah ia mencar ilmu seluk beluk bandeng cabut duri. Selepas paham betul ia lantas mengajak beberapa sahabat membuka perjuangan ini.

Sayang tidak kecocokan membuat mereka bubar. Muslim memilih berbisnis bandeng cabut duri sendiri. Ia cuma berpikir perjuangan tersebut belum banyak di Semarang. Bermodal uang tiga jutaan ditambah tekat berpengaruh jadi tenaga pelengkap Muslim.

Bisnis nekat


Dia cuma berbekal peralatan seadanya buat cabut duri. Uang Rp.3 juta dibelikan 10 kilogram ikan bandeng. Lalu ia mencabut durinya lewat teknik khusus. Selesai ia lantas memasarkan produknya lewat program arisan atau pertemuan warga. Lambat laun perjuangan dijalankan Muslim dikenal masyarakat.

Pembeli tidak cuma orang Semarang, hingga luar kota. Usaha tersebut memang masih gres lantaran bangkit pada 2013 silam. Meski begitu perjuangan ini jangan dipandang sebelah mata. Jika awal hanya mengolah 10kg sekarang ia mengolah 65kg bandeng cabut duri. Bandeng tersebut lantas dipasarkan ke Pasar Kaligawe, Semarang.

Muslim tidak memakai jasa pemasok. Kalau kau mau menjadi penjual baiknya datang langsung. Makara mampu memilih pribadi bandeng berkualitas dan barapa banyak dibutuhkan. Proses produksi masih memanfaatkan rumah sendiri. Dia sendiri memilik target membuka pabrik bandeng cabut duri sendiri.

Ia membuka daerah lagi tepatnya di sebelah timur rumahnya. Dia dibantu empat orang karyawan. Tugas mereka berbeda- beda mulai membersihkan ikan, menyembelih ikan dan membersihkan kotoran, mencabut duri, hingga ke pengemasan di freezer.

Tips memilih bandeng ialah masih segar, tidak terlalu kenyal ataupun gembur, lalu mata ikan juga tidak merah. Jika dulu sendirian bekerja dari pagi menjelang hingga larut malam. Kini, dibantu karyawan, usahanya gres dimulai pukul 9 pagi, istrihat pukul dua belas, lalu dilanjutkan kembali pukul setengah satu hingga setengah lima.

Bagi Muslim apa dikerjannya dimasa lalu ialah kewajiban. Bagi kau mau jadi pengusaha sukses harulah bekerja keras. Tidak mengenal kata libur. Adalah kewajiban memastikan permintaan pelanggan. Rajinlah berpromosi meningkatkan pengetahuan masyarakat ihwal produk kita.

Usaha ini menang tender mengirim ke RSUP Dr. Karyadi, juga sudah masuk dua restoran di Semarang, dan masuk pasar tradisional. Ekspansi urusan ekonomi Mulsim termasuk nuget bandeng yang dipesan RSUP Dr. Karyadi baru- gres ini. Produk nuget karyanya mencapai 30- 35kg.

Meski sudah sukses problem juga ada. Termasuk bagaimana mensinergi usaha, termasuk dengan pemerintah, kemudian startegi urusan ekonomi mendatang, bagaimana menata keuangan dan lainnya. Dia mengaku butuh seorang konsultas bisnis. Bandeng cabut duri dibutuhkan ia menjadi oleh- oleh khas selain bandeng presto.


Usaha dilakoni Muslim bukan tanpa hambatan. Namun pemberian istri terutama, Bu Fikri, membuat ayah dua anak ini tetap maju. Ketika ditemui mahasiswa magang sang istri tengah membantu. Waktu itu ia tengah jadi pengganti pegawai yang sedang pulang kampung. Pengusaha 32 tahun ini merupakan warga Tambakaji, Ngaliyan.

Muslim mengaku keluarga merupakan faktor utama. Awal usahanya untuk menghidupi keluarga. Mulai dari menyekolahkan anak dan hidup tenang. Dengan pemberian keluarga usahanya tumbuh stabil. Meskipun telah sukses ia tetap sederhana.

Omzet Muslim mencapai Rp.50 juta per- bulan. Faktor sukses seorang Muslim ialah konsisten, terutama soal kualitas produk, termasuk bertanggung jawab kalau terjadi problem dipengiriman. Bahkan Muslim berani mengganti kalau ada masalah. Merajakan pelanggan ialah cara Muslim memenangkan hati pelanggan.

Kendala lain yaitu dimana pada bulan sembilan dan delapan susah dapat ikan. Harga ikan juga naik di bulan tersebut.

"Teruslah mencar ilmu dan mencoba serata jangan takut gagal. Kegagalan bukanlah final dari segalanya" saran dari Muslim.
Read More