Meyakinkan Orang Tua Tidak Mau Kaprikornus Pegawai Hot Varian

Profil Pengusaha Bandi Simarmata 



Bandi bukan pengusaha pertama yang menolak impian orang tua. Sama halnya orang bau tanah biasa, mereka cuma mau yang terbaik dirasa bagi anaknya. Itulah kenapa mereka berharap Bandi Simarmata akan jadi pegawai kantoran.

Mereka ingin Bandi menjadi pegawai ataupun PNS. Namun, ketika itu, matanya sudah tertuju di bidang lain yaitu otomotif. Ia mengingat kenapa gandrung terutama kepada motor. "Sejak kecil saya senang dibonceng di motor keliling desa oleh Bapak," kenang Bandi.

Suatu hari saja tidak diajak naik motor. Bandi kecil akan merengek minta naik. "Saya ingin diajak jalan- jalan," tuturnya.

Pria kelahiran Desa Batu Marta, Ogen Komering Ilir, Sumatera Utara, yang mana masuk SMA semakin beliau menjadi berhobi motor. Diam- membisu beliau menabung mengumpulkan uang. Lantas beliau belikan motor skuter biar masuk klub vespa Kota Palembang, King Blues Scooter (KBS).

Dia senang kumpul bareng teman. Mereka akan touring keliling beberapa kota. Pria kelahiran April 1980 ini mengaku gembira.

Bisnis pertama

Masuk kuliah hasratnya akan motor tak pupus. Lulusan SMA, beliau pribadi berangkat ke Palembang, masuk Universitas Muhammadiyah mengambil Jurusan Hukum. Sibuk kuliah tidak membuatnya lupa menikmati tiap hari bersama skuter.

Sampai lantas mulai bepikir bagaimana kalau dijadikan urusan ekonomi saja. Waktu itu ia berpikir enak kalau membuka perjuangan bengkel di kampung. Bandi yakin alasannya yaitu kampungnya banyak anak muda suka motor tetapi sedikit bengkel perawatan. Tahun 2004, beliau resmi lulus kuliah, dan memantapkan diri mengejar urusan ekonomi pertamanya.

Inilah ide Bandi memulai perjuangan modifikasi, variasi, dan jualan aneka aksesoris. Ia bahkan merambah hal lain yang masih dalam lingkup urusan ekonomi otomotif. Pemuda berdarah Batak itu lantas menemui kerikil sandungan pertamanya, yaitu orang tua.

"Sampai lima kali saya memohon- mohon supaya bapak dan ibu mau merestui impian saya membuka perjuangan sendiri," utasnya.

Tidak sia- sia mereka oke Bandi jadi pengusaha. Bahkan mereka memberi uang saku supaya beliau bisa jadi mandiri. Mereka menyampaikan suntikan modal Rp.13 juta. Uang tersebut tidak disia- siakan Bandi, pribadi beliau tancap gas.

Bandi lantas berangkat ke Jakarta. Dia membeli aneka kunci, aksesoris, segala keperluan bengkel kecilnya di kampung. Sebagai orang masih hijau, mata Bandi terpana melihat lautan barang- barang otomotif di depan mata. Mulai benda yang tidak tau kegunannya, hingga benda yang sama sekali belum lihat.

Ia mulai menyadari ilmu bekal dari sahabat klub tidak cukup. Tidak patah semangat, ia mulai dari nol berguru akan hal baru. Bandi menyambangi penjual di Jakarta. Mulai berguru wacana barang- barang yang dijual oleh mereka.

Singkatnya perjalanan di Jakarta membawa tidak cuma barang. Tetapi beliau dapat ilmu hingga barang bawaan beliau lebih variatif. Pertama kali buka orang resah menebak jasa apa ditawarkan Bandi.

Bisnis bengkel hot


Nama urusan ekonomi Hot Variasi menyampaikan bukan sekedar memperbaiki sepeda motor. Dia menjadi pionir dalam hal variasi dan modifikasi. Ada pepatah kuno, "tak kenal maka tak sayang". Orang kampung menatap absurd apa dilakukan Bandi; mereka balasannya mencemooh dia.

Butuh waktu hingga orang mampir ke bengkel kecilnya. Di tempat berjulukan Batu Marta, begitu jauh butuh waktu lama kalau mau ke Palembang. Pantas mereka tidak paham akan hal gres dipamerkan Bandi. Cukup menguras kesabaran memulai perjuangan bengkel di tempat kecil.

Tidak disangka ketika bengkel itu mulai berjalan. Justru bengkel dilalap api terbakar habis. Hancurlah pikir Bandi sesaat. Untunga beliau segera bertidak menyelamatkan barang di dalam bengkel. Meski terselamatkan tapi tempatnya berbisnis ludes terbakar.

"...waktu dan kesuksesan tidak akan menunggu saya," batin Bandi. Dia lantas bangun tidak mau terpuruk lama. Kesuksesan masih belum direngkuh dari bengkel Hot Variasi ini.

Kesuksesan Bandi menjadi pionir segera diikuti orang lain. Mulailah persaingan ketat antar bengkel variasi menunjukkan layanan. Bahkan tidak sedikit bermain curang, mereka membajak pegawai Bandi dengan diberi iming- iming gaji besar.

"Buat saya, itu yaitu momen paling buruk dalam perjuangan saya," ujarnya prihatin. Perang harga pun tidak dapat dihindarkan di kota kecil tersebut.

Tepatnya tahun 2008, dua tahun selepas usahanya berjalan, persaingan sengit membuat Bandi menelan pil pahit. Dari lima orang karyawan empat diantaranya mengundurkan diri. Mereka dibajak oleh pesaing Bandi. Maka praktis perjuangan Hot Variasi dikerjakan cuma dua orang.

Ia hanya yakin pada balasannya konsumen yang menentukan. Siapa terbaik diantara bengkel variasi yang telah ada disana.

Bukan urusan ekonomi biasa


Semenjak kebakaran kios Bandi mulai bangkit. Dia lalu menyewa kios seluas 3 x 5 m dijadikan bengkel gres di tempat baru. Memutar otak beliau mempekenalkan bengkel variasi lewat ajang kompetisi. Ajang bertajuk modifikasi sepeda motor itu ternyata berhasil.

Lambat laun usahanya dikenal dikalangan anak muda. Bandi juga aktif mengikuti ajang roadrace. Mencoba menunjukan keberadaan Hot Variasi. Lewat ajang balap motor terjalinlah koneksi diantara pecinta motor. Ia tidak segan bertanya -membaur dengan sesama pecinta sepeda motor.

Melalui mereka pulalah usahanya menghadapi pesaing. Berkat koneksi ke pecinta motor, Bandi menghimpun kekuatan mengajak mereka bekerja bersama. Bengkel Hot Variasi menampilkan cita rasa penuh passion tidak sekedar bisnis.

Nilai lebih dalam hal selera akan modifikasi memberi angin segar. Usahanya bisa bertahan meski banyak pesaing bermunculan. Kualitas perusahaan siapa paling baik mulai terlihat. Dalam tempo beberapa tahun kemudian perjuangan pesaingnya kelihatan kesukaran.

Tempat dimana empat mantan karyawannya mulai sibuk mencari pelanggan. Sementara HOT Variasi malah makin berkibar, pamor perusahaan Bandi menjalar tanpa marketing keras. Ini menjadi jalan pembuktian final dimana ia meyakinkan orang bau tanah bahwa jalan hobi itu benar.

Membuktikan bahwa tidak salah beliau memilih hobi menjadi bisnis. Menjadi pengusaha itu merupakan jalan lain selain pegawai. Kini perjuangan Hot Variasi telah menempati ruko dua lantai. Dimana Bandi mempekerjakan 16 orang karyawan. Hot Variasi -jika dalam bahasa Batak berarti "akan selalu"- tidak cuma menyampaikan modifikasi.

Mereka menunjukkan tune- up, bubut, korter, dan lainnya. Omzet mencapai Rp.15- 20 juta per- hari. Bandi juga merekrut anak putus sekolah. Ia mendorong supaya mereka bisa membuka perjuangan sendiri. Mereka jadi mitra binaan. Mereka tinggal mencari tempat. Selepas itu Bandi akan menyampaikan pinjaman modal lengkap.

Obsesi Bandi ialah Hot Variasi jadi one stop modification. Bagaimana menyampaikan pelayanan terlengkap dan terpercaya semua jasa dibawah satu atap. Ia mengatakan orang nantinya tidak lagi mencari tempat berbeda buat banyak sekali perawatan motor.
Read More

Fotografer Remaja Terpopuler Indonesia

Profil Pengusaha Casko Wibowo 



Pemuda berprestasi ini layak kau contoh. Berkat sentuhan kreatifnya ia bisa menghasilkan jutaan loh. Pemuda 19 tahun asal Bali, bermodal kamera video menghasilkan ratusan juta rupiah. Hasil karyanya juga jadi perbincangan alasannya ketekunan.

Casko Wibowo menghasilkan ratusan juta rupiah sebagai kameramen profesional. Padahal umurnya barulah belasan tahun. Total 400 juta rupiah per- bulan dikantungi berkat ketekunan. Tidak secara instan tetapi ia lakukan penuh usaha.

Umur 14 tahun masih duduk di dingklik SMP. Berkat memotret menerima voucher hadiah. Dua voucher menginap ke hotel. Tidak dibayar uang. Tetapi ia dibayar menginap dua malam. Bukanlah sia- sia berkat itu ia memiliki inspirasi brilian.

Casko pernah menerima pengargaan Musium Rekor Indonesia (MURI). Memecahkan rekor menjadi fotografer tunggal memotret maraton 1.000 jam, memotret 112 brand hotel ternama di Bali tahun 2011. Salah satunya menghasilkan foto berkelas dunia.

Tidak cuma teori tetapi dari pengalaman. Selain pelajaran teori didapat ia eksklusif memfoto. Berkat tekun ia menerima banyak proyek. Dari video klip, fotografi pribadi, dan sebagainya. Usianya 19 tahun sudah bisa menghasilkan ratusan juta.

Ketekunan menghantarkan ia menjadi fotografer khusus hotel bintang 4 dan 5. Ditangan sampaumur ini sudah melahirkan banyak karya; salas satunya memproduseri film pendek. Film yang dipakai sebagai teaser sebuah novel berjudul Romantika Sang Jendral.

Casko juga masuk ke dunia presenter. Dua program di telivisi swasta nasional ANTV, yakni Mata Lensa yang dipresenteri bersama Darwis Triadi, Jerry Aurum.

Padahal normalnya pencapaian tersebut biasanya disandang orang berumur 40 -an. Tetapi anak muda Bali ini bisa mengukir prestasi.
Read More

Biografi Pengusaha Rusdi Kirana Pendiri Dan Juga Pemilik Lion Air

Profil Rusdi KiranaNama Lengkap : Rusdi Kirana
Profesi : Pengusaha
Tanggal Lahir : 17 Agustus 1963 (umur 52)
Tempat Lahir : Cirebon
Kewarganegaraan : Indonesia
Anak : 3
Agama : Kristen

KARIR

  • Presiden Direktur Lion Air: 2000-2014
  • CEO Lion Air: 1999-sekarang
Demikian berita singkat wacana Rusdi Kirana yang biografipengusaha.com dapatkan dari banyak sekali sumber, supaya dapat menunjukkan manfaat kepada pembaca.
Read More

Surabi Imut Kecil Enak Bandung Berkah Krisis Moneter

Profil Pengusaha Ating Supardi dan Keluarga 



Mantan penjual daging ini melihat peluang lain. Namanya pengusaha pasti ada saja kejadian menyebabkan ilham wacana bisnis. Waktu itu Ating Supardi mencicipi pahitnya gulung tikar alasannya yakni krisis moneter. Memiliki lima orang anak yang perlu dibiayai, Ating berpikir ulang bagaimana berbisnis dan menemukan perjuangan baru.

Uang Rp.50.000 dijadikan modal usaha. Ating membuka perjuangan khas Bandung yaitu surabi di depan rumah. Ia nekat jualan surabi setiap sore hari. "Karena kan belum ada yang jualan sore," jelasnya. Lalu beliau menyebut bahwa kebanyakan penjualnnya nenek. Awalnya berjualan siang hari tetapi memilih sore harinya.

Surabi miliknya punya dua varian rasa: surabi oncom dan surabi manis. Berjalannya waktu ia bisa buka di pinggiran jalan Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Geger Kalong, Bandung.

Dia dibantu sang putri, Riana Rismawati, membulatkan tekad membuka perjuangan Juli 1998. Pada Juli 2001, ia membuka usahanya di daerah lain yakni Jalan Dr. Setiabudi 175 Bandung. Sebagai sosok pencetus membuat mereka mudah menerima hati masyarakat.

Lambat laun usahanya dikenal diantara masyarakat Bandung. Keberhasilan mereka alasannya yakni ketekunan dalam hal berbisnis.

Surabi imut menjadi pencetus serabi aneka rasa. Sejak berdirinya sudah memiliki 27 rasa berbeda. Ada rasa ayam, strawberry, telur, cokelat,dll. Pembeli tidak lagi sekitaran Bandung tetapi banyak juga dari Jakarta. Ia menyebutkan mereka rela datang jauh untuk menikmati surabi.

"Jaman dulu oma, menyebutnya panekuk... dunia internasional menyebutnya pancake, Indonesia menyebut itu Serabi..., Bandung menyebutnya Surabi," terang Risma.

Dona Lubis, menantu dari bapak Ating, menjelaskan perjuangan mereka memang berkembang pesat. Nama dari Surabi Imut sendiri berkembang menjadi berdasarkan daerah cabangnya. Tetapi semuanya masih dikerjakan oleh satu perjuangan bersama Surabi Imut.

Yang berlokasi di NHI dikenal dengan Surabi NHI. Topping rasanya dibikin lebih faktual, memiliki 54 varian dan terus berkembang. Harga dikisaran Rp.3000 hingga Rp.9000 per- surabi.

Pindah daerah memang sudah biasa. Mereka tidak cuma berbisnis surabi termasuk pisang bakar ataupun colenak. Keluarganya sendiri sudah terbiasa akan persaingan. Banyak orang menggandakan mencoba mengambil si Surabi Imut. "...tapi jikalau mereka yang cari rasa, insyaAllah mereka akan datang ke sini," papar Dona.

Pindah lokasi memang mensugesti omzet hingga 80 persen. Mempertahankan konsumen cara satu- satu ya menjaga kualitas rasa. Untuk memperkuat identitas maka mereka memperkecil ukuran surabi. Tentu juga dengan penambahan kualitas rasa biar semakin ajib.

Paling beda ya rasa mayonnise. Paling beda dibanding surabi bikinan perjuangan lain ya oncom. "Oncom itu yang bisa ngeracik cuma mama saja," Dona menambahkan. "Yang lain gak ada yang bisa."

Meski masih bertahan mengkontrak, Dona berharap mereka bisa membangun daerah sendiri, yang kelak diberi nama Rumah Surabi Imoet, yang akan memproduksi 1.500 porsi setiap hari.
Read More

Biografi Ciputra Pengusaha Sukses Dibidang Properti Indonesia

Biodata Pengusaha Sukses Ciputra
Biografi Ciputra Pengusaha Sukses
Nama Lengkap : Dr. Ir. Ciputra
Tempat Lahir : Parigi, Sulawesi Tengah
Tanggal Lahir : Senin, 24 Agustus 1931
Zodiac : Virgo
Profesi : Pengusaha
Warga Negara : Indonesia
Istri : Dian Sumeler
Anak : Rina Ciputra Sastrawinata, Junita Ciputra, Cakra Ciputra & Candra Ciputra

PENDIDIKAN
  • SMP Frater Don Bosco, Manado
  • SMA Frater Don Bosco, Manado
  • Institut Teknologi Bandung
KARIR
  • Pendiri PT Daya Cipta
  • Direksi Jaya Group
  • Penasihat Jaya Group
  • Pendiri Metropolitan Group
  • Direktur Utama Jaya Group
  • Presiden Komisaris Metropolitan Group
  • Pendiri Ciputra Group
  • Pendiri Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai
  • Pendiri PT Metropolitan Development
  • Pendiri PT Pembangunan Jaya
  • Pendiri PT Daya Cipta (biro arsitek)
PENGHARGAAN
  • Lifetime Achievement Award versi majalah Globe Asia 2007
  • Lifetime Achievement Award versi Enterprise Asia
  • Enterpreneur Of The Year versi Ernst and Young Indonesia, 2007
  • World Enterpreneur Of The Year versi Global Ernst and Young Montecarlo, 2008
  • The 2nd Most Admired CEO in Indonesia versi Swa Leadership Award 2008
  • Penghargaan khusus dari Teo Ming Kian selaku Chairman MediaCorp, induk Perusahaan Channel NewsAsia
  • Lifetime Achievement Luminary Award dari Channel NewsAsia Singapura, 2013. Dan masih banyak penghargaan lainnya.
Seperti itulah biografi pengusaha sukses di bidang Properti. Semoga dongeng Ciputra dapat memperlihatkan ide kepada pembaca biografipengusaha.com.
Read More

Sejarah Pemilik Rumah Makan Padang Sederhana

Biografi Pengusaha H. Bustaman 



Lahir dari keluarga kekurangan H.Bustaman tertimpa bencana alam lagi. Pria kelahiran Lubuk Jantan, Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, ditinggalkan kedua orang bau tanah meninggal. Jadilah hidupnya lebih luntang- tantung lagi dari sebelumnya. Bustaman cuma bertahan lulusan kelas dua sekolah rakyat atau sekelas SD.

Dia bekerja apa saja. Mengadu nasib bukan lagi gengsi. Baginya tanpa menjadi keturunan Minang pun, ia sudah dipaksa bekerja hingga keluar kota. Mulai bekerja di perkebunan karet, berjualan koran, mencucikan piring di rumah makan, hingga berdagang asongan.

Bustaman juga pernah bekerja sebagai tukang bantu rumah sakit. Waktu ia bekerja di ruma makan, suatu hari, ia berpikir bahwa kawasan itu begitu ramai pembeli. Terbersit pikiran dan do'a dalam hatinya, "ya Yang Mahakuasa kapan saya bisa hidup sukses,".

Niatan merantau tidak terbendung. Langkah kakinya ingin melebar hingga ke Kota Jakarta. Padahal tahun itu, pada 1970, ia berulah menikah dua tahun dengan Fatimah. Mereka pun dikarunia seorang anak. Tapi itu mungkin alasan lain mengapa Bustaman ngotot ke Jakarta. Ia lantas ikut kakak ipar di Matraman, Jakarta Utara.

Pilihan perjuangan pertama sesampai ia Jakarta ialah jualan rokok. Pakai gerobak, berjalan Bustaman menjaja keliling kota.

Sukses kerja keras


Sukses rumah makan Padang miliknya memang melegenda. Dia lah pemilik perjuangan berjulukan RM. Sederhana. Pria penyandang gelar haji ini memang sekarang kaya raya. Sosoknya menjadi salah satu pengusaha dikenal disandingkan dengan M. Jusuf Kalla.

Memakai konsep waralaba menjadi pionir dalam urusan ekonomi tersebut. Bustaman menjadi salah satu pionir dalam hal urusan ekonomi waralaba. Dapat disandingkan dengan sosok pengusaha pemilik Es Teler 77.

Terlahir dari keluarga miskin. Ditinggal kedua orang tua, Bustaman kecil hidup bersama pamannya. Sejak 60 tahun yang lalu sudah pekerja keras. Tidak mau menyusahkan paman katanya. Hijrah ke Jakarta pada tahun 1970 memboyong keluarga kecilnya kemudian.

Dia tinggal bersama saudara yang bersuamikan sopir taksi. Usaha pertama ialah berjualan rokok bermodal uang Rp.27.000. Tidak mau menyusahkan orang lain. Bustaman bersama istri lantas pindah dari Matraman. Mereka tinggal ke wilayah Pejompongan. Tetap berjualan asongan, ia cuma mengantungi Rp.2000 lebih sedikit.

"Padahal waktu di Matraman penghasilan saya bisa Rp.8000," jelasnya, waktu itu padahal ia berjualan 24 jam.

Susah berjualan asongan, ia memilih menjadi penjual nasi dibantu istri. Dia menyadari berjualan makanan itu lebih awet. Bustaman berinisiatif menyewa lapak satu kali satu meter di pinggir jalan senilai Rp.3000. Lalu ia berjualan diatasnya bermodal gerobak.

Dia dibantu istri memasak. Akunya ia tidak bisa memasak, tetapi sedikit pengalaman bekerja di rumah makan membuatnya nekat. Asal coba- coba maka Bustaman mulai andal memasak sendiri. Dua bulan sudah berlalu tetapi ia tetap tidak menjual sepiring pun.

Bustaman menghasilkan omzet Rp.425 dari modal uang Rp.13.000. Menyedihkan sekali kalau melihat ia berjuang.

Walaupun begitu, Bustaman tetap melanjutkan perjuangan jualan nasinya di Bendungan Hilir. Hingga ia bertemu seorang penjual nasi pinggri jalan lainnya. Dia ialah pendatang asli Solok. Dan saat Bustaman merasakan kuliner miliknya. "Ternyata masakannya sedap," tandasnya.

"Saya lalu memberanikan diri berkenalan dengan pemasaknya dan meminta resep masakan," kenangnya.

Titik balik


Layaknya pedagang kaki lima lainnya, ada masa dimana Bustaman harus berlarian alasannya dikerja satpol pp. Ia mengenang dulu pernah kelimpungan hingga gerobaknya rusak. Dua bulan berlalu usahanya berpindah- pindah sebekum nyasar ke Bendungan Hilir.

Sesampai di Bendungan Hilir pun belumlah senang. Dia harus mendekatai perjaka setepat atau preman yang  diwajibkan membayar uang biar bisa berjualan. Ia mendapatkan hal tersebut dengan lapang dada. Hasilnya ia diperbolehkan berjualan diemperan dengan uang setoran Rp.3 ribu.

Selain mentap di Bendungan Hilir, Bustaman juga menarget ajang tertentu, menyerupai saat ada program SEA GAMES, Indonesia Vs Myanmar, gerobaknya pribadi nangkring di Senayan biar bisa menjamu masyarakat pecinta bola. Uniknya, saat warung lain harganya naik, ia justru menjual seharga sama menyerupai biasanya.

Alhasil jualannya laku keras hingga ludes habis tidak bersisa. Empat bulan kemudian malah bencana alam datang kembali. Ia berkisah gerobaknya ditertibkan. Cuma diperbolehkan berjualan seluas satu meter, dan sialnya ia harus ikut undian biar bisa dapat ruang kosong. Bustaman menyiasati dengan mengadakan pendekatan ke aparat.

Hasilnya ia mendapatkan ruang seharga kontrakan Rp.5000. Nasib untung berkat kepandaian berstrategi membuat Bustaman bertahan.

Sebenarnya pemerintah Jakarta menetapkan harga per- lapak Rp.750. Tetapi melihat keadaan lapak yang tidak mencukupi. Ia mencoba menyiasati "membeli" sewa lapak sebelahnya. Bustaman bermaksud membeli dua lapak menjadi satu. Untuk itulah ia meminjam uang kepada sang paman.

Berkat kawasan strategis maka usahanya maju. Usaha Bustaman nampaknya sudah berkembang tetapi justru bencana alam malah datang lagi. Pernah suatu saat jarinya tersayat pisau alasannya memotong tunjang, menangis begitulah nasib Bustaman masih saja dicoba.

"...menangis alasannya susahnya hidup," kenangnya sambil berkaca- kaca.

Usahanya sudah berkembang jikalau dulu menanak 30 liter sehari, lalu Bustaman bisa menanak nasi hingga 60 liter. Hingga ia mengajak kerjasama istri dari pamannya. Dia mengajaknya menambah modalnya lagi.

Masalah lain datang saat tante Bustaman terlibat piutang. Waktu itu ia meminjam uang Rp.15.000,"tetapi sudah saya bayar," imbuhnya. Akhirnya sang tante malah naksir lahan ditempati Bustaman selama beberapa tahun itu. Bahkan urusan ini sempat membawa polisi di malam pada akhirnya.

Menangislah Bustaman mendapatkan perlakuan tersebut. Padahal ia bersusah payah membangun perjuangan dari nol besar. Sukses mendatangkan pelanggan tetapi pada alhasil ia mendapat bencana alam kembali menyusul lagi.

Dia mendapatkan warungnya kena gusur kembali. "Gerobak dagang saya diangkut," imbuh Bustaman. Lalu ia mendapati kawasan tinggalnya di Pejompongan kebakaran. Dia cuma bisa menyelamatkan diri, bersama istri, anak, dan gerobak.

Mereka lalu tinggal di rumah salah satu pemasok materi kuliner warungnya dan berusaha kembali di Bendungan Hilir.

Hidup mambawanya membuka cabang di Roxy. Sebelum ke Roxy, untung Bustaman sempatkan makan dulu di warung makan sebelahnya. Ia menyadari loh ternyata kuliner itu lebih enak. Pantaslah kalau orang Solok itu mempunyai pelanggan dan lebih ramai dikunjungi daripada warung barunya.

"Dan suatu sore, saya dekati tukang masaknya, saya ajak kenalan saja. Dan ternyata orangnya sangat baik, ia mau menuliskan resep masakannya buat saya," kenang Bustaman lagi.

Warung sederhana


Berkat resep orang itulah saat membuka cabang di Roxy tahun 1976. Dia mendapatkan lebih banyak lagi pelanggan. Resep gulai itu enak meresap ke hati pengunjung. Berbekal resep itulah, semangatnya berusaha bangkit, ia mau mencar ilmu terus mencoba olahan lain bermodal resep itu.

Pada awalnya ia berbisnis cuma untuk bertahan hidup. Tidak ada anutan ihwal akan memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Bermodal resep olahan yang sudah disesuaikan. Rasanya sudah dapat dinikmati oleh siapapun bukan cuma orang Padang. "Jadi, saya tidak buat terlalu pedas," imbuhnya.

Ayah enam anak dan kakek dari enam orang cucu ini gembira. Pasalnya resep karyanya "ayam pop" menjadi kesukaan utama di warung sederhana. Ayam goreng tanpa kulit berwarana putih menyerupai aslinya. Maka ia membuka warung permanen di Pasar Inpres, Bendungan Hilir, di tahun 1974, bermodal kredit dari sebuah bank.

Ruma Makan Sederhana lantas berkembang biak. Menjamur jadi 30 buah, dan seterusnya dimana ia aktif mempekerjakan saudara biar mengelola. Cuma suatu saat terjadi pertikaian antar saudara alasannya perjuangan ini jadi makmur. Dia bersengketa dengan Djamilus Djamil atas nama Sederhana yang diusung oleh Bustaman.

Caritanya pada tahun 2004, Djamil membuka perjuangan rumah makan padang sendiri (tidak ikut Bustaman.red), yang lantas diberinya nama Sederhana. Sayangnya, pada tahun 1997, Bustaman terlebih dulu memakai nama RM. Sederhana, dan sudah mematenkan brand "Sederhana" menjadi miliknya.

Usut- punya usut ternyata keduanya sempat kerja sama tapi pecah kongsi. Karena sudah masuk HAKI, lalu Bustaman menuntut Djamil atas nama Sederhana dan menang di Mahkamah Agung. Pada tahun 2009 itu maka jalan damainya ialah Djamil diwajibkan menambahkan nama Bintaro -menjadi Sederhana Bintaro.

Sampai tahun 2000 -an, alhasil HJ. Bustaman resmi mendirikan tubuh hukum, tujuannya biar menjaga merek Sederhana dan berbagi sayap bisnisnya. Jadilah PT. Sederhana Citra Mandiri yang juga menjadi pemegang hal waralaba atas RM. Sederhana di seluruh penjuru Indonesia.

Berkat resep dari orang itu, ia bisa membuka perjuangan hingga ke Pasar Inpres Bendungan Hilir. Merambah hingga 30 rumah makan. Bahkan sudah hingga ke Malaysia berkat sistem waralaba. Jika waralaba maka ia cuma mendapatkan fee saat ia menyediakan semua karyawan. "Satunya lagi punya keponakan saya," tuturnya.

Untuk menjaga loyalita terutama 15 cabang asli RM. Sederhana; Bustaman memiliki trik tersendiri. Yakni ia akan menerapkan sistem bagi hasil terbuka. Dia mengungkapkan seluruh omzet kepada 300 orang karyawan dibawah PT. SCM. Kalau bicara omzet harian ia mengaku hasilkan dua hingga tiga juta per- hari.

Tetap berjaya


Meski menjamurnya waralaba fast- food tidak membuat gentar. Dalam perjalanan Bustaman ini malah jadi tantangan. RM. Sederhana menyebar dan menggeliat. Cuma saja beberapa RM. Sederhana itu merupakan hasil karya mantan karyawan Bustaman.

Ia tidak masalahkan nama dipakai. Tetapi rasa tidak karuan dapat menganggu perjuangan sebenarnya. Itulah ia jadi ngotot menaruh nama Sederhana menjadi brand. Dia khawatir kalau nanti pelanggan menyalahkan atas rasa tidak karuan.

"Hampir tidak ada rumah makan Padang bertahan dalam dua generasi," terusnya.

Bahkan anak Bustaman juga tidak tertarik melanjutkan perjuangan rumah makan. Inilah lahir PT. SCM sebagai kemudahan berbentuk tubuh hukum. Yang kelak menertibkan kesemrawutan RM. Sederhana. Tujuan lain biar tentu menjaga karyawan loyal.

Dengan berbentuk tubuh hukum maka karyawan bisa nyaman. Mereka bisa bekerja baik dan tidak akan takut alasannya mereka dapat ambil bab dalam perusahaan.

Mengenang sang pemilik resep, Bustaman mengaku pernah mencarinya kemana- mana. Tetapi orang yang tidak disebutkan namanya itu tidak ketemu. Ia akan mengangkat orang itu naik haji kalau ketemu. Dia juga akan mengajaknya menjadi penasihat di perusahaan.

Memang ia tidak memiliki ambisi khusus buat RM. Sederhana. Dia cuma mau perusahaanya tumbuh. Dan kelak akan diwariskan, mungkin bukan ke anak, tetapi orang yang tertarik memegang amanah dari lisensi miliknya. Seperti lisensi atas nama RM. Sederhana, serta logo, warna, lengkung khas rumah makan Padang.

Soal "rumah makan sederhana" ternyata nama itu nama perjuangan dulu ia bekerja. Sebuah rumah makan yang menginspirasi Bustaman. Sang istri lah yang menyarankan memakai nama perjuangan tersebut. Ia menganggap itu akan mudah dikenang dan diingat.
Read More

Biografi Pengusaha Aburizal Bakrie Pengusaha Sukses dan Politikus Indonesia

Biodata Aburizal Bakrie
Biografi Pengusaha Aburizal Bakrie Pengusaha Sukses dan Politikus Indonesia
Nama Lengkap : Ir. H. Aburizal Bakrie
Profesi : Pengusaha, Politikus
Agama : Islam
Tanggal Lahir : Jumat, 15 November 1946
Zodiac : Scorpion
Warga Negara : Indonesia
Istri : Tatty Murnitriati
Anak : Anindya Novyan Bakrie, Anindhita Anestya Bakrie & Anindra Ardiansyah Bakrie
Ayah : Achmad Bakrie
Ibu : Roosniah Nasution

Info Online :
Situs web : icalbakrie.com
Facebook : www.facebook.com/aburizalbakriepage
Twitter : @aburizalbakrie
Youtube : www.youtube.com/bakrieaburizal
flickr : www.flickr.com/fotoaburizalbakrie
Soundcloud : www.soundcloud.com/aburizalbakrie

PENDIDIKAN
  • Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung, 1973
KARIR
  • Ketua Umum DPP Partai GOLKAR (2009 - 2014)
  • Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR (2004 - 2009)
  • Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) (2000 – 2005)
  • Presiden Asean Chamber of Commerce & Industry (1996 – 1998)
  • International Councellor Asia Society (1996 – 1997)
  • Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama 2 kurun (1994 - 2004)
  • Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation (1993 – 1995)
  • Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004)
  • Presiden ASEAN Business Forum selama 2 kurun (1991 – 1995)
  • Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil (1988 – 1993)
  • anggota MPR-RI selama 2 kurun (1988 - 1998)
  • Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia (1984 – 1988)
  • Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (1977 – 1979)
  • Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia (1976 – 1989)
  • Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1975)
  • Wakil Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1973 – 1975)
PENGHARGAAN
  • Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30.
  • 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
  • 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
  • 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce
Demikiah Pembahasan singkat mengenai biografi tokoh pengusaha dan politikus Aburizal Bakrie. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mempelajari perjalanan hidup, membuatkan perjuangan hingga menjadi pengusaha sukses.
Read More

Aplikasi Berbagi Makanan Pengusaha Uber

Profil Pengusaha Komal Ahmad 




"Saya tidak berpikir saya akan bisa berpikir bahwa sebuah makan siang bisa merubah hidup saya selamanya, tetapi itulah yang terjadi," ungkap Komal Ahmad, 25 tahun, ucapnya kepada majalan People.

Tahun 2012, beliau sekembali dari pelatihan ekspresi dominan panas untuk Angkatan Laut tahun seniornya di Universitas of California, Berkeley. Lalu beliau berjalan melewati trotoar utama kampus, hingga melihat pria tampak pucat. Pria itu meminta sedikit uang buat makan sandwich.

Daripada menyampaikan beberapa dollar Ahmad malah mengajak makan. Bukannya menyampaikan beberapa dollar dan beliau terus akan mengemis. Orang itu mau diajak Ahmad makan di sebuah restoran. Dia lalu mulai bercerita kepada Ahmad ihwal kisahnya.

Ternyata beliau ialah veteran perang Irak. Ketika beliau berharap akan mendapatkan tunjangan. Faktanya beliau malah dapat tidak ada. Maka beliau tidak mempunyai uang dan beliau tidak mempunyai makanan.

Jadi Ahmad sedang berbicara dengan seorang veteran. Sosok pengabdi negara hebat, yang seharusnya beliau mendapatkan penghargaan. Padahal beliau telah berkorban diri sebagaik mungkin. Komal Ahmad sendiri juga berminat menjadi seorang angkatan laut -jadi beliau tau peran seorang tentaran penuh tanggung jawab.

"Dan orang ini sekarang malah diam- membisu di jalanan meminta makanan," Ahmad terkejut. Dalam waktu itu sekaligus beliau terbuka matanya bahwa dunia itu bodoh.

Bodohnya kita mengalami dilema makanan. Lalu, dikala itu, wanita 21 tahun tersebut tergugah untuk aktif membuat perubahaan. Dia ingin menghilangkan kelaparan. Ahmad memulai dengan mendirikan aktivitas buat donasi makanan dari kampus ke jalanan.

Aplikasi sosial


Menemukan aktivitas andal di kampus malah membuat "masalah". Pada suatu dikala beliau menumak titik yang merubah hidupnya. Manajer makan- kampus mengundang beliau datang berkenjung. Ternyata beliau harus siap diri menyambut 500 makanan sisa -tidak dimakan, masih utuh- butuh disalurkan ke orang membutuhkan.

Dia lalu menyewa Zipcar -perusahaan rental online- berkendara dari ruang makan kampus sendiri. Sekitar 30 menit mengangkut makanan sisa berbentuk sandwich itu. Lalu beliau mencari organisasi penyalur makanan itu ke orang tidak mampu.

Ada tiga yaitu Shelters, Boys and Girls Clubs, dan juga Salvation Army, pada alhasil mereka tidak bisa menjawab. Dua pertama berkata mereka sudah punya cukup makanan. Yang terakhir cuma mau mendapatkan 15 buah sandwich saja.

Ahmad pada alhasil melongo di pinggir jalan mengangkut 485 makanan sisa. Akhirnya mereka rusak dan terbuang sia- sia. Satu dari enam orang mengalami kelaparan. Satu dari empat anak di Amerika Serikat itu kelaparan. Sayangnya Ahmed tidak bisa menemukan mereka dalam waktu sekejap.

"Jadi saya di dalam kendaraan beroda empat di pinggir jalan sambi menangis," kenang Ahmed. "Saya sangat frustasi sebab saya mencoba melaksanakan suatu kebaikan. Itu seharusnya tidak sesusah ini kan melaksanakan kebaikan. Itu sangatlah membuat frustasi dan sangat sulit mencari orang membutuhkan makan."

Akhirnya beliau sadar akan satu hal: Bahwa banyaknya makanan hingga 356 juta (menurut penelitian) makanan sisa Amerika tidak tersalurkan bukan sebab pelit. Bukan pula sebab orang tidak pedulia membuang- buang makanan atau membuat orang kelaparan. Cuma saja, mungkin mereka kesusahan menyalurkan menyerupai dia.

Tiga tahun kemudian beliau menjadi pendiri dan CEO Feeding Forward. Yaitu perusahaan sosial yang memiliki aplikasi menyalurkan makanan. Mereka mengkoneksikan para pemilik perjuangan dengan makanan sisa mereka dengan banyak organisasi sosial pemberi makan orang kelaparan.

Bisnis sosial


Berbicara ihwal berbisnis sosial bukan soal untung. Bukanlah soal menghamburkan uang untuk brand milik kamu. Setidaknya hal itulah yang dipikirkan Ahmed. Feeding Forward telah bisa membantu pengusaha mendonasikan hasil usahanya berupakan makanan kepada orang membutuhkan.

Ahmed berhasil menyalurkan 722.000 pound makanan segar, kualitas tinggi restoran yang mungkin saja akan terbuang sia- sia.

"Saya tidak berpikir ihwal branding atau membuktikan apa yang kami lakukan, saya berpikir pendekatan kami ialah melalui membuat segalanya jadi mudah," terang lagi Maen Mahfoud, manajer opersional perusahaan Feeding Forward.

Pendekatan termudah ialah merubah lingkupan mereka. Bagaimana kita memudahkan mereka biar dapat solusi sempurna bersosial.

Mereka menyampaikan solusi berbasis internet. Semua proses donasi cuma butuh dua menit. Kamu tinggalah masuk ke halaman. Membuat akun, tulis nama kamu, berapa banyak sandwich kau punya akan dijadikan sumbangan. Lalu kau bisa menaruh dimana Feeding Forward bisa ambil cukup taruh kontak isu disana.

Algoritma khusus merancang bagaimana menentukan jenis makanan, kuantitas, serta dimana kawasan paling akrab untuk mendapatkan makanan kamu. Lalu ada pengemudi yang akan mengambil makanan serta menaruh itu kepada orang yang tepat. Agar terpercaya Feeding Forward menaruh foto dan juga testimoni langsung.

Salah satu organisasi yang bekerja sama dengan Feeding Forward. Menyatakan bahwa perusahaan sosial ini menyampaikan makanan sisa berkualitas. "Mereka menyampaikan kami makanan yang sangat cantik kualitasnya," ujar Eric Venable, Direktur City Team, organisasi menaungi orang- orang kelaparan dan tidak punya rumah.

Kepada majalan PEOPLE menerangkan bahwa perusahaan semacam ini berbeda. Sebuah urusan ekonomi startup berbasis makanan sisa -dan disalurkan kepada orang membutuhkan. Uniknya sebab diambil dari restoran ataupun hotel maka layanan Feeding Forward menyuguhkan makanan bergizi tinggi.

Ketika orang menyerupai ini mendapatkan uang sedikit. Dimana lagi mereka bisa makan jika tidak di tempat- kawasan makan junk food. Semacam burger atau hotdog tentu tidak sebanding dengan harga makanan milik Feeding Forward meski sisa bisnis.

Perusahaan ini benar membantu orang buat makan setiap hari, bahkan hingga dua kali dalam sehari. Dalam hal perkembangan perusahaan masih dalam fase boothstrap. Perusahaan berharap akan banyak orang yang mau memalsukan gerakan mereka.

"Seperti halnya Uber yang dipuja, anda seharusnya dapat mendonasikan makanan secara beberapa menit," Ahmad menambahkan. Mimpi Ahmad ialah membuatkan Feeding Forward tidak cuma ke seluruh Amerika. Bahkan seluruh kontingen harus mencicipi hidup tanpa kelaparan.
Read More