Isi Ulang Toner Cartridge Printer Gaya Newton

Profil Pengusaha Wijaya Tanius 



Pengusaha banyak terlahir saat masa krisis. Ini sudah penulis buktikan lewat banyak contoh. Penulis nanti akan menulis dongeng mereka nama pengusaha lahir dari krisis moneter. Untuk sekarang, kita akan membahas dongeng Wijaya Tanius, bagaimana beliau menciptakan urusan ekonomi gres saat krisis 1997- 1998.

Wijaya merupakan pemilik urusan ekonomi Newton Technology. Dalam definisi singkat majalan Kontan: Merupakan perjuangan dibidang office print solution. Masa itu saat krisis ekonomi dollar naik drastis. Maka harga cartridge printer juga naik tinggi. Ketika itu ia tengah asik bergelut di urusan ekonomi ATK atau alat tulis kantor susah benar.

Wijaya mencicipi betul susahnya waktu itu. Sukar memutar uang saat masa krisis moneter kala itu. Ia berkata memang betul untuk besar saat menjual cartridge besar. Hanya saja saat menstok maka uang buat modal kurang. Dollar naik membuat untung besar tidak sebanding penurunan nilai tukar rupiah.

Harga tinggi maka barang palsu bermunculan. Ini malah merugikan konsumen sebab kualitas sangat rendah. Padahal mereka menjual sama ibarat harga aslinya. Sampai Wijaya menemukan celah diantara isi cartridge yaitu toner printer. Waktu itu menggelitik jiwa wirausahawan Wijaya. Ternyata kebutuhan toner menjadi lebih tinggi.

Disisi lain banyak konsumen merasa kemahalan membeli toner asli. Dia tergelitik mengganti isi dengan tinta. Ia pun mencari tau teknik bagaimana mengisi cartridge dengan tinta. Maka pria kelahiran 17 Agustus 1769 tersebut mencari teknisi semoga mengajari. Tidak puas, beliau juga berselancar di internet mencari tau bagaimana cara.

Anggapan bahwa urusan ekonomi ini akan menjanjikan kelak terbukti. Dengan aktif mencari tau segala teknik dalam teknologi cartridge maka beliau semakin mantap. Apalagi urusan ekonomi sejenis sudah terbukti sukses di Amerika sana.

Pria 45 tahun ini kesannya resmi berbisnis isi ulang cartridge. Bisnis refill tinta untuk cartridge dijalani dengan penuh semangat. Bahkan beliau rela menutup perjuangan ATK miliknya yang sudah jalan 4- 5 tahun. Uang tabungan dijadikan modalnya sejumlah Rp.100 juta. Pria asli Pekanbaru, Riau, merasa biasa saja saat harus berganti profesi.

Bisnis berani


Memang berani sebab sudah teuji. Lewat perjalanan hidup mengajarinya tidak takut. Termasuk hal berbisnis sudah Wijaya melakoni lama. Terlahir sebagai keluarga pengusaha tidak membuatnya jadi merasa sombong pula. Ketika SMA, hidup merantau, jauh dari orang bau tanah yang punya toko emas di Padang.

Mandiri membawanya mulai berbisnis sendiri. Wijaya yang merantau ke Bandung, mulai merintis perjuangan ATK semenjak berkuliah di Universitas. Usaha ATK memang menjadi perjuangan pertama dan terbukti sukses. Agar lebih mantap dengan urusan ekonomi barunya. Wijaya bahkan membuka workshop serta kantor pemasaran refill di Kelapa Gading.

Tidak cuma mengisi ulang tetapi membuat. Usahanya tersebut memproduksi tinta isi ulang sendiri bermerek Newton. Tujuan memasang merek sendiri semoga bersaing dengan barang palsa. Caranya yaitu menyampaikan layanan purna- jual serta back up printer. Memang semenjak pertama Wijaya mengincar konsumen perusahaan.

Sebagai mantan pengusaha ATK membuat beliau sadar. Ia sadar betul bahwa undangan toner dari konsumen perkantoran memang tinggi. Menjadi yang asli alternatif pengisian cartridge orisinal, membuat nama Newton layak dipilih.

Sudah dua tahun urusan ekonomi pengisian ulang berjalan. Wijaya mulai menyadari harga murah saja tidak cukup. Ia lalu segera melaksanakan inovasi untuk kepuasan konsumen. Ayah dua anak ini menjalankan urusan ekonomi daur ulang. Mengembangkan produknya remanufacturing toner. Newton mencoba mempertahankan pertumbuhan urusan ekonomi miliknya.

Tidak cuma mengisi ulang cartridge, tetapi sudah mengganti suku cadang cartridge. Newton memproduksi ulang cartridge memakai suku cadang asli. Kalau proses produksinya tidak mengalami kendala. Suplier nanti datang sendiri tetapi beliau juga mencari di koran.

Untuk spare part dan tinta toner masihlah impor dari sejumlah negara, yaitu Korea Selatan, China, dan juga Amerika Serikat. Newton juga melengkapi aneka layanan ibarat penyewaan unit. Termasuk aneka promosi jasa lain ke pelanggan. Ia menyadari penting menjaga pelanggan di urusan ekonomi tinta, maka undangan akan terus berulang.

"Kualitas dan kecepatan menjadi fatwa kami," katanya. Klien perusahaan kesannya bertambah ibarat dari BNI, Mitra Adi Perkasa, Group Astra, Bank Mandiri dan B Braun. Perputaran urusan ekonomi Newton memang kencang dan Wijaya sungguh menikmati perannya.

Sampai beliau menyadari lagi satu hal: Bisnisnya serasa terhenti ditengah- tengah. Berjalan ditempat tanpa lagi menemukan bagaimana cara berkembang. Pasalnya menurut Wijaya, Newton tidak memiliki perusahaan yang dapat menjadi pandangan. Menjadi yang pertama malah diikuti oleh banyak perusahaan baru.

"Sementara kami justru diikuti perusahaan lain," kenang Wijaya. Menghadapi itulah beliau mulai membahas apa yang bisa dilakukan. Dia banyak berdiskusi dengan rekan bisnis, yang sekaligus istrinya di Newton. Ia juga rajin mengikuti aneka seminar.

Kesimpulan Wijaya ialah, "Kami kesannya menerima insight untuk bermimpi lebih besar, yaitu membangun brand." Penghobi buku ini lantas menyewa jasa konsultan. Merasa otodidak saja tidak cukup, maka butuh saran penengah dari ahlinya. Saran disampaikan konsultan menyampaikan peluang diantara kebuntuan.

Bisnis besar


Sukses bisa remanufacturing hingga 4.000 unit per- bulan. Newton melangkah memperluas misi menjadi office print solution. Mereka menunjukkan jasa lebih lengkap ibarat servis, rental printer, hingga jasa print yang berbayar per- lembar kertas. Agar mencangkup pasar lebih luas dibukalah depo- depo semoga erat ke konsumen.

Ia menyasar wilayah perkantoran. Dibangun kepercayaan bahwa mereka bisa erat dan melayani. Inilah kunci sukses urusan ekonomi Newton Technology. Permintaan akan aneka layanan semakin meningkat sebab aneka promosi gencar. Hingga ia mencicipi "kwalahan", maka sang istri Veronica Wijaya eksklusif diterjunkan ke bisnis.

Mereka menyebarkan tugas dalam bisnis. Wijaya yang sangat pendiam memilih hal teknis. Sepertihal soal produksi dan pengembangan bisnis. Sementara itu istri mengambil pemasaran serta acara costumer care. Istri lah yang mengajari teknisi dan costumer service. "Setiap keluhan pelanggan bisa tuntas dan beras," katanya.

Meski keluhan sepele ibarat printer macet ataupun minta dibersihkan, Wijaya meminta hal kecil semoga selalu diperhatikan. Istilahnya kalau hingga kecewa mereka akan pindah ke daerah lain. Ini akan menyampaikan efek domino melalui pengalaman. Selain mengurusi pemasaran Veronica juga mengambil SDM dan opersional.

"Sejak awal pembagiannya memang begitu," tambah Wijaya. Menjalin kerja sama dengan pasangan hidup itu mempunya nilai tambah dan kurang. Nilai plus menurut Veronica yaitu komunikasi mereka malah lancar. Tapi harus didukung kondisi memungkinkan.

Agar komunikasi tetap lancar begitu. Komunikasi saling melengkapi dan mengisi. Kalau terjadi kondisi tidak mungkin ibarat badang terlalu capek; persoalan dapat terjadi seketika. Mereka bisa terpancing konflik dalam pekerjaan maupun di rumah. Inilah kenapa jasa konsultan dijadikan cara penengah semoga tidak terjadi konflik.
Read More

Pengusaha Lebih Jago Urusan Seks di Ranjang

7 Alasan Daya Seksualitas Mereka Tinggi 



Sosok entrepreneur memiliki kepercayaan diri luar biasa. Dikutip dari situs Elitdaily.com, entrepreneur itu sebetulnya lebih seksi dibanding sosok profesional, menyerupai dokter, selebriti, misalnya. Mereka entrepreneur merupakan sosok lebih radikal mengolah keinginan mereka. 

Mereka juga bisa kombinasi seram pengambil resiko -menggabungkan pionir dan kreatif original- itu sangat langka. Mereka juga bisa merubah fantasi terdalam mereka menjadi kenyataan.

Dan meski mungkin pandangan kita berbeda wacana kata "seksi", kita tidak bisa menolak mereka "langka" yang juga berarti "seksi".

Itu tidak semudah atau kosong berbicara sekedar kebabasan finansial. Mereka entrepreneur bukan cuma satu permainan wacana uang saja. Tetapi alasannya ialah rasa kekaguman kita bahwa mereka bisa membawa nilai lebih jauh. Semuanya ialah bahwa uang tidak seberapa, tetapi nilai visioner merupakan hal termahal milik mereka.

Intinya kau berafiliasi dengan pengusaha bukan soal uang. Pandanglah jauh, mereka memiliki visi yang menggerakan mereka dari bawah menyerupai penari dan aktor. Mereka seksi langka diantara sosok pria atau wanita lain yang pernah kau temui.

Itulah kenapa Elit Daily menyimpulkan bahwa pengusaha jago urusan ranjang. Berikut tujuh poin penjelasan lebih lanjut apa yang kita bahas diatas.

1. Mereka ialah pengambil keputusan terbesar

Pengusaha atau entrepreneur merupakan pengambil resiko keras. Mereka keras kepala membangun bisnis, juga menginvestasikan fatwa mereka yang meluap dan memiliki kepercayaan diri asli wacana visi yang jadi kekuatan mereka.

Menemukan sesuatu yang biasa didepan kau hal biasa. Bayangkan diri kau bersama mereka yang tidak monoton, tidak bercinta di kawasan sama, waktu yang sama, malam demi malam. Akan ada perasaan andal dikala sosok didepan kau memiliki hidup menakjubkan memiliki seksual menggebu dan berbahaya.

Helo, pengusaha ialah sosok tanpa beban, mereka ialah orang sukses mengendalikan diri mereka dan juga keuangan mereka -pengusaha sejati tau kapan mereka berhenti sejenak.

Seks merupakan hal wacana menggabungkan rasa kejut dan merinding sebanyak mungkin. Itu sudah sangat mengakar dalam diri pengusaha. Maka pengusaha akan menunjukkan kau pengalaman seksualitas yang juga menembus batasan diri mereka sendiri.

Bayangkan seksi di ruang konfrensi, kawasan umum ataupun di kamar mandi -tidak ada kawasan tidak cukup bagi pengusaha sejati.

2. Mereka ambisius dalam hidup juga di ranjang

Kamu harus benar- benar ambisius semoga selamat hidup dalam entrepreneurship. Akan sangat sulit kalau hidup dalam ketidak pastian butuh tenaga dan akar menguat -mengakar bahwa kau percaya kau bisa. Satu hal buruk tidak akan cukup menjatuhkan pengusaha di tengah jalan.

Maka sifat ini, ambisi yang tidak terbendung, yang meliar dalam ketatanya kompetisi maka akan disesuaikan di kehidupa seksual.

Etik kerja baik dibawa hingga ke urusan ranjang. Tidak ada yang menghentikan bahkan dikala jam itu mulai pertanda waktunya malam, dan ia akan berdiri sangat pagi besok. Pokoknya hingga ia mencapai titik klimak tertinggi, seks menyenangkan, pengusaha akan tetap berlanjut melanjutkan. Mereka menjadi bintang seksual.

3. Mereka tidak takut meminta apa yang mereka inginkan

Sangat sulit mendapatkan sesuatu yang kau inginkan di dunia yang kejam, dingin, serta berputa liar, maka ialah pengusaha merupakan seseorang yang berterus terang.

Pengusaha sadar kita hidup sendiri di kehidupan, dan tidak satupun akan menunjukkan semua keinginan kau di tangan kamu. Pengusaha punya keberanian "memaksa" keinginan mereka. "SAYA MAU INI. BISAKAH KAMU BERIKAN ITU KE SAYA".

Banyak orang terlalu aib meminta, terlalu khawatir dan terlalu harga diri soal meminta sesuatu, maka jadilah hidup mereka dalam ketidak kepuasan. Perasaan tidak bisa mendapatkan kepahitan kehidupan sepanjang hidup merupakan hal tidak seksi. Itu sangat menjauhkan ke sifat erotisme seksual.

Seorang pengusaha akan mengatakan apa yang mereka akan lakukan semoga membuat pasangannya menjadi bersemangat bercinta.

"Saya tidak tahu wacana anda, tapi bagi saya sendiri, seks ialah kegiatan kolaboratif. Saya mendapatkan bersemangat wacana prospek mengubah anda horny menyerupai yang anda lakukan balik ke saya jadi horny. Ini sangat menakjubkan , pola utama dari kerja sama tim membuat pekerjaan impian," tulis Zara Barrie.

4. Mereka menikmati proses menyerupai halnya hasil

Mereka mulai dari menemukan bisnis, menjadi CEO sendirian dan memiliki daya kreatifitas yang tinggi dalam dunia urusan ekonomi panjang, melelahkan, dan sangat tidak bisa ditolak mendorong kau keluar. Kesuksesan mereka sangat jarang terjadi dalam semalam.

Pengusaha harus mengikuti alur perjalanan, menikmati proses, menikmati proses mencintainya sama halnya mereka mencintai hasilnya.

Maka itu akan tercermin dalam seks. Itu tidak cepat, tidak berarti, bukan perjalanan tanpa emosi mencapai apa itu klimaks seksual dikala kau berafiliasi dengan pengusaha.

Seorang pengusaha atau entrepreneur akan meluangkan waktu terbaik menelusuri keindahan kolam kuil setiap sisi badan pasangannya, mendekati dan menikmati jalan panjang seksualitas.

5. Mereka memancarkan rasa percaya diri yang melekat

Itu sangat absolut, akan jatuh rasanya bercinta dengan orang yang tidak percaya diri. Sama halnya tidak rasa tidak mungkin rasanya dengan ambisi tak tertahankan, keberanian, dan daya dorong entrepreneurship kalau pengusaha tanpa rasa percaya diri.

Itu bukan duduk perkara bagaimana fisik kau atau juga six pack kau bentuk; percaya diri ialah daya rangsang tidak terelakan.

Kepercayaan diri sejati bisa menunjukkan daya tarik dimanapun, istilahnya kau tanpa ragu membuka baju (dalam arti positif) alasannya ialah terangsang oleh daya pikatnya (pengusaha) alasannya ialah daya kepercayaan diri terpancar sangat menyegarkan seksi.

6. Mereka rela meninggalkan jadwal mereka

Pengusaha sangat adaptif soal perubahan pasar dan tumbuh dengan segala model bisnis. Pengusaha bukanlah anak kecil keras kepala, memiliki formula bagaiman cara kau mencapai kesuksesan- dikala itu tidak lagi berhasil.

Pengusaha sukses punya paham bahwa meski menenangkan punya rencana, tetapi seorang pengusaha mau saja untuk merubah rencana menyesuaikan ritme di dunia tidak terprediksi ini.

Maka sama halnya soal seks. Pengusaha harus mau meninggalkan ilham bagaimana jalan dimana jalan menuju seks terbaik, dan bukanya, mengalah dalam tekanan, momentum panas menekan.

7. Pengusaha tau bagaimana mengendalikan situasi

Entrepreneur merupakan pemimpin, bukan sekedar pengikut. Mereka ditakdirkan memimpin keabu- abuan, kawasan kerja tanpa huruf dari nilai 9 hingga 5.

Mereka lapar akan independensi diri -tanpa duduk perkara mengambil informasi wacana memerintah atau bahkan menjadi sosok besar, bos "jahat".

Bagaimana orang seksi tidak khawatir akan kekuatan dirinya? Di dunia dimana kita pertanda perjuangan kita ke banyak orang -mulai tampang, karir, keluarga, teman- itu sama sekali tidak fucking SEKSI untuk orang yang orang lain mengontrol hidupnya kan?
Read More

Pengusaha Pin Makassar Sukses Muda Meski Iseng

Biografi Pengusaha Andi Arham Bunyamin



Namanya pengusaha kadang iseng saja menghasilkan. Prinsipnya kerja apapun diseriusi meski sekedar kau iseng. Itulah kisah Andi Arham Bunyamin, cowok asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengaku memulai sekedar iseng. Bahkan modal bisnisnya cuma Rp.50 ribu ketika memulai perjuangan percetakan.

Pemenang kedua Wirausaha Mandiri 2011 ini, memang sangat beruntung dibanding orang lain yang ngotot tapi tidak menghasilkan. Mari kita mengikuti jejak suksesnya yang dimulai ketika masih dibangku SMA. Dia mengaku, di tahun 2006 silam, Andi diminta mendesain pin buat keperluan organisasi sekolah.

Ketidak sengajaan itu terbawa berlanjut diikuti kesuksesan. Waktu itu, memang Andi berhasil membuat satu desain bagus. Eh, beliau malah ditambahi peran gres yaitu membuat sekalian. Andi dengan enteng menyanggupi saja. Selepas membuat pin, eh, malah sahabat sekolah menyangkan Andi memiliki perjuangan percetakan sendiri.

Akhirnya makin banyak orang memasan aneka pin kepadanya. Mulai perorangan hingga organisasi sekolah menjadi langganan Andi. Ia menceritakan tolong-menolong beliau cuma memesankan. Maka ketika ajakan naik maka terbersit kesempatan. Pemilik toko tempatnya memesan lalu menyampaikan harga khusus buat Andi.

Pesanan berkah


Seorang sahabat meminta dibuatkan desain pin. Lantas berujung proyek pemesanan 50- 100 pin, yang diberi ke Andir beruang muka Rp.30 ribu. Disanggupi tanpa takut kalau gagal. Waktu itu, tahun 2006, Andi tanpa sengaja memerkan keahlian mendesain pin sendiri. "Saya ketika itu belum tahu sama sekali mau mencetak di mana."

Satu ahad disusurinya hingga menemukan gerai kecil. Mereka menunjukkan banyak sekali macam model pin. Ia tertarik berhenti lalu mengajukan desain buat dijadikan pin.

Pesanan pin sudah jadi seharga Rp.3.700 per- pin, dimana Andi menjual seharga Rp.4.700 per- pin. Maka semenjak itu cowok hobi main komputer itu makin kebanjiran orderan. Sebulan beliau diminta membuat 200- 300 pin khusus. Hebat urusan ekonomi percetakan tanpa mesin cetak tersebut malah berjalan positif.

Maka semenjak 2008 mulai serius mendalami urusan ekonomi percetakan pin. Ia mendapatkan semua orderan mengumpulkan modal. Uang Rp.2,5 juta terkumpul selama dua tahun lantas dibelikan mesin pin sendiri. Maka semenjak 2009 resmi berdirilah perjuangan berjulukan Kretakupa kependekan Kreasi tak kunjung padam.

Semakin ke sini, ajakan semakin banyak dari organisasi sekolah bahkan diluar sekolah. Andi makin giat berkat dorongan sahabat pula. Orderan dari sekolah maupun kampus asal Makassar. Ketika untungnya masih di Rp.1000 maka segera diberikan mesin.

Tujuan Andi yaitu mendapat margin untung lebih besar. Untungnya naik seketika yakni Rp.3000 per- pin ketika sudah memiliki mesin sendiri. Pasar diperluas hingga kebanjiran orderan tidak cuma pin tetapi cetak lain. Untuk mengatasi kekurangan maka beliau menggandeng percetakan yang tidak memiliki mesin pin sendiri.

Untung makin besar ketika Andi mulai menjual bahan. Dia menjual materi pembuatan pin ke percetakan lain. Ia menyebut untung hingga naik 400% hingga dilirik oleh Wirausaha Muda Mandiri.

Tidak lekas puas


Sukses tidak membuat beliau berhenti mengejar pendidikan. Dia masuk Universitas Hassanudin, Makassar. Ia tidak cuma fokus berbisnis. Aktifitas kuliah ternyata tidak membendung rasa tidak lekas puas Andi. Mulai ia membuat pecetakan kartu nama, stiker, plakat, hingga bendera kempenya digeluti.

Pelanggan mulai dari Makassar, bahkan beberapa kali beliau mendapatkan pesanan dari Malaysia dan Brunei Darusalam. Andi dibantu lima karyawan. Orderan sudah meningkat hingga ribuan dengan nilai omzet Rp.60 juta hingga Rp.100 juta -an. Dibantu mentoring oleh Bank Mandiri, tidak terbayang usahanya hingga ke titik mana.

Berkat usahanya Andi menang lomba Juara II Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana Bidang Industri & Jasa Wirausaha Muda Mandiri 2011. "Hingga simpulan tahun 2011, target omzet saya sekitar Rp.250 juta," ujarnya optimis selalu.

Menjadi pengusaha memang harus selalu bersaing. Pesaing makin banyak menyesaki pasaran Andi. Menurut Andi setiap satu kilometer pasti ada perjuangan percetakan. Namun bukan hal tersebut membuat sedikit gamang. Dia justru gamang alasannya yaitu tidak lagi mendapatkan dukungan sahabat sekolah maupun kuliah.

Ia mengakui memang kesuksesan miliknya tidak jauh dari teman. Sejak sekolah, mereka lah pendukungnya membantu acara promosi. Lanjut di kuliah usahanya besar berkat sahabat sejawat membantu orderan. Dia tidak perlu mengeluarkan biaya promosi. Nampaknya keberuntungan menyerupai itu tidak dapat terus berlanjut.

Andi selalu berterima kasih kepada teman- temannya. Masuk perkuliahan, beliau bisa dibilang merasa keteteran menjalankan urusan ekonomi sambil kuliah. Maka sahabat Andi datang memberi dukungan moril. Kretakupa harus jadi berdikari soal bisnis. Semenjak lulus kuliah, jurusan Hubungan Internasional, beliau mulai berpromosi sendiri dari situ.

Selain itu juga menggiatkan pembaruan dalam layanan. Memanfaatkan sosial media, Andi berusaha memberi layanan gres sekaligus menekan biaya promosi. Dia menunjukkan kerja sama dengan percetakan memberi pemberian pemenuhan pemesanan pin. Ia pun mulai rajin mengunjungi beberapa percetakan di Makassar.

Dia menemukan celah bisnis. Ia ikut membantu pemenuhan kebutuhan pesanan pin serta gantungan kunci perjuangan lain. Tidak problem jikalau beliau tidak mendapatkan nama. Asal tidak hanya pin, alasannya yaitu Kretakupa mulai mendapatkan pesanan plakat ataupun lainnya. Pokoknya beliau tidak mau menunggu bola jatuh dikakinya duluan.

Andi menjemput bola tetapi menunjukkan sendiri layanan prima. "Sekarang, ada puluhan pemilik percetakan yang mempercayakan pembuatan pin di Kretakupa," ujar Andi. Bisnis percetakan sendiri memilik satu isu terkini semi yakni ketika isu terkini kampanye politik di daerah.

Contohnya ketika Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, dimana Andi memerankan peran penting di kedua belah pihak calon memenuhi pesanan peraga kampanye. Omzet Andi bahkan naik dua kali lipat dibanding hari biasanya. Namun, kadang usahanya juga bisa sepi oderan, dimasa itu ada perasaan kosong di dalam dirinya.

"...saya jadi lebi sering mengunjungi kios percetakan lain, siapa tau mereka butuh bantuan," paparnya. Sulit dalam pemasaran menjadi kendala serius urusan ekonomi Kretakupa. Hal lain menyerupai SDM, mesin, peralatan sudah ia bisa atasi.

Ambisi besar


Dia tidak memilik latar belakang pendidikan desain atau bisnis. Maka Andi mengakalinya lewat mengikuti aneka pelatihan bisnis. Sikap tidak lekas puas dijadikan dorongan menjalankan bisnis. Bermula dari sekedar iseng rasa tidak puas mendorongnya ketitik kesuksesan makin tinggi. Ia terjun urusan ekonomi percetakan bermodal otodidak.

Pemuda 23 tahun ini mendapatkan pelatihan, coaching, branding, marketing, serta hal teknis lain. Berkat itu urusan ekonomi lancar hingga bisa memutar roda keuangan. Andi tidak kesulitan modal. Ada prinsip unik ketika ia menjalankan urusan ekonomi yakni menghindari hutang bank. Kalau terpaksa maka cepat- cepat dilunasinya jikalau ada uang.

Misalnya, ketika banyak orderan, beliau terpaksa membeli alat cetak warna. Uang Rp.350 digelontorkan Bank kepadanya sebagai hutang. Dalam tiga bulan sudah dilunasi tenpa basa- basi. Andi optimis memegang teguh prinsip urusan ekonomi akan membawanya ke kesuksesan lain.

Ia bertekat menekuni perjuangan ini. Bahkan beliau sudah ancang- ancang ekspansi ke urusan ekonomi lain. Khususnya sektor percetakan dalam sekala besar. Ia mengistilahkan bahkan anak gres lahir pun sudah butuh dicetak. Seperti hal pembuatan undangan Aqiqah.

"Sampai ketika ada orang yang meninggal pun butuh dibikinkan buku yasin," tuturnya. Permintaan akan selalu ada meski kecil hanya beliau bisa mengakalinya menyasar pesanan besar.

Pokoknya prospek urusan ekonomi percetakan bagi Andi masih terbuka. Ia bahkan bertekat untuk membuka cabang Kretakupa di banyak sekali wilayah. Jangka pendekanya membuka cabang di penjuru Sulawesi. Menurutnya, dari membuka cabang lebih untung, dibanding mendapatkan pesanan dari percetakan lain.

Target besar ialah memiliki cabang di ibu kota provinsi di Sulawesi. Meski tanpa cabang saja usahanya sudah punya untung besar, apalagi kalau bercabang. Awal 2008 saja, Andi bisa mengumpulkan omzet 50 juta per- tahun, terusa mencapai Rp.60- 100 juta.
Read More

Bos Erajaya Modal Gerai Ponsel Menjadi Raksasa

Biografi Pengusaha  Budiarto Halim


  
Moto urusan ekonomi Budiarto Halim ialah kekeluargaan. Kerja keras saja tidak akan cukup baginya mencapai titik menyerupai sekarang. Dia ialah CEO PT. Erajaya Swasembada Tbk, Baginya kesuksesan itu perihal kerja dan kaluarga dilandasi kesehatan jasmani dan rohani. Sukses Erajaya ternyata berbekal gerai kecil di Grogol, Jakarta.

Erajay sudah besar bahkan memiliki ratusan gerai. Tepatnya ada 326 gerai Erafone yang masih bertambah lagi. Bisnis mereka ialah distribusi telephon seluler ke penjuru gerai lain, hingga 19.000 gerai lewat 90 pusat ditribusi. Kinerja tim menjadi andalan Budi, sapaan Budiaarto Halim, semakin giat menjalankan bisnisnya.

Tim harus percaya akan moto perusahaan. Percaya akan perabahan. "Jadi kita ikut terbawa," terang Budi. Ia menyebut urusan ekonomi tidak selamanya mulus.

Erajaya pernah mengalami kehilangan pasar ponsel. Waktu itu munculnya Blackberry merebut perhatian kita dari ponsel semacam Nokia. Ketika itu di tahun 2009 -an, Erajaya masih dalam pertumbuhan pesat, maka ia mengambil banyak keputusan cepat.

Dia bersama meyakinkan karyawan. Mereka harus bekerja sama kembali merebut pasar telekomunikasi di tingkat nasional. "Kita tidak meninggalkan perusahaan," jelasnya. Maka ketika ada kesempatan mereka pun masuk ke pasar smartphone. Salah satunya lewat toko AndroidNation ketika jaya Android mulai nampak.

Bayangkan, ditangan Budi, ada nasib 4.000 karyawan jadi tidak ada waktu bersantai. Dibutuhkan seimbang antara administrasi alasannya itu keputusan bersama.

Bisnis kecil


Dia bersama sang kakak ipar, Ardy Hardy Wijaya, memulai usahanya dari bawah. Mereka ingat betul rasa manis pahit bersama berjualan dari toko kecil di JL. Rawa Bahagia  1 No. 12, Grogol, Jakarta Barat. Yang mana perjuangan mereka dimulai semenjak 1992. Sebuah embrio kesuksesa Erajaya yang terus tumbuh mengikuti arus.

Sebuah toko kecil seluas 7x5 meter, yang kini disulapnya menjadi ratusan toko, dibawah bendera urusan ekonomi PT. Erajaya Swasembada dari 1 menjadi 400 gerai toko di mal penjuru Indonesia.

Ide urusan ekonomi bermula kayakinan akan masa depan telekomunikasi. Rasa penasaran Budi yang melihat banyak orang asik memegang hp tahuan 90 -an. Inilah awal pemikirannya masuk ke urusan ekonomi selular. Waktu itu masih dalam transisi AMPS menuju GSM di Indonesia.

Awal sekali, Budi ternyata pernah bekerja di perusahaan seluluer AMPS tersebut. Bayangkan ketika bekerja disana, beliau melihat orang rela antri untuk membeli gadget jadul. Uang Rp.17 juta hingga dirogoh dalam untuk memuaskan hasrat mereka. "Itu pada tahun 1991, 1992, Rp.17 juta itu besar loh," jelasnya kepada Detik.

Pasaran telekomunikasi sudah dibaca oleh Budi. Dasar lain ialah kehidupan sosial masyarakat sendiri akan sangat didukung gadget. Seolah sudah meramalkan Budi mengajak kaka ipar membuka toko di Grogol. Ini sesuai dengan prediksinya terbukti perjuangan miliknya berjalan tanpa hambatan berarti.

"Kita melihat adanya kesempatan di pasar telekomunikasi, kita membuka satu toko," terang Budi lagi. Agar menarik perhatian penerapan taktik toko modern dilakukan. Entah pandangan gres dari mana, toko kecil Erajaya sudah memiliki showcase sendiri, segala macam headset tersedia, layaknya toko seluler sekarang ini.

Ia tidak ingat betul berapa modalnya. Tetapi ia yakin waktu itu modalnya kecil seadanya mereka punya. Makara faktor kesuksesan Erajaya ternyata terletak kemampuan membidik brand baru.

Visioner berbisnis


Berawal dari lima orang karyawan saja tumbuh pesat ratusan. Erajaya mengikuti arus perubahan dalam urusan ekonomi telekomunikasi. Jamannya Samsung, Sony Ericson, dan Motorola, pernah dirasakan. Sampai beliau menyadari satu brand memiliki potensi di masa mendatang. Jalan AMPS mulai ditinggalkan menuju eranya GSM lewat HP.

Budi ialah karyawan perusahaan produk AMPS, berjulukan PT. Elektrindo Nusantara, dimana menjadi satu pemasok produk Motorola, Siemens, dan Sony. Ini merupakan perusahaan dibawah perusahaan Bimantara Group. Mereka merupakan pemegang kuasa lisensi atas produk Advance Phone System atau AMPS itu.

Waktu itu, Erajaya masih toko, dipegang kendalinya penuh Ardy. Sementara Budi bekerja di luar melihat kesempatan serta peluang. Jenuh menjadi pegawai biasa di Elektrindo, maka Budi melirik Nokia, brand yang kurang terkenal waktu itu. Karena sama- sama kecil maka keduanya bisa membuat kesepakatan besar.

Secara resmi perusahaan PT. Erajaya Swasembada lahir. Di tahun 1996 sudah berbedan hukum menjadi satu pemegang distribusi produk Nokia di Indonesia. Berjalannya waktu nama Nokia yang naik membawa dampak pendapatan besar bagi Erajaya.

Walaupun terlihat menjanjikan Budi tidak berhenti bekerja. Dia tercatat malah bekerja kembali. Tepatnya beliau menjadi eksekutif perusahaan lain, PT. Artha Graha Sentral. Tercatat beliau menjadi sosok sentral di banyak sekali perusahaan besar, kurun waktu 2000 hingga 2005, Budi pernah menjadi CEO PT. KIA Mobile Indonesia.

Merasa ditempat tepat, melalui Nokia, Erajaya sangat diperhitungkan dalam urusan ekonomi telekomunikasi. Dari kecil tumbuh besar bersama laju pamor perusahaan perangkat tersebut. "Kemudian ada perubahan dari AMPS ke GSM, ketika itu kita berubah juga," tegasnya. Karyawan Erajaya mulai dari 4- 5 di tahun 92- 92 jadi puluhan orang.

Usaha Erajaya makin membesar. Sampai Budiarto harus turun tangan sendiri. Ia memutuskan untuk masuk ke urusan ekonomi Erajaya semenjak 2005. Semua berawal dari perkumpulan keluarga, dimana Budi dan Ardy mulai membahas nasib Erajaya. Budi memutuskan keluar dari KIA dan fokus mengerjakan Erajaya semenjak ketika itu.

Alumni Universitas San Fransisco, Jurusan Administrasi Bisnis, memang menyukai dunia gadget dibanding dunia otomotif. Jadilah beliau lebih paham arus pergerakan dunia telekomunikasi sekarang. Ia pun menyebutkan Erajaya sudah terlanjur besar kenapa harus berhenti di tengah jalan.

Ketidak puasan membawa Erajaya selalu berinovasi. Ditengah aneka krisis tetap jaya, sebut saja ada krisis moneter 98, dimana Erajaya terkena dampaknya tetapi tidak surut. Budi menyadari tidak cuma dirinya yang terkena masalah.

Masalah terjadi ketika penjualan Nokia menurun. Waktu itu smartphone mulai mencuat mengambil pangsa pasar. Nilai internet menjadi booming dari sekedar HP untuk mencatat agenda, game menyerupai Nintendo, atau kamera. Internet seolah mulai menjadi hal menarik. Disaat internet belum terlalu booming maka Erajaya masuk.

Pangsa pasar ponsel berinternet biasa mulai bergeser. Ketika Erajaya cuma fokus di mereka Nokia, butuh satu langkah inovatif, maka Budi mulai melirik produk Blackberry, Samsung, bahkan Apple. Untunglah para pegawai mempercayai insting Budi soal pasar telekomunikasi. Karyawan dan manajeman tetap mendukung dia.

Tahun 2005 menjadi titik balik, Erajaya tidak lagi cuma menjual satu brand, mereka siap merambah ke urusan ekonomi ritel untuk aneka produk mobile. Erajaya bahkan mengimpor aneka produk gadget asal Korea, China, dan India. Produknya sangat banyak hingga ditampung gudang khusus sekitar 1,6 juta unit.

Erajaya berjaya


Tercatat mereka mengantongi ijin distribusi Sony Ericsson, HTC Dell, Huawai, Nokia, Motorola, LG, Black Berry, Acer serta Samsung. Erajaya juga berani membuat gadget sendiri yakni Venera. Untuk memperkuat di bidang telekomunikasinya, maka Erajaya bekerja sama dengan operator Axis, Esia, Indosat, Telkomsel, dan  XL.

Produknya menyebar lewat jaringan distribusi ritel Erajaya. Dari master dealer dan dealer, mulai biro retail hingga gerai ritail Erajaya. Penjualan gerai Erajaya menjadi pemberi untung terbesar. Trik suksesnya ialah selalu mengikuti tren perubahan. Mengikuti geliat pasar mobile, konsumen sendiri lebih memilih beli di kawasan resmi.

Mereka nyaman mengikuti live demo ataupun konsumen coba sendiri. Pada 2007, berdirilah Erafone di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, penempatan marketing serta kemampuan melihat pangsa pasar menjadi andalan Budi. Untuk mempermudah konsumen maka dimulailah konsep ritel berbasis brandednya.

Seperti Blackberry Store, atau kerja sama dengan Carrefour, berupa join venture urusan ekonomi menjanjikan. Lalu berdirilah gerai besar Erafone dan Erafone Megastore -malnya ponsel mobile. Berdirinya mal ponsel sangat lebih menjanjikan dibanding kerja sama sewa di pusat perbelanjaan. Erafone Megastore mendukung gerai- gerai Erafone.

Budi lantas mendirikan Android Nation. Melirik pangsa pasar Androi yang makin menggila. Ia menarget produk berbasis Android khusus. Kemudian Erajaya melaksanakan penjualan online serta mengakuisis iBox. Ini dijelaskan lebih detail oleh Budiarto lewat wawancara eklusip Kotakpandora.com.

"iBox merupakan gerai premium yang menjual gadget khusus merek Apple," pungkasnya. Langkah akuisisi ini dianggap strategis merebut pangsa pasar gadget keseluruhan. Makara total Erajaya menjadi pemain tunggal dari Blackberry -lewat akuisisi TAM (Teletama Artha Mandiri, distributor resminya)- , Android, dan juga Apple.

Google sendiri lah yang mengajak Erajaya membangun Android Nation. Pasalnya Erajaya ini sukses merajai pasar distribusi ponsel di Indonesia, di Jawa saja sudah empat pusat ditribusi. Untuk Android Nation juga menyangkut iOS bukan sekedar memajang produk dummy atau daftar harga. Disini orang bisa upgrade sistemnya.

Secara umum, pria 47 tahun ini menjelaskan bisnisnya, perusahaan Erajaya terbagi antara lain, yaitu PT. Erajaya Swasembada menjalankan distribusi produk Nokia, PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) distributor Blackberry, Sony- Ericsson, Samsung, dan Huawei.

TAM juga pemegang brand Venera. Anak perjuangan lain PT. Erafone Artha Retalindo, pemilik dan pengelolaan gerai nasional Erafone. Kemudian ada PT. Sinar Eka Selaras, distributor resmi Apple, Acer, Dell, LG, dan Motorola. Masih adalagi PT. Mulit Media Selular, PT. Data Media Telekomunikasi, dan PT. Prakarsa Prima Santosa.

Tiga perusahaan terkahir diatas perlu dijelaskan, merupakan jaringan distributor produk milik operator seluler di Indonesia. Itulah aneka anak perusahaan Erajaya Group. Kekuatan Erajaya ialah fokus mengambil satu pangsa pasar komunikasi lengkap. Erajaya sukses menggabung distribusi, ritel, korporasi, komunitas, dan penjualan.

Total memiliki 87 titik distribusi, 399 gerai, dan 20.500 biro pihak ketiga, yang tersebar di seluru penjuru Indonesia dibawah 12 anak perusahaan. Perusahaan yang dulunya itu cuma 5 pegawai, kini, mereka memiliki sekitar 4.764 pegawai.

Berbisnis cerdas


Masalah utama dihadapi Budiarto ialah SDM. Kendala lain nampaknya tidak begitu mengganjal bagi dongeng sukses bos Erajaya ini. Untuk itulah dirinya getol mendidik pegawai, termasuk mendirikan training center bagi para calon pegawai. SDM harulah aktif, bergerak cepat mengikuti perubahan tren, juga siap menghandapi konsumen.

"Mereka harus mau berguru tanpa batas, dan harus mutakhir," papar Budi kepada pewarta Kontan.

Bicara perihal kompetitor dianggapnya tidak ada masalah. Dia kalem menyebut kompetitor merupakan sosok kawan lama SMA ataupun SMP. Ketika terjadi tabrakan maka tinggal menghubungi dan dilema selesai. Maka pantaslah beliau menerima penghargaan Indonesian Entrepreneur of the Year 202 Ernest & Young.

Tidak menjadi juara pertama, beruntunglah Budi menerima hubungan ajang tingkat global tersebut. Menjadi pengusaha industri telekomunikasi khususnya di Indonesia, Budi sadar akan ketertinggalan kita. Mereka lebih maju dibanding kita. Tetapi bukan berarti kita harus minder kalau berbisnis dengan mereka loh.

Erajaya menerima ujian puncak ketika urusan ekonomi konten merambak. Telah menguasai dari gadget, hingga hal penyedia layanan seluler, maka puncaknya mengakuisi perusahaan konten, PT. Inovedia Magna Global milik Kingsville Union. Ltd. Memang urusan ekonomi konten tengah digandrungi apalagi semenjak persaingan smartphone global.

Saham akusisi mencapai 30%, dimana aplikasi pertama diluncurkan ialah Picmix. Apakah itu? Mudahnya satu aplikasi khusus Blackberry untuk mengedit foto. Klaim Budi, Picmix telah memiliki 11 juta anggot aktif menggunakan.

Desember 2011, Erajaya memutuskan go public, melepaskan saham ke pasar modal. Nilai saham IPO ketika itu cuma Rp.1.000 per- lembar dan naik hingga Rp.2.875. Erajaya bisa meraup dana mencapai Rp.920 miliar. Tidak salah mereka masuk pasar saham, laba bersih mereka naik 46,8% dan 21%, dari Rp.12,8 jadi Rp.15,5 triliun.

Lima landasan bisinis bagi Budarto ialah integritas, dinamis dan inovasi. Meski telah sukses, Erajaya masih punya pekerjaan rumah, mengedukasi masyarakat biar membeli ke distributor resmi. Karena jujur masih banyak orang memilih belanja gadget di Roxy.

"Orang lebih nyaman (di Erajaya), bisa mencoba alasannya kita enggak kasih dummy (tiruan) tetapi yang asli, beliau bisa coba di toko kita," tegas Budiarto
Read More

Contoh Membuat Usaha Popcorn Enak Sehat Modern

Profil Pengusaha Cassandra Stavrou dan Ryan Kohn 



Namanya orang di tengah siang hari bolong mampu aja lapar. Hanya Cassandra Stavrou berpikir sejenak apa ada makanan ringan sehat sekarang ini. Jawabannya mengejutkan sukar menemukan sesuatu yang memiliki kalori rendah, tetapi tetap enak. 

"Kamu antara memilih makanan sehat yang tidak selera, atau mencari sesuatu nyeleweng yang akan membuat kau bersalah," ucap Cassandra.

Ketika inspirasi ihwal makan popcorn muncul. Pikiran ihwal sesuatu tidak sehat muncul. Apa sih yang salah dalam sekantung popcorn aneka rasa itu. Ide ihwal makanan sehat membawa Cassandra jadi "terobsesi" hingga menjadi bisnis.

Ia menghubungi sahabatnya sekaligus patner usaha, Ryan Kohn. Keduanya lantas membahas mesa depan si popcorn enak tersebut. Tentu keduanya banyak berbeda pandangan menganaih hal tersebut. Hanya saja, ia memang menemukan sabuh titik celah, hal itu lantas diamini oleh Kohn sebagai patner bersama berbisnis.

"Dalam beberapa bulan kami menyadari kami membuat satu tim terbaik jadi kami mulai mencoba meraba," ujar Kohn menambahkan.

Bermodal uang perlindungan £30,000 dari ibu Kohn, keduanya meluncurkan startup yang berjulukan Propercorn, brand bagi perjuangan pembuatan popcorn. Waktu itu, usahanya didirikan di kamar apartemen milik Kohn, yakni Belsize Park, Northwest London, tahun 2011 lalu.

Memulai bisnis


Cassandra disebut Kohn sebagai dibalik inspirasi urusan ekonomi tersebut. Ini urusan ekonomi pertama Cassandra, meskipun ia pernah bekerja di industri makanan, tidak ada pelatihan urusan ekonomi tertentu. Sedangkan Kohn sendiri mampu dibilang sudah berbisnis sendiri. "...Saya sedikit mampu dibilang seorang serial entrepreneur," tutur Kohn.

Jadi saat Cassandra menghubunginya pertama kali, bulu kuduk Kohn naik "Ayo bekerja bersama, kita lihat apa yang terjadi," ucapnya penuh semangat.

Selama ia ingat selalu ingin membuat urusan ekonomi sendiri. Kohn kesannya berbisnis berkat Cassandra, sebelumnya hanya pegawai biasa, yang beberapa kali mencoba. Waktu itu ia masih bekerja di level pemula beberapa tahun saja. Hingga ia yakin akan urusan ekonomi Propercorn, ia lantas membicarakan hal tersebut kepada sang ibu.

"Dia mengingatkan saya bahwa hadiah terakhir ayah saya belikan untuk saya sebelum ia meninggal yaitu satu mesin popcorn. Rasanya menyerupai tanda pemanis bahwa ini yaitu inspirasi yang sempurna untuk memilih. Jadilah saya berhenti dari pekerjaan saya!"

Bagaimana dengan Cassandra? Dia berkuliah di Jurusan Hukum. Sebuah pilihan bijak mengingat daerah itu paling nyaman mencari pekerjaan. Hanya saja, ternyata dalam benak Cassandra memilik hasrat untuk dapat membuka perjuangan sendiri. Jurusan hukum merupakan pencapain tertinggi di keluarga, tetapi belum cukup.

Dia bekerja di sebuah firma periklanan besar di London. Sambi berjalan waktu, inspirasi ihwal Propercorn itu muncul, maka ia mulai membangun citra brandnya dari meja kerjanya. Sejak awal ia sudah merasa tidak sempurna bekerja di daerah tersebut.

"Saya selalu, selalu ingin menjalankan urusan ekonomi selama saya mampu ingat," katanya. "Usia 14 yaitu saat saya pertama kali mulai berpikir ihwal hal itu."

Cassandra masih berumur 24- 25 tahun, memiliki inspirasi ihwal urusan ekonomi popcorn sehat, dan ia mencoba untuk mewujudkan hal tersebut. Sempat berpikir akan sukses beberapa bulan saja. Ternyata ketidak sabaran itu malah menjadi bertolak belakang. Barulah setelah dua tahun, Cassandra mendapat kesuksesan didambakan.

Bagaimana kau membangun inspirasi kemudian mambentuk brand?

Nomor satu ialah mau mengambil resiko. Cassandra juga mempercaya diri bahwa punya rasa percaya diri. Semua orang menurutnya yaitu entrepreneur, cuma bedanya bahwa kau lakukan atau tidak. Hanya kembali lagi hal tersebut sekali lagi ihwal passion dan antusias.

Bisnis kuliner


Sebagai keturunan Yunani, mencicipi makanan enak khas merupakan hidup Kohn. Dari Cyprus, orang yang asli Yunani, cinta akan makanan dan kultur hidupnya. Dia suka mengadakan pesat besar. Bahkan Kohn juga menjadi koki utama dalam program tersebut. Kohn selalu berlebihan dalam memasak hingga cukup untuk esok hari.

Meski makanan merupakan hal dicintai. Menjadi entrepreneur bukanlah hal termudah baginya. Untuk itulah ia rela mencar ilmu lewat pelatihan perjuangan kecil. Belajar mengani arus khas serta bagaimana mengatur pekerjaan. Resep Propercon sendiri datang dari Ibu Kohn. Bedanya dibuat secara kusus hingga minyaknya tidak lebih.

Meski begitu banyak orang waktu itu meragukan. Kohn tetap pada pendiriannya membuat popcorn. Kamu butuh rasa percaya diri supaya tidak mundur kebelakang. Karena perlu dicatat orang tidak percaya akan inspirasi kau hingga kau membuktikannya.

Dia dan Cassandra memang ambisius soal bisnis. Membuat rencana urusan ekonomi ambisius penuh pencapai. Namun, pada akhirnya, mereka cuma membutuhkan melihat kebelakang dan membuat wajah brand kembali. Mereka mencoba membangun ikon Inggris melalui Propercorn. Sangatlah penting orang berpikir mereka jadi pemain utama.

Beruntung justru saat kau memiliki pesaing. Kohn sendiri tidak menampik pasar makanan sehat tengah digemari -begitupula jajanan popcorn. Ini bukan cuma soal passion saja. Butuh kejelian visi mencapai satu titik tujuan masa depan. Bagi Cassandra, hanya ingin membuat popcorn, mengakibatkan itu altenatif makanan sehat.

"Sebuah makanan ringan yang menunjukkan rasa dan kesehatan, sesuatu yang saya mampu sampaikan kepada konsumen di Inggris," ujarnya kepada The Guardian.

Menjadi entrepreneur memang identik dengan modal uang. Jika beberapa entrepreneur memilih eksklusif tancap gas, bermodal seadanya. Mereka cenderung tidak berpikir ihwal pasar. Beberapa pengusaha lebih memilih mengamati pasar dan membangun brand -nya.

Maka itulah Cassandra, entrepreneur wanita yang memilih mundur sejenak bermimpi. Baginya, hal pertama yaitu menabung, menabung, menabung. Ia mundur untuk tinggal bersama orang tua. Kemudian mengambil satu pekerjaan.

Ia pernah bekerja di kafe dan jadi tukang lukis. Akhirnya ia menerima £10,000 untuk membuatkan produk. Juga dijadikan landasan membuka usaha. Diwaktu itu, ia menyadari membutuhkan satu tim kerja, menjadi entrepreneur terkadang tidak mampu sendiri. Keduanya lalu resmi meluncurkan urusan ekonomi Propercorn semenjak 2011.

Membangun Propercorn, mereka menciptakan kemasan menarik dalam brand. Aneka rasa menyerupai rasa buah kelapa atau rasa vanila jadi andalan. Mereka bersama bekerja cukup lama membangun aneka rasa. Untuk hal pengembangan varian, satu tim sepakat membahas bersama saat makan siang.

"...dan membuat semuanya jadi bersemangat dan sesegar mungkin," tutur Kohn. Karena Kohn juga memiliki jiwa seni. Tidak salah bila kesannya Propercorn menjadi salah satu sponsor London Fashion Week.
Read More

Kata Motivasi Tantangan Terbesar Pengusaha Muda


"Tantangan terbesar kau sebagai entrepreneur bukanlah bagaimana menutupi wangsit kau semoga tetap menjadi rahasia, tetapi ihwal bagaimana meyakinkan orang bahwa kau sesungguhnya tidak aneh dan kau mampu mengambarkan hal tersebut," Sean Parker, co- founder Facebook.
Read More

Bagaimana Rasanya Menjadi Pewaris Universitas Swasta

Profil Pengusaha Candice Gorianuy 


  
Menurut pengakuannya sendiri, ia terpaksa harus "menendang dan berteriak" coba menolak urusan ekonomi keluarga hanya beberapa bulan selepas ia lulus kuliah, Anteneo de Manila University di pertengahan 1990 -an.

Hanya saja hidup -dan ayahnya- memiliki rencana lain bagi Yvette Candice Gorianuy, yang pada akibatnya ia tidak mampu menolaknya. Dia sekarang dikenal sebagai sosok kuat di Filipina.

Seorang entrepreneur maju berjiwa kepemimpinan kuat. Padahal, seingat Candice dulu, ia ingin menjadi pengacara dibanding menjadi pengusaha. Sudah masuk ke jurusan hukum, lulus, dan mencoba melanjutkan pendidikan lagi. Hingga, waktu itu, saat sekolah hukum gres dimulai, ayah mengajaknya makan malam.

Ayahnya berkunjung ke Manila dan mengajaknya makan malam. Ayah Candice, Augusto Go, merupakan seorang businessman dan juga pemilik University of Cebu.

"Saya pikir ia takut saya akibatnya jadi gelandangan," tawanya renyah. "Jadi ia dudukan saya dan berkata ke saya "Aku membuka kampus gres dan saya mau kau menjalankannya"," kenang Candice.

"Jadi sebagai hadiah kelulusan mereka, beberapa anak akan keluar negeri, atau orang renta mereka memberi mereka perjalanan ke Eropa, ataupun dapat mobil," ujarnya kepada Inquirer.net -terdengar penuh rasa iri kalau didengar. "Saya... pergi bersekolah untuk berlari."

Pada awalnya ia berpikir akan menolak saja kesempatan menjalankan sekolah. Tetapi akibatnya tidak dapat dilakukan sebab perasaan tanggung jawab.

"Pelajaran dipetik dari dongeng diatas ialah: Jika seorang laki- laki datang -siapapun itu- mengajak kau makan malam mewah, ia mau sesuatu dari mu," candanya lagi, disusul tertawa terpingkal. "Itu berlaku melampaui batas level."

Perjalanan panjang


Selama 14 tahun menjalankan karir di University of Cebu, bekerja menjadi education consellor, Candice bertanggung atas empat kampus yang terkenal di pusatnya, Visayan Island. Dia juga menjalankan kampus terpisah untuk institusi lain berjulukan Collage of Technology Science.

Candice semakin bertanggung jawab atas kampus swasta tersebut. Bahkan Candice malah mengambil gelar master di bidang pendidikan, di Harvard University.

Dia berguru banyak dari kampusnya orang sukses tersebut. Lalu membawa pengetahuan tersebut ke kawasan ia bertugas. Memang reformasi diperlukan terkadang menyakitkan. Harus ada orang gres yang masuk dan orang lama keluar dari kampus.

Menurutnya, meskipun begitu, saat seorang pemipin menggelindingkan "perubahan" dan "reformasi", maka kau akan menemukan momentum.

Jika kau memiliki passion wacana kualitas dan layanan terbaik, maka kau harus percaya atas cara kau membangun organisasi. Maka kau akan menarik perhatian mereka yang memiliki sudah pandang sama. Ia menambahkan bahwa kau harus tenang, sebab kau akan menarik orang bervisi sama dan akan merubah sistem.

Memang, berawal dari sekolah kampus kecil oleh sang ayah, pada 1964 lantas tumbuh besar. Semua orang berkata sekitar 44.000 mahasiswa berguru di aneka macam kampus didirikannya. Mereka mulai dari mengambil jurusan kelautan, teknologi informasi, keperawatan, dan paling baru, teknik mesin.

"Kami merupakan kampus swasta terbesar di negara ini," saya Candice, "Tetapi saya maunya kualitas, lebih dari sekedar angka."

"Kami berinvestasi di kemudahan dan orang," tambahnya. Hal paling baru, Candice juga ditugaskan menjalankan rumah sakit St. Vincent General Hospital, rumah sakit level tiga yang memiliki 100 kasur, yang ia ingkan jadi rumah sakit terbesar dan layanan terlengkap di Cebu.

Sekali lagi, baginya situasi gres memperlihatkan tantangan kembali bagi karirnya. Sebuah situasi komunitas yang perlu menerima perhatian khusus dalam urusan ekonomi mereka. Untuk mengisi waktu luang dari kejenuhan akan rutinitas, maka ia memiliki satu hobi sekaligus passion lain; berkuda.

Bisnis sekolah


Jika waktu memungkinkan, ia akan bersekolah kuda di Lahug, Whistlejacket Farms, dimana ia mencoba menyempurnakan gaya berkudanya; ia menyukai berkuda bukan pamer lompatan.

"Itu salah satu hal mewah saya menikmati," terang Candice. Berkuda sangat menarik, sebab setiap sisinya itu memiliki kepribadian berbeda, kita tengah berbicara sifat sang kuda sendiri.

Menurutnya, berkuda mengurangi stress bekerja menjalankan kerajaan universitas miliknya, dan dapat jadi satu titik penyemangat di pagi hari.

Candice juga menyukai musik terutama menjadi fans band U2. "Band terbaik di dunia," tambah Candice lagi, mencoba meyakinkan kamu. Maka tidak salah kalau ia memiliki semua DVD konser milik mereka. Dia juga masuk ke kelompok penggemar khusus, memperlihatkan tiket konser awal dimanapun terutama New York.

Dia berkata bahkan ia dapat memasan dua tiket satu tahun kedepan. Jika event -nya sudah direncanakan selama satu tahun sebelumnya, maka Candice dapat duluan. Ia pernah sekali memesan dua tiket sekaligus. Dan saat pewarta bertanya, Candice menjawab, untuk kemungkinan mendapat lelaki masa depannya.

Akhirnya Candice membuang tiket tersebut. "Tetapi itulah jalan hidup. Saya mampu menjadi impulsif, tetapi saya coba mencoba melanjutkan hidup, hidup untuk memenuhi diri sendiri."

Jadi dimana pelampiasan cintanya setiap waktu?

"Untuk kuda- kuda saya? Selalu," ujarnya sambi tertawa tetapi lantas bermetamorfosis serius. "Ketika orang sempurna datang, maka akan selalu ada waktu."

Bertanya wacana pencapaian paling membanggakan sejauh ini, maka tidak wacana suksesnya mengangkat kampus swasta miliknya. Ataupun wacana senangnya pemegang saham, ataupun wacana tantangan terbaru yaitu ia harus menjalankan rumah sakit.

Tetapi ia malah membuktikan kliping koran sebuah pristiwa. Yakni kecelakaan kapal karam tahun 2008, dimana banyak orang terselamatkan berkat sang kapten. Dan perlu kau tau nih, kapten kapal laut ternyata ialah mahasiswa University of Cebu. "Kami menjadi lebih terorganisir sebab kami tau apa yang kami mau."

"Inilah momentum paling membanggakan," ucapnya. "Saya berpikir kami membuat perbedaan disini."
Read More

Daging Sapi Berbahan Tempe Dawa Dawa Ceria

Profil Pengusaha Muhamad Hidayat



Menjadi pengusaha berarti siap berkreasi. Seperti kisah mantan reseller baju ini mencoba hal baru. Namanya yaitu Muhammad Hidayat, seorang pengusaha muda asal Makassar, Sulawesi Selatan, kelahiran 29 April 1992. Yang mana profilnya sulit ditemukan tetepi kami mencoba mencari dongeng terbaik.

Usahanya yaitu membuat daging organik. Atau daging nabati menurut pengakuannya. Usaha tercetus dikala harga daging naik menawarkan peluang. Harga daging di pasar Makassar khususnya memang tegolong tinggi. Hidayat menyebut Rp.95.000 per- kilogram. Harganya mahal butuh olahan pengganti tetapi masih sama di kualitas.

Hidayat berpikir menciptakan sesuatu, yang sama- sama bergizi, memiliki kemasan kekiniaan, serta tentu jadi lebih ekonomis. Membuat produk alternatif daging sapi buat dijadikan olahan menyerupai burger. Maka beliau cari ke penjuru internet bagiaman membuat tempe jadi daging.

Yah berbahan tempet, perjuangan berjulukan Dawa Dawa Ceria ini, menawarkan sentuhan kusus. Ditambah bumbu diam-diam bisa membuat rasanya menyerupai daging sungguhan. Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) ini meyakinkan tidak terasa beda.

Ia sendiri merupakan mahasiswa perikanan. Usahanya dijalankan melalui serangkaian percobaan. Sampai ia benar menemukan rasa sesuai harapan. Menjadi daging nabati berasa sapi. Tempe pilihan menjadi andalah cowok ini. Diberikan bumbu kemudian tempe digiling sangat halus. Tekstur dibuat semoga tidak terasa tempe di mulut.

Dan dikala dicobakan ternyata kesannya memuaskan. Ia menyebut butuh waktu percobaan semenjak tahun 2012 hingga 2013. Lalu, dari eksperimen setahun tersebut, terciptalah daging nabati tetapi tidak pribadi terburu- buru dipasarkan. "Rasanya menyerupai daging sapi, padahal enggak ada campuran daging sama sekali," papar dia.

Cara marketing Hidayat terbilang unik. Dia tidak memasarkan daging tersebut mentah. Malah memilih untuk membuka perjuangan burger dan kebab di Makassar. Bayangkan harga daging nabati dipatok Rp.2000/pcs, lalu beliau olah dan jual lagi, maka untungnya berlipat jadi Rp.7 juta per- hari hanya satu gerai miliknya.

Melihat peluang lebih luas, beliau mencoba menjajakan berbentuk mentah, atau seharga Rp.2000/pcs. Yang mana omzetnya sekarang (ditambah urusan ekonomi burger kebab) mencapai Rp.50 juta/bulan. 

Kebutuhan akan satu alternatif daging terbaca olehnya. Harga yang terjangkau tetapi rasa hampir sama laku terutama dikalangan mahasiswa. Cuma 2- 5 tahun urusan ekonomi siap berekpansi ke pasar luar Makassar. Dia yakin peluangnya masih besar di luar sana.
Read More